Cina menjadi negara terkaya seantero dunia, tidak salah jika ada pepatah mengatakan ‘Belajarlah ke negeri cina’. Pasalnya, orang cina memang terkenal dengan jiwa dagang mumpuni.kebiassaan dagang sudah ditanam sejak dini oleh orangtua keturunan etnis tionghoa, meskipun mereka mengenyam pendidikan lulusan tinggi luar negri sekalipun. Dagang tetaplah menjadi preoritas utama. Menurut mereka, berdagang menjadi seorang lebih bijak, disiplin, tahan banting dan pekerja keras.
Maka jangan heran jika dimana-mana, perusahaan berskala besar, banyak dikuasai orang cina. Mereka menganggap lebih baik punya pendapatan kecil daripada gaji besar tapi jadi karyawan. Sebab mereka tidak suka mendapatkan gaji. Berdagang sendiri berarti menjadi bos dan tuan, sedangkan bekerja dengan orang atau jadi karyawan, sampai kapanpun akan dianggap kuli. Prinsip inilah yang dipegang teguh pedagang cina. Lantas, bagaimanakah konsep dagang ala orang cina? Sehingga, banyak diantara mereka meraih kesuksesan dari kegiatan dagang yang mereka jalankan.
Satu, memiliki keuletan. Sikap ulet menjadi kunci untuk mempertahankan bisnis. Meski ditempa dengan berbagai kegagalan, jatu bangun, bahkan bangkrut dalam bisnis, mereka tetap ulet dan gigih mengatasi semua tantangan lalu mengubahnya menjadi peluang. Orang cinaselalu belajar dari kegagalan. Maka, tidak ada kamus mereka kata takut untuk terus berjuang membesarkan bisnis yang dijalankan.
Dua, memiliki ketakutan. Orang cina termasuk pekerja keras. Meskipun mereka menjadi seorang bos, mereka tetap rajin dan penuh totalitas dalam mengelola bisnisnya. Orang cina juga selalu terbuka dan melakukan perubahan, sekalipun bisnis mereka dalam keadaan bangkrut, dan itu bukanlah alasan bagi mereka untuk menjadi sukses.
Tiga, memiliki keberanian. Untuk berhasil, tentu saja keberanian menjadi modl penting, selain keinginan kuat untuk berubah. Orang cina selalu siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan . Sekalipun, kemungkinan terburuk. Pasalnya, jiwa spekulasi orang cina sangatlah tinggi. Nasip gagal tidak menjadi alasan untuk menerima kekalahan dalam berdagang. Justru hal tersebut menjadi salah satu ujian menarik yang melatih jiwa lalu mengevaluasinya.
Empat, memiliki kedisiplinan tinggi, sikap disiplin harus diterapkan dalam hal apapun juga. Bagi orang cina, keuntungan didapat tidak menjadikan mereka hidup boros dan berfoya-foya ada satunistilah menarik yang patut untuk kita renungkan dari orang cina, yakni ‘jangan makan/jajan dulu, sebelum jualan laku’. Berhemat adaah satu strategi untuk bisnis tetap survive dan berkembang.
Lima, menjaga kualitas dan kepecayaan. Sudah menjadi trade mark orang cina mengutamakan kualitas barang untuk menarik kepercayaan masyarakat/konsumen. Mereka berani banting harga, meski dengan keuntungan sangat kecil asalkan bisnis tetap berjalan. Bagi mereka, untung sedikit yang penting lancar, keuntungan kecil di jadikan modal untuk memperbesar bisnis.
Selain lima konsep di atas, orang cina juga memegang teguh konsep tidak takut pada persaingan dan kerugian. Bahkan, mereks menentang keras konsep zero sum game dalam perdagangan. Perdagangan, menurut mereka sebaiknya memberikan manfaat kepada semua pihak, baik sesama pedagang, pesaing, ataupun pelanggan. Perdagangan hanya akan berkembang maju seandainya situasi win win dapat diwujudkan dalam sesuatu kegiatan dagang.
Konsep perdagangan orang cina juga tidak sama dengan konsep berdagang orang melayu. Orang cina tidak suka “makan” atau mencari untung sendiri. Mereka tidak di anjurkan meraup semua keuntungan dan kekayaan. Sebaliknya jika perlu, mereka berbagi semua keuntungan yang di peroleh dengan pedagang lain.
Orang cina adalah gambaran pedagang yang tidak mementingkan diri sendiri. Sebab, bagi mereka tidak ada pedagang yang hidup seorang diri. Mereka bergantuang pada pedagang lain untuk mendapatkan bahan, pelanggan dan keterampilan. konsep ini penting untuk menjamin keberhasilan suatu pedagang.
Orang cina juga tidak mengenal konsep berdagang seperti fungus atau jamur atau yang dikenal dengan sebutan pedagang musiman. Pedagang model fungus atau jamur, menurut orang cina tidak layak disebut sebagai pegagang dan pengusaha. Mereka tidak bisa menunjukan kesungguhan dan komitmen yang tinggi agar terus berdagang tanpa mengenal musim.
Orang cina sendiri memang tidak suka berdagang secara musiman meskipun ada diantara mereka yang megusahakan perdagangan secara kecil-kecilan. Berdagang kecil-kecilan bagi mereka itu jauh lebih baik daripada berdagang musiman krena berdagang itu memiliki peluang untuk berkembang. Pedagang musiman bukan saja tidak berkembang, melainkan akan menghadapi masalah modal dan likuiditas (ketersediaan dana yang siap di cairkan) untuk memulai kegiatan berdagangnya. Mereka berdagang untuk mendapatkan uang saku dan uang belanja. Padahal, tujuan utama dalam berdagang adalah keuntungan.
Dalam berdagang, orang cina juga memperbolehkan tawar menawar membutuhkan proses yang alot dan waktu yang panjang, namun bisa memberi kesenangan tersendiri pada kosumen. Pada akhirnya konsumen merasa senang dan akan kembali untuk melakukan transaksi jual beli lagi di kemudian hari.
Konsep-konsep inilah rahasia dibalik kesuksesan orang cina dalam berbisnis. Mereka adalah gambaran ideal seorang pedagang yang baik. Pedagang yang baik adalah pedagang yang ulet, disiplin, ramah, pandai menjaga kualitas dagangan dan kepercayaan pelanggannya. Jaadi, tentu tidak heran jika banyak orang cina yang sukses saat mereka bisa menerapkan konsep tersebut secara baik.
Showing posts with label referensi. Show all posts
Showing posts with label referensi. Show all posts
Thursday, June 23, 2016
jaringan bisnis cina perantauan
sterling siegrav dalam bukunya lord of the rim, menyebutkan bahwa jaringan cina perantauan merupakan kelompok masyrakat yang cukup dinamis, ulet, dan tangguh. tak salah kiranya jika mereka banyak menguasai usaha-usaha suwasta di sebrang lautan, terutama di kawasan nanyang (asia tenggara).
tahun 1990, popolasi masyarakat cina perantauan berjumlah 35 juta orang, dengan total pdb 1,35 kali dari republik rakyat cina (rrc). mereka merupakan salah satu sumber modal terbesar di dunia, dengan penguasaan aset lancar mencapai usd 2 triyun. sebagai perbandingan, jepang dengan penduduk tiga kalilipat dari jumlah cina perantauan, hanya mempunyai aset lancar sebesar usd 3 trilyun. aset inilah yang bisa dipindah-pindahkan sesuka hati mereka.
siegrav menambahkan, cina perantauan merupakan kelas menengah yang makmur, dengan klihaian bisnis yang luar biasa. mereka biasa berlindung di bawah kekuatan politik yang korup, serta sering mendapatkan konsensi dan monopoli dan pemerintahan semacam itu. di perantauan mereka tidak memiliki afiliasi politik yang jelas, dan hanya bertuah kepada yang menang.
oleh karenanya mereka seringkali di recoki oleh kekuatan besar dari luar, terutama para politikus lokal dan kapitalis barat. cara mereka bekerja dan membangun bisnis, sering mendasarkan pada kesamaan marga dan kepercayaan.
dalam beberapa dasawarsa terahir, lebih dari seratus kolomerasi muncul di asia tenggara, yang sebagian besarnya di kendalikan oleh etnik tionghoa. konglomersi cina perantauan ini, meruapkan sebuah kerajaan tersendiri yang tidak memiliki bendera dan batas terotirial. meski pada awalnya di jalankan dengan cara profesional,namun regenerasi dalam perusahaan-perusahaan mereka sering terkendala.
korporasi-korporasi bernilai milyaran dolar, yang seharusnya di serahkaan ke pihak yang handal malah sering di berikan kepada anak atau saudara-saudara terdekat. celakanya, justru pihak terafiliasi inilah yang mengakhiri bisnis mereka. hal ini kemudian menyebabkan, sulitnya korporasi mereka untuk terus berkembang dan mencapai usia seratus tahun. kalaupun ada, mungkin jumlahnya sangat sedikit dan tidak memiliki volume cukup besar.
anggota organisasi inipun bersifat tertutup dan saling melindungi. seorang anggota yang menjadi gembong narkotika misalnya, bisa saja membiayai bisnis jasa ataupun proprti. mereka ini saling berjalin berkelindan, tolong menolong untuk mendapatkan keuntungan yang sama.
kunci bisnis cina perantauan
keturunan cina di indonesia yang jumlahnya 4% dari populasi penduduk indonesia, menguasai 17 dari 25 konglomerat indonesia dan total kekayaan mereka hampir 75% dari seluruh kekayaan perusahaan di indonesia. fenomena ini terjadi di seluruh kawasan asia tenggara.
sebagai gambaran, populasi orang cina di thailand sebesar 10% dan menguasai ekonomi/kekayaan 90%, filiphina populasi 1% menguasai kekayaan hampir duapertiga. bila dilihat lebih jauh, bianis orang cina perantauan (hoa kiau) yang bermukim di seluruh dunia, tak terkecuali afrika diperkirakan memiliki kekayaan likuid di luar sekuritas mencapai u$$ 2 triliun, hampir sama dengan dana seluruh perbankan jepang sebesar u$$ 3 triliun. kegiatan ekonomi hoa kiau tahun 1990 diperkirakan sebesar u$$ 450 miliar seperempat GNP cina sendiri.
penguasaan ekonomi cins perantauan (hoa kiau) ini menarik untuk disimak penyebab-penyebabnya antara lain karena:
satu, orang cina suka hidup berkelompok. hampir disetiap negara dijumpai kantong-kantong pemukiman dan tempat bisnis cina yang disebut cina town. kalau di indonesia kita tidak asing lagi mendengar nama "kampung cina" yang hampir disetiap daerah. kalau di jakarta kita mengenal "pluit" dan "kelapa gading" komplek pemukiman yang sebagian besar dihuni oleh orang cina.
dua, kekuatan bisnis cina terletak pada jaringan yang disebut guangxi, dibentuk secara alami antar sesama pedagang di hongkong, singapura dan jakarta. kekuatan jalin menjalin juga antar sesama pedagang disatu kota dan dengan pedagang lain dikota lain.
tiga, orang cina jago matematika. bisnis, tujuan utamanya adalah mencari laba atau keuntungan. keuntunan diperoleh dari hasil penjualan dikurangi harga pokok/modal (harga jual-harga pokok/modal=laba/keuntungan). untuk mendapatkan keuntungan pengetahuan yang paling dominan adalah hitung-hitungan atau matematika.
sistem yang logis dan angka yang mudah diucapkan membuat anak cina dapat berhitung lebih cepat. anak-anak cina pada usia empat tahun dapat menghitung sampai empat puluh, sedangkan anak-anak amerikanya hanya sampai limabelas.
bila dibandingkan dengan anak-anak indonesia, rata-rata, siswa dan siswi kota shanghai, cina, menunjukkan kemampuan paling tinggi dalam bidang matematika dan iptek(skor 600 dan 575). apapun untuk kedua bidang tersebut, skor indonesia adalah 371 dan 401.
tahun 1990, popolasi masyarakat cina perantauan berjumlah 35 juta orang, dengan total pdb 1,35 kali dari republik rakyat cina (rrc). mereka merupakan salah satu sumber modal terbesar di dunia, dengan penguasaan aset lancar mencapai usd 2 triyun. sebagai perbandingan, jepang dengan penduduk tiga kalilipat dari jumlah cina perantauan, hanya mempunyai aset lancar sebesar usd 3 trilyun. aset inilah yang bisa dipindah-pindahkan sesuka hati mereka.
siegrav menambahkan, cina perantauan merupakan kelas menengah yang makmur, dengan klihaian bisnis yang luar biasa. mereka biasa berlindung di bawah kekuatan politik yang korup, serta sering mendapatkan konsensi dan monopoli dan pemerintahan semacam itu. di perantauan mereka tidak memiliki afiliasi politik yang jelas, dan hanya bertuah kepada yang menang.
oleh karenanya mereka seringkali di recoki oleh kekuatan besar dari luar, terutama para politikus lokal dan kapitalis barat. cara mereka bekerja dan membangun bisnis, sering mendasarkan pada kesamaan marga dan kepercayaan.
dalam beberapa dasawarsa terahir, lebih dari seratus kolomerasi muncul di asia tenggara, yang sebagian besarnya di kendalikan oleh etnik tionghoa. konglomersi cina perantauan ini, meruapkan sebuah kerajaan tersendiri yang tidak memiliki bendera dan batas terotirial. meski pada awalnya di jalankan dengan cara profesional,namun regenerasi dalam perusahaan-perusahaan mereka sering terkendala.
korporasi-korporasi bernilai milyaran dolar, yang seharusnya di serahkaan ke pihak yang handal malah sering di berikan kepada anak atau saudara-saudara terdekat. celakanya, justru pihak terafiliasi inilah yang mengakhiri bisnis mereka. hal ini kemudian menyebabkan, sulitnya korporasi mereka untuk terus berkembang dan mencapai usia seratus tahun. kalaupun ada, mungkin jumlahnya sangat sedikit dan tidak memiliki volume cukup besar.
anggota organisasi inipun bersifat tertutup dan saling melindungi. seorang anggota yang menjadi gembong narkotika misalnya, bisa saja membiayai bisnis jasa ataupun proprti. mereka ini saling berjalin berkelindan, tolong menolong untuk mendapatkan keuntungan yang sama.
- tiga naga kecil : taiwan, singapura dan hongkong
- taiwan merupakan pulau bagian tengara daratan cina. mayoritas masyarakat adalah keturunan hokkien (70%) yang merantau beberapa abad lalu dari profinsi fujian. saat ini, taiwan merupakan pemasokn terbesar dunia untuk produk-produk komputer, bermula dengan didirikanya hsinchu science park pada tahun 1980.
- kawasan yang di desain untuk pengembangan IT dan bioteknologi ini, menyerupai silikon valley di amerika. setidknya terdapat 430 perusahaan IT yang memperkerjakan lebih dari 130.000 karyawan.
- singapura adalah benteng terpenting jaringan bisnis cina perantauan. meski berada di tanah melayu, namun 75% populasinya adalah keturunan tionghoa. awal abad ke_19, singa merupakan croun colony inperium inggris. dialah sir tomas stamford raffles, yang mengubah singapura dari pulau tak bertuan ini menjadi kawasan yang bernilai tinggi.
kunci bisnis cina perantauan
keturunan cina di indonesia yang jumlahnya 4% dari populasi penduduk indonesia, menguasai 17 dari 25 konglomerat indonesia dan total kekayaan mereka hampir 75% dari seluruh kekayaan perusahaan di indonesia. fenomena ini terjadi di seluruh kawasan asia tenggara.
sebagai gambaran, populasi orang cina di thailand sebesar 10% dan menguasai ekonomi/kekayaan 90%, filiphina populasi 1% menguasai kekayaan hampir duapertiga. bila dilihat lebih jauh, bianis orang cina perantauan (hoa kiau) yang bermukim di seluruh dunia, tak terkecuali afrika diperkirakan memiliki kekayaan likuid di luar sekuritas mencapai u$$ 2 triliun, hampir sama dengan dana seluruh perbankan jepang sebesar u$$ 3 triliun. kegiatan ekonomi hoa kiau tahun 1990 diperkirakan sebesar u$$ 450 miliar seperempat GNP cina sendiri.
penguasaan ekonomi cins perantauan (hoa kiau) ini menarik untuk disimak penyebab-penyebabnya antara lain karena:
satu, orang cina suka hidup berkelompok. hampir disetiap negara dijumpai kantong-kantong pemukiman dan tempat bisnis cina yang disebut cina town. kalau di indonesia kita tidak asing lagi mendengar nama "kampung cina" yang hampir disetiap daerah. kalau di jakarta kita mengenal "pluit" dan "kelapa gading" komplek pemukiman yang sebagian besar dihuni oleh orang cina.
dua, kekuatan bisnis cina terletak pada jaringan yang disebut guangxi, dibentuk secara alami antar sesama pedagang di hongkong, singapura dan jakarta. kekuatan jalin menjalin juga antar sesama pedagang disatu kota dan dengan pedagang lain dikota lain.
tiga, orang cina jago matematika. bisnis, tujuan utamanya adalah mencari laba atau keuntungan. keuntunan diperoleh dari hasil penjualan dikurangi harga pokok/modal (harga jual-harga pokok/modal=laba/keuntungan). untuk mendapatkan keuntungan pengetahuan yang paling dominan adalah hitung-hitungan atau matematika.
sistem yang logis dan angka yang mudah diucapkan membuat anak cina dapat berhitung lebih cepat. anak-anak cina pada usia empat tahun dapat menghitung sampai empat puluh, sedangkan anak-anak amerikanya hanya sampai limabelas.
bila dibandingkan dengan anak-anak indonesia, rata-rata, siswa dan siswi kota shanghai, cina, menunjukkan kemampuan paling tinggi dalam bidang matematika dan iptek(skor 600 dan 575). apapun untuk kedua bidang tersebut, skor indonesia adalah 371 dan 401.
aplikasi strategi perang sun tzu
bagi orang cina, jendral perang sun tzu bukanlah nama yang asing. mereka beranggapan bahwa sun tzu adalah seorang ahli strategi perang hebat yang perna ada. bahkan, lantaran kehebatannya dalam mengatur strategi perang, sebagian orang cina sampai menjulukinya sebagi seorang 'dewa' perang. sebutan ini tentu tidaklah terlalu berlebihan. pasalnya, sun tzu memang dikenal sebagai seorang yang ahli dalam berperang, dimana banyak peperangan berhasil dimenanginya.
garis besar strategi perang disunia bisnis ala sun tzu adalah sebagi berikut;
pertama, menilai sesuatu. langkah pertama yang harus dilakukan dalam art of war sun tzu adalah menilai situasi. proses mengambil keputusan strategi dimulai dengan memperkirakan layak tidaknya ikut dalam pertempuran. disinilah letak dan pusat penilaian situasi, dimana hal tersebut mencakup pemahaman mendalam dari prinsip perencanaan strategi.
kedua, perumusan tujan dan strategi. langkah selanjutnya adalah bagaimana perumusan tujuan dan strategi. apa hal-hal yang harus diprioritaskan, disini pilihan dan pengembangan suatu srategi harus sesuai dengan sasaran yang sudah dirumuskan dan sesuai dengan suatu situasi tertentu. begitu pula seharusnya gambaran dalam dunia bisnis, harus ada perumusan tujuan dan strategi yang jelas.
ketiga, pengkajian strategi. dalam tahap ini ahli strategi harus mengevaluasi efektifitas dari strtegi dikaji apakah sudah layak atau tidak. setiap pengusaha pasti memiliki strategi khusus untuk mencapai tujuan.
keempat, pelaksanaan strategi. tahap dimana strategi dijalankan. selama tahap ini, operasional pelaksaaan harus dipertimbangkan secara matang. pelaksanaan strategi ini membutuhkan adanya ketenangan. gambaran seperti ini kurang lebih juga akan kita temukan dalam dunia bisnis.
kelima, pengendalian strategi. untuk menjamin tercapainya tujuan, harus ada pengendalian dimana dibutuhkan tata cara tertentu seperti adanya umpan balik, metode untuk pertukaran informasi harus ada. umpan balik ini bertindak sebagai masukan tahapan proses perencanaan sebelumnya.
garis besar strategi perang disunia bisnis ala sun tzu adalah sebagi berikut;
pertama, menilai sesuatu. langkah pertama yang harus dilakukan dalam art of war sun tzu adalah menilai situasi. proses mengambil keputusan strategi dimulai dengan memperkirakan layak tidaknya ikut dalam pertempuran. disinilah letak dan pusat penilaian situasi, dimana hal tersebut mencakup pemahaman mendalam dari prinsip perencanaan strategi.
kedua, perumusan tujan dan strategi. langkah selanjutnya adalah bagaimana perumusan tujuan dan strategi. apa hal-hal yang harus diprioritaskan, disini pilihan dan pengembangan suatu srategi harus sesuai dengan sasaran yang sudah dirumuskan dan sesuai dengan suatu situasi tertentu. begitu pula seharusnya gambaran dalam dunia bisnis, harus ada perumusan tujuan dan strategi yang jelas.
ketiga, pengkajian strategi. dalam tahap ini ahli strategi harus mengevaluasi efektifitas dari strtegi dikaji apakah sudah layak atau tidak. setiap pengusaha pasti memiliki strategi khusus untuk mencapai tujuan.
keempat, pelaksanaan strategi. tahap dimana strategi dijalankan. selama tahap ini, operasional pelaksaaan harus dipertimbangkan secara matang. pelaksanaan strategi ini membutuhkan adanya ketenangan. gambaran seperti ini kurang lebih juga akan kita temukan dalam dunia bisnis.
kelima, pengendalian strategi. untuk menjamin tercapainya tujuan, harus ada pengendalian dimana dibutuhkan tata cara tertentu seperti adanya umpan balik, metode untuk pertukaran informasi harus ada. umpan balik ini bertindak sebagai masukan tahapan proses perencanaan sebelumnya.
Budaya masyarakat cina
cina adalah salah satu bangsa tertua didunia yang memiliki pengalaman hidup yang hebat. sejarah panjang yang terukirdalam perjalanan peradaban mereka mencerminkan dinamika kebudayaan yang lahir dan mati seiring berjalannya waktu. oleh sebab itu, tidak heran jika perubahan selalu terjadi. berbagai kejadian domestik hingga internasional yang mempengaruhi, terbukti menempa masyarakat cina untuk selalu beradaptasi dengan sekitarnya.
masih hangat dibenak kita saat deng xiaoping mengumumkan kebijakan pintu terbukanya pada 1979, khalayak republik rakyat cina sekali lagi terhentak oleh angin perubahan. didaratan cina masyarakat setempat begitu antusias meneriakkan slogan reformasi. bagaimana mungkin sebuah negara komunis totaliter yang identik dengan julukan "tirai bambu" ini, tiba-tiba saja menyulap negaranya menjadi sebuah pasar ekonomi bebas hampir serupa dengan para seterunya, negara-negara barat penganut kapitalisme?
ada dua hal signifikan yang dapat menjelaskan fenomena ini, yakni globalisasi dan kebangaan nasional. pertama, globalisasi. dalam dunia moderen yang semakin sempit ini, cina melakukan terobosan-trobosan baru dalam menjaga eksistensinya. hal ini sangat erat berkaitan dengan globalisasi. perlu diketahui, bahwa cina merupakan pemain lama dalam globalisasi. hal ini sudah dilakukannya sejak awal abad masehi dengan dibukanya jalur sutra, dan pada dinasti ming mengirimkan banyak ekspedisi keluar negeri. hanya saja, cina dengan pradigmannya yang inward-looking, memiliki car unik dalam menjalankan globalisasi.
dunia bisnis cina dikontrol secara terpusat oleh pemerintah. baru pada era deng, cina memeluk pendekatan yang berbeda dalam menghadapi globalisasi, namun masih dengan isu yang sama, kebanggaan nasional. meski demikian, cina berhasil mencapai masa kejayaan. ladang bisnis pun digarap secara serius oleh pemerintah dan dibuka luas untuk orang asing.
hopeng, hongsui dan hokki adalah tiga nilai tradisional cina. ketiga nilai inilah yang sangat mempengaruhi perilaku orang cina moderen, baik dalam kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi dimanapun mereka berada.
pertama, hopeng, adalah cara untuk menjaga hubungan baik dengan relasi bisnis. bagi orang cina, hubungan dengan relasi sangat penting. sebagian besar usaha orang cina berasal dari keluarga atau teman-teman dekat. sebagaimana ditulis vleming, peneliti mengenai perilaku dagang masyarakat cina dihindia belanda sebelum kemerdekaan, "selama berabad-abad bangsa cina mempunyai pandangan bahwa individu adalah sebagian dari keluarga, keluarga bagian dari klan dan klan merupakan bagian dari bangsa. oleh karena itu, dapat dimengerti mengapa dalam berdagang pengusaha cina selalu bermitra dengan anggota keluarga dan sahabatnya".
kedua, hongsui, kepercayaan terhadap hongsui adalah kepercayaan pada faktor-faktor alamiah yang menunjang nasib baik dan buruk manusia. misalnya, peruntungan sebuah rumah memerlukan perhitungan rumit dari para ahli hongsui agar rumah tersebut membawa rejeki bagi yang menempatinya. dengan teori geomancy, keberadaan sebuah tempat disesuaikan dengan waktu dan suasana.
ketiga, hokki, nilai yang satu ini masih memiliki kaitan dengan unsur sebelumnya (baca: hongsui). hokki merupakan peruntungan nasib baik. para pebisnis cina memegang suatu konsep pengelolaan resiko yang dilandasi dengan melakukan suatu pengelolaan nasib atau takdir melalui hongsui, sehingga terlihat bahwa hokki ini tidak terpaku pada sikap fatalistik. hokki lebih dipresepsikan bagaimana menyiasati nasib agar selalu mendapat nasib baik dan keberuntungan.
masih hangat dibenak kita saat deng xiaoping mengumumkan kebijakan pintu terbukanya pada 1979, khalayak republik rakyat cina sekali lagi terhentak oleh angin perubahan. didaratan cina masyarakat setempat begitu antusias meneriakkan slogan reformasi. bagaimana mungkin sebuah negara komunis totaliter yang identik dengan julukan "tirai bambu" ini, tiba-tiba saja menyulap negaranya menjadi sebuah pasar ekonomi bebas hampir serupa dengan para seterunya, negara-negara barat penganut kapitalisme?
ada dua hal signifikan yang dapat menjelaskan fenomena ini, yakni globalisasi dan kebangaan nasional. pertama, globalisasi. dalam dunia moderen yang semakin sempit ini, cina melakukan terobosan-trobosan baru dalam menjaga eksistensinya. hal ini sangat erat berkaitan dengan globalisasi. perlu diketahui, bahwa cina merupakan pemain lama dalam globalisasi. hal ini sudah dilakukannya sejak awal abad masehi dengan dibukanya jalur sutra, dan pada dinasti ming mengirimkan banyak ekspedisi keluar negeri. hanya saja, cina dengan pradigmannya yang inward-looking, memiliki car unik dalam menjalankan globalisasi.
dunia bisnis cina dikontrol secara terpusat oleh pemerintah. baru pada era deng, cina memeluk pendekatan yang berbeda dalam menghadapi globalisasi, namun masih dengan isu yang sama, kebanggaan nasional. meski demikian, cina berhasil mencapai masa kejayaan. ladang bisnis pun digarap secara serius oleh pemerintah dan dibuka luas untuk orang asing.
hopeng, hongsui dan hokki adalah tiga nilai tradisional cina. ketiga nilai inilah yang sangat mempengaruhi perilaku orang cina moderen, baik dalam kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi dimanapun mereka berada.
pertama, hopeng, adalah cara untuk menjaga hubungan baik dengan relasi bisnis. bagi orang cina, hubungan dengan relasi sangat penting. sebagian besar usaha orang cina berasal dari keluarga atau teman-teman dekat. sebagaimana ditulis vleming, peneliti mengenai perilaku dagang masyarakat cina dihindia belanda sebelum kemerdekaan, "selama berabad-abad bangsa cina mempunyai pandangan bahwa individu adalah sebagian dari keluarga, keluarga bagian dari klan dan klan merupakan bagian dari bangsa. oleh karena itu, dapat dimengerti mengapa dalam berdagang pengusaha cina selalu bermitra dengan anggota keluarga dan sahabatnya".
kedua, hongsui, kepercayaan terhadap hongsui adalah kepercayaan pada faktor-faktor alamiah yang menunjang nasib baik dan buruk manusia. misalnya, peruntungan sebuah rumah memerlukan perhitungan rumit dari para ahli hongsui agar rumah tersebut membawa rejeki bagi yang menempatinya. dengan teori geomancy, keberadaan sebuah tempat disesuaikan dengan waktu dan suasana.
ketiga, hokki, nilai yang satu ini masih memiliki kaitan dengan unsur sebelumnya (baca: hongsui). hokki merupakan peruntungan nasib baik. para pebisnis cina memegang suatu konsep pengelolaan resiko yang dilandasi dengan melakukan suatu pengelolaan nasib atau takdir melalui hongsui, sehingga terlihat bahwa hokki ini tidak terpaku pada sikap fatalistik. hokki lebih dipresepsikan bagaimana menyiasati nasib agar selalu mendapat nasib baik dan keberuntungan.
Keberanian orang cina dalam berbisnis
Dalam perjalanan hidup jendral sun tzu dikisahkan bahwa strategi perang untuk mencapai kemenangan itu bisa berubah detik demi detik, demi mengimbangi atau mengantisipasi perubahan strategi musuh. Strategi ini berpijak pada dasar pemikiran bahwa cara terbaik untuk menang peranglah adalah dengan menguasai kemampuan membaca jalan pikir musuh dan mengetahui titik-titik kelemahannya, dipastikan dia bisa memenangkan adu strategi tersebut.
Namun setiap strategi pasti mengandung resiko. Strategi pasti mengandung resiko. Strategi perang sun tzu ditegaskan adanya prinsip mendasar yang mengatakan, “kemenangan besar hanya bisa dilakukan orang yang berani mengambil resiko besar”. Prinsip ini menegaskan bahwa tanpa keberanian megambil resiko besar, maka kemeangan besar akan sulit diraih. Inilah inti dari perang sun tzu yang mensinergikn antara strategi perang yang cerdik dan atang dengan keberanian mengambil resiko besar demi kemenangan yang besar pula.
Dalam kehidupan non-kemileteran pun seperti bidang manajemen, kewirausahaan, maupun kehidupan pribadi, kita mengenal prinsip strategi dan resiko semacam ini. Mungkin kita telah menyusun rencana dan menerapkan strategi untuk melakukan investasi, memulai bisnis baru, melakukan diversivikasi maupun ekspansi usaha.
Ada target dan mimpi-mimpi besar dalam setiap tindakan tersebut. Ada peluang dan tantangan. Namun yang tidak boleh kita lupakan adalah faktor resiko yang sudah pasti ada dan melekat dalam setiap action kita. Ada resiko gagal, ada resiko berhasil. Itu pasti!
Contoh, mungkin berdasarkan perhitungan yang begitu matang, kita memiliki kemungkinan keberhasilan diatas 70%. Memang dalam strategi sun tzu kita diwajibkan untuk bisa memetakan keberhasilan lebih dahulu. Memastikan kemenangan baru melakukan perang.
Nah, jika rencana dan strategi telah dieksekusi sementara hasil yang didapat tidak sesuai perhitungan, itulah resiko sebuah action. Kita tidak mungkin berhenti bertindak hanya karena ingin menghilangkan sama sekali resiko kegagalan.
Nampaknya, keberanian mengambil resiko sebagaimana strategi yang diterapkan oleh jendral sun tzu menginspirasi orang-orang cina dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga mereka memang tidak pernah takut untuk mengambil resiko suatu keputusan bisnis setelah melakukan perhitungan yang matang.
Bagi mereka, apapun hasilnya, apakah meleset dari perhitungan semula atau justru tepat adalah sebuah hasil yang patut disikapi secara bijak. Maka, kalaupun mereka gagal dalam setiap bisnisnya, mereka akan segere move on. Kegagalan, bagi mereka adalah kesukssan yang tertunda.
Namun setiap strategi pasti mengandung resiko. Strategi pasti mengandung resiko. Strategi perang sun tzu ditegaskan adanya prinsip mendasar yang mengatakan, “kemenangan besar hanya bisa dilakukan orang yang berani mengambil resiko besar”. Prinsip ini menegaskan bahwa tanpa keberanian megambil resiko besar, maka kemeangan besar akan sulit diraih. Inilah inti dari perang sun tzu yang mensinergikn antara strategi perang yang cerdik dan atang dengan keberanian mengambil resiko besar demi kemenangan yang besar pula.
Dalam kehidupan non-kemileteran pun seperti bidang manajemen, kewirausahaan, maupun kehidupan pribadi, kita mengenal prinsip strategi dan resiko semacam ini. Mungkin kita telah menyusun rencana dan menerapkan strategi untuk melakukan investasi, memulai bisnis baru, melakukan diversivikasi maupun ekspansi usaha.
Ada target dan mimpi-mimpi besar dalam setiap tindakan tersebut. Ada peluang dan tantangan. Namun yang tidak boleh kita lupakan adalah faktor resiko yang sudah pasti ada dan melekat dalam setiap action kita. Ada resiko gagal, ada resiko berhasil. Itu pasti!
Contoh, mungkin berdasarkan perhitungan yang begitu matang, kita memiliki kemungkinan keberhasilan diatas 70%. Memang dalam strategi sun tzu kita diwajibkan untuk bisa memetakan keberhasilan lebih dahulu. Memastikan kemenangan baru melakukan perang.
Nah, jika rencana dan strategi telah dieksekusi sementara hasil yang didapat tidak sesuai perhitungan, itulah resiko sebuah action. Kita tidak mungkin berhenti bertindak hanya karena ingin menghilangkan sama sekali resiko kegagalan.
Nampaknya, keberanian mengambil resiko sebagaimana strategi yang diterapkan oleh jendral sun tzu menginspirasi orang-orang cina dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga mereka memang tidak pernah takut untuk mengambil resiko suatu keputusan bisnis setelah melakukan perhitungan yang matang.
Bagi mereka, apapun hasilnya, apakah meleset dari perhitungan semula atau justru tepat adalah sebuah hasil yang patut disikapi secara bijak. Maka, kalaupun mereka gagal dalam setiap bisnisnya, mereka akan segere move on. Kegagalan, bagi mereka adalah kesukssan yang tertunda.
Etos dalam berbisnis orang cina
Ajaran konfusian tetap merupakan jantung kebudayaan cina meskipun budhisme dan ajaran kristen menyebar dicina, dan partai komunis cina terus menerus berkampanye untuk mengikis pengaruhnya dalam bangsa cina. Kekuatan ini tampaknya menjadi landasan bagi mereka untuk memasuki perekonomian global dan menjadikan abad 21 ini milik mereka.
David c.l ch’ng (the overseas chines entrepreneurs in east asia, 1993) menilai, secara luas diakui bahwa kebudayaan cina mempunyai suatu etos kerja yang menekankan pada keuletan dan kerajinan. Sejak peralihan abad ini, para pengamat barat yang menilai bangsa cina telah membuat gambaran setereotipe tentang mereka sebagai pekerja yang tidak kenal lelah. Setidaknya ada 3 penjelasan tentang etos kerja orang-orang cina.
Pertama, orang-orang cina dibesarkan dengan nilai-nilai berbeda. Nilai positif tentang kerja keras secara kuat ditanamkan dalam diri anak-anak cina pada usia dini. Bagi komunitas cina perantauan, kerja dihubungkan dengan kumpulan nilai yang kompleks, mencakup pengorbanan diri, saling ketergantungan, rasa percaya diri dan hemat.
Kedua, etos kerja orang cina mempunyai orientasi kelompok. Individu tidak bekerja semata-mata untuk keuntungan pribadi, melainkan pertama-tama untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan kemudian untuk kebaikan bersama masyarakat. Inilah ciri khas yang dimiliki orang cina. Pantang bagi mereka suksess sendirian. Kalaupun sukse, mereka harus bisa mensukseskan keluarga dan orang lain, yang sekomunitas dengan mereka.
Ketiga, orang cina bekerja keras untuk mendapatkan imbalan mteri dalam komunitas cina perantauan, kemakmuran, perasaan yaman dan aman dalam usia lanjut, menduduki posisi sentral dalam presepsi bersama tentang kehidupan yang baik. Maka, agar mereka merasa nyaman dan aman saat memasuki usia lanjut, mereka harus mendapatkan materi setimpal dari setiap pekerjaan yang mereka lakukan.
Selain tiga hal diatas, sejak kecil warga keturunan cina perantauan, terutama yang ada di indonesia selalu diajarkan untuk tahu diri karena mereka merupakan kaum minoritas. Sehingga dalam bereaksi tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan meminta bantuan kepada orang lain.
Dalam pekerjaan, masyarakat cina harus mampu mennguasai banyak jenis pekerjaan, mulai dari paling mudah hingga yang paling sulit. Mereka menanamkan suatu ideologi bahwasetiap usaha atau pekerjaan tidak selalu permanen, seperti layaknya berputar, suatu saat di atas, lain wakyu dibawah. Modal masyarakat cina buan berupa uang saja, tapi juga berupa keterampilan, semangat dan kepercayaan dari relasi. Kesemunya itu akan membuahkan suatu hasil.
David c.l ch’ng (the overseas chines entrepreneurs in east asia, 1993) menilai, secara luas diakui bahwa kebudayaan cina mempunyai suatu etos kerja yang menekankan pada keuletan dan kerajinan. Sejak peralihan abad ini, para pengamat barat yang menilai bangsa cina telah membuat gambaran setereotipe tentang mereka sebagai pekerja yang tidak kenal lelah. Setidaknya ada 3 penjelasan tentang etos kerja orang-orang cina.
Pertama, orang-orang cina dibesarkan dengan nilai-nilai berbeda. Nilai positif tentang kerja keras secara kuat ditanamkan dalam diri anak-anak cina pada usia dini. Bagi komunitas cina perantauan, kerja dihubungkan dengan kumpulan nilai yang kompleks, mencakup pengorbanan diri, saling ketergantungan, rasa percaya diri dan hemat.
Kedua, etos kerja orang cina mempunyai orientasi kelompok. Individu tidak bekerja semata-mata untuk keuntungan pribadi, melainkan pertama-tama untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan kemudian untuk kebaikan bersama masyarakat. Inilah ciri khas yang dimiliki orang cina. Pantang bagi mereka suksess sendirian. Kalaupun sukse, mereka harus bisa mensukseskan keluarga dan orang lain, yang sekomunitas dengan mereka.
Ketiga, orang cina bekerja keras untuk mendapatkan imbalan mteri dalam komunitas cina perantauan, kemakmuran, perasaan yaman dan aman dalam usia lanjut, menduduki posisi sentral dalam presepsi bersama tentang kehidupan yang baik. Maka, agar mereka merasa nyaman dan aman saat memasuki usia lanjut, mereka harus mendapatkan materi setimpal dari setiap pekerjaan yang mereka lakukan.
Selain tiga hal diatas, sejak kecil warga keturunan cina perantauan, terutama yang ada di indonesia selalu diajarkan untuk tahu diri karena mereka merupakan kaum minoritas. Sehingga dalam bereaksi tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan meminta bantuan kepada orang lain.
Dalam pekerjaan, masyarakat cina harus mampu mennguasai banyak jenis pekerjaan, mulai dari paling mudah hingga yang paling sulit. Mereka menanamkan suatu ideologi bahwasetiap usaha atau pekerjaan tidak selalu permanen, seperti layaknya berputar, suatu saat di atas, lain wakyu dibawah. Modal masyarakat cina buan berupa uang saja, tapi juga berupa keterampilan, semangat dan kepercayaan dari relasi. Kesemunya itu akan membuahkan suatu hasil.
Pola pikir orang cina dalam berbisnis
Orang cina adalah orang yang memiliki pola pikir unik, terlebih terkait dengan dunia bisnis. Berbeda dengan kebanyakan orang, orang cina mampu membaca setiap peluang yang ada untuk meraup keuntungan. Banyak diantara mereka brpikir bahwa waktu adalah uang. Sehingga, pantang bagi mereka membuang-buang waktu tanpa adanya manfaat apapun terutama manfaat secara materi.
Orang cina sukses dalam berbisnis sejatinya memiliki pola pikir yang sama dengan oran sukses pada umumnya. Orang cina memandang bahwa uang sebagai kemersekaan dan kesempatan bukan sebagai akar dari kekacauan. Karena itu, orang cina menjadikan uang sebagai satu kesempatan meraih sukses dan menjadi kaya. Uang bagi mereka adalah sumber kemakmuran dan kebahagiaan bagi diri sendiri dan keluarga, bahkan bagi orang banyak.
Oleh sebab itu, setidaknya ada 5 pola pikir yang selalu melekat pada diri orang cina, yakni;
Satu, orang cina berpikir bahwa uang harus ditabung dan dijadikan alat untuk meningkatkan pendapatan. Soal investasi, oorang cina adalah jagonya. Mereka akan menginvestasikan sebagian besar keuntungan bisnisnya untuk mmbesarkan usaha yang dikelolanya. Sehingga, kelak bisnis yang ia kelola bisa menghasilkan keuntungan berlipat, dibandingkan sebelumnya. Karna itu pula, mereka rela hidup berhemat.
Dua, orang cina berfikir bahwa sukses untuk seseorang aadalah harus mau berusaha, terjun dalam dunia bisnis, dan mengelola sendiri bisnis tersebut. Orang cina dalam hal ini berbeda dengan kebanyakan orang. Mereka tak pernah takut bahwa berwirausaha mengandung resiko. Bagi mereka resiko gagal dalam menjalankan usaha adalah wajar. Sehingga tidak patut untuk ditakuti. Mereka berani keluar dari zona nyaman semisal bekerja disebuah instansi atau lembaga, karena mereka yakin bahwa sanggatlah sulit menjadi kaya kalau hanya mengandalkan gaji sebagai karyawan.
Tiga, berbeda dengan kebanyakan orang yang melihat uang secara emosional. Orang cina melihat uang dengan logikanya. Paada dasarnya orang cina memang dikenal sangat perhitungan, bahkan sangat cermat dalam mengeluarka uang. Namun, mereka tak penah takut akan kehilangan uang mereka saat mereka yakin secara logis bahwa uang mereka nantinya bisa menghasilkan banyak keuntungan.
Keempat, orang cina selalu fokus dengam uang dan bisnis mereka. Berbeda dengan kebanyakan orang yang tak memiliki keinginan kuat untuk mencapai targetnya, orang cina selalu fokus untuk mewujudkan targetnya. Mislanya, jika tahun iini mereka menargetkan keuntungan 200 juta dari bisnis yang dikelolanya, mereka akan bekerja keras, membanting tulang agar target 200 juta tersebut bisa dipenuhi. Mereka tidak akan menyerah untuk mewujudkan target tersebut.
Lima, orang cina tidak mudah dikendalikan oleh keinginan. Banyak orang cina yang sudah berhasil misalnya, tetap memilih untuk hidup secara ssederhana, dibanding menghambur-hamburkan uang untuk memenuhi hasrat dan keinginan semata. Bagi mereka, uang yang sudah didapatkan dengan memeras keringat, bahkan berjuang dengan berdarah-darah sangat tidak etis jika dihabiskan brgitu saja. Karena itu, mereka menginvestasikan uangnya. Sehingga, uang tersebut bisa digunakan oleh generasi-generasi setelahnya.
Orang cina sukses dalam berbisnis sejatinya memiliki pola pikir yang sama dengan oran sukses pada umumnya. Orang cina memandang bahwa uang sebagai kemersekaan dan kesempatan bukan sebagai akar dari kekacauan. Karena itu, orang cina menjadikan uang sebagai satu kesempatan meraih sukses dan menjadi kaya. Uang bagi mereka adalah sumber kemakmuran dan kebahagiaan bagi diri sendiri dan keluarga, bahkan bagi orang banyak.
Oleh sebab itu, setidaknya ada 5 pola pikir yang selalu melekat pada diri orang cina, yakni;
Satu, orang cina berpikir bahwa uang harus ditabung dan dijadikan alat untuk meningkatkan pendapatan. Soal investasi, oorang cina adalah jagonya. Mereka akan menginvestasikan sebagian besar keuntungan bisnisnya untuk mmbesarkan usaha yang dikelolanya. Sehingga, kelak bisnis yang ia kelola bisa menghasilkan keuntungan berlipat, dibandingkan sebelumnya. Karna itu pula, mereka rela hidup berhemat.
Dua, orang cina berfikir bahwa sukses untuk seseorang aadalah harus mau berusaha, terjun dalam dunia bisnis, dan mengelola sendiri bisnis tersebut. Orang cina dalam hal ini berbeda dengan kebanyakan orang. Mereka tak pernah takut bahwa berwirausaha mengandung resiko. Bagi mereka resiko gagal dalam menjalankan usaha adalah wajar. Sehingga tidak patut untuk ditakuti. Mereka berani keluar dari zona nyaman semisal bekerja disebuah instansi atau lembaga, karena mereka yakin bahwa sanggatlah sulit menjadi kaya kalau hanya mengandalkan gaji sebagai karyawan.
Tiga, berbeda dengan kebanyakan orang yang melihat uang secara emosional. Orang cina melihat uang dengan logikanya. Paada dasarnya orang cina memang dikenal sangat perhitungan, bahkan sangat cermat dalam mengeluarka uang. Namun, mereka tak penah takut akan kehilangan uang mereka saat mereka yakin secara logis bahwa uang mereka nantinya bisa menghasilkan banyak keuntungan.
Keempat, orang cina selalu fokus dengam uang dan bisnis mereka. Berbeda dengan kebanyakan orang yang tak memiliki keinginan kuat untuk mencapai targetnya, orang cina selalu fokus untuk mewujudkan targetnya. Mislanya, jika tahun iini mereka menargetkan keuntungan 200 juta dari bisnis yang dikelolanya, mereka akan bekerja keras, membanting tulang agar target 200 juta tersebut bisa dipenuhi. Mereka tidak akan menyerah untuk mewujudkan target tersebut.
Lima, orang cina tidak mudah dikendalikan oleh keinginan. Banyak orang cina yang sudah berhasil misalnya, tetap memilih untuk hidup secara ssederhana, dibanding menghambur-hamburkan uang untuk memenuhi hasrat dan keinginan semata. Bagi mereka, uang yang sudah didapatkan dengan memeras keringat, bahkan berjuang dengan berdarah-darah sangat tidak etis jika dihabiskan brgitu saja. Karena itu, mereka menginvestasikan uangnya. Sehingga, uang tersebut bisa digunakan oleh generasi-generasi setelahnya.
Prinsip bisnis orang cina
Orang cina memiliki bakat luar biasa dalam berbisnis mereka dapat menjalankan aktivitas bisnisnya dimanapun mereka berada mereka tidak takut untuk berbisnis dikomunitas selain dirinya, semisal komunitas arab, india, maupun melayu. Karena bagi mereka, bisnis harus tetap berjalan dengan baik dimana saja tanpa peduli mendapatkan ketat bangsa lain. Mereka yakin bahwa dengan ciri khas yang dimiliki, konsumen dengan sendirinya melirik mereka.
Ada beberapa prinsip yang dipegang teguh oleh orang cina dalam berbisnis, diantaranya adalah sebagai berikut :
Satu, dalam berbisnis prinsip agresivitas selalu dipegang teguh oleh orang cina. Dalam menjalankan aktivitas bisnis, tidak ada konsep kompromi dan bertangung rasa terutama jika bersangkutan dengan persoalan untung dan rugi. Orang cina menggunakan tawar menawar kepada pelanggan, namun hal itu tidak boleh sampai membuat mereka rugi.
Dua, jngan melepaskan peluang. Orang cina memiliki prinsip bahwa sekali terlepas suatu peluang, maka akan sulit untuk merebutnya kembali. Peluang apapun bentuknya hanya datang sekali. Wktu adalah uang dan melepaskannya berarti membuang keuntungan dan menolak kekayaan.
Tiga, berani mengambil resiko. Orang cina adalah orang yang berani mengambil resiko termasuk gagal, rugi ataupun bangkrut. Bagi orang cina, berbisnis atau berdagang adalah suatu kegiatan yang penuh resiko. Tidak ada jaminan bahwa kegiatan binis yang mereka jalankan mendatangkan keuntungan.
Empat, tahan banting. Berbisnis atau berdagang menuntut pengorbanan yang banyak, seperti waktu, uang, eergi dan sebagainya. Berbisnis juga memerlukan stamina yang kuat. Seseorang yang baru terjum dalam dunia bisnis hars bersusah payah terlebih dahulu untuk kemudian bisa menikmati kesuksesan dalam konteks ini, orang cina benar-benar sudah teruji. Mereka meyakini bahwa kesuksesan adalah hl pasti saat mereka mau bekerja keras untuk mendapatkannya.
Lima, tidak mudah menyerah pada nasib. Orang cina percaya hidup seumpama roda sebentar diatas dan ada kalanya dibawah. Jatuh bangun dan untung rugi adalah hal biasa. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Enam, semangat berjuang. Pebisnis adalah petarung tangguh. Meraka harus punya cara ampuh untuk bertahan hidup. Pebisnis juga harus memiliki cara dan motivasi yang tak mudah padam. Mereka harus bersemangat untuk menjalankan bisnis. Jadi setiap tindakan harus dihadapi dengan telit dan gigih. Dalam hal inilah, orang cina selalu menekankan pada diri mereka untuk selalu bersemangat dalam bekerja.
Ada beberapa prinsip yang dipegang teguh oleh orang cina dalam berbisnis, diantaranya adalah sebagai berikut :
Satu, dalam berbisnis prinsip agresivitas selalu dipegang teguh oleh orang cina. Dalam menjalankan aktivitas bisnis, tidak ada konsep kompromi dan bertangung rasa terutama jika bersangkutan dengan persoalan untung dan rugi. Orang cina menggunakan tawar menawar kepada pelanggan, namun hal itu tidak boleh sampai membuat mereka rugi.
Dua, jngan melepaskan peluang. Orang cina memiliki prinsip bahwa sekali terlepas suatu peluang, maka akan sulit untuk merebutnya kembali. Peluang apapun bentuknya hanya datang sekali. Wktu adalah uang dan melepaskannya berarti membuang keuntungan dan menolak kekayaan.
Tiga, berani mengambil resiko. Orang cina adalah orang yang berani mengambil resiko termasuk gagal, rugi ataupun bangkrut. Bagi orang cina, berbisnis atau berdagang adalah suatu kegiatan yang penuh resiko. Tidak ada jaminan bahwa kegiatan binis yang mereka jalankan mendatangkan keuntungan.
Empat, tahan banting. Berbisnis atau berdagang menuntut pengorbanan yang banyak, seperti waktu, uang, eergi dan sebagainya. Berbisnis juga memerlukan stamina yang kuat. Seseorang yang baru terjum dalam dunia bisnis hars bersusah payah terlebih dahulu untuk kemudian bisa menikmati kesuksesan dalam konteks ini, orang cina benar-benar sudah teruji. Mereka meyakini bahwa kesuksesan adalah hl pasti saat mereka mau bekerja keras untuk mendapatkannya.
Lima, tidak mudah menyerah pada nasib. Orang cina percaya hidup seumpama roda sebentar diatas dan ada kalanya dibawah. Jatuh bangun dan untung rugi adalah hal biasa. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Enam, semangat berjuang. Pebisnis adalah petarung tangguh. Meraka harus punya cara ampuh untuk bertahan hidup. Pebisnis juga harus memiliki cara dan motivasi yang tak mudah padam. Mereka harus bersemangat untuk menjalankan bisnis. Jadi setiap tindakan harus dihadapi dengan telit dan gigih. Dalam hal inilah, orang cina selalu menekankan pada diri mereka untuk selalu bersemangat dalam bekerja.
Pelajaran bisnis orang cina
Tao zhu gong melengkapi prinsip dan filosofi bisnisnya dengan memberikan 16 pelajaran bisnis yang harus diperhatikan secara serius oleh pebisnis yang ingin sukses. Pelajaran bisnis ini hendaknya dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankan secara baik, sebagaimana banyak dilakukan oleh pebisnis cina.
Berikut ini adalah 16 pelajaran bisnis tao zhu gong, yang tentu saja sudah banyak mendapatkan modifikasi oleh generasi pebisnis cina setelahnya :
Pelajaran bisnis pertama : dalam mengelola bisnis, diperlukan kerajinan, kemalasan akan menghancurkan segalanya. (sheng yi yao qin jin,lan duo ze bai shi fei). Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-5, kemampuan bersikap dan fleksibel (neng min jie), prinsip ke 10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji), dan prinsip ke 11, kemampuan menilai dan menjadi contoh (neng chang lu)
Pelajaran bisnis kedua : orang harus dihadapi dengan rasa hormat; tempranen pemarah dan sikap yang buruk akan benar-benar menghilangkan penjualan. Bisa dikatakan bahwa ke-12 pantangan bisnis tidak berisi ungkapan yang ada hubungannya dengan prinsip bisnis ke 7 mengenai mengenal, menangani, dan menempatkan orang. Sebaliknya, pelajaran bisnis ke-2 ini langsung berhubungan dengan prinsip bisnis ke 2 kemampuan menangani orang (neng jie na).
Pelajaran bisnis ketiga : harga produk harus ditampilkan dengan jelas, harga yang samar akan menyebabkan perdebatan dan perselisihan (yi jia yao ding ming, han hu ze zheng zhi duo). Pelajaran ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke 4 kemampuan untuk mengorganisasikan (neng zheng duni).
Pelajaran keempat : rekening harus di cek dengan teliti dan dimonitor, kecerobohan dan kesiapan akan membuat modal tak bergerak (zhang mu yao ji cha, dai ze zi ben zhi). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke 4, kemampuan mengorganisasikan (neng zheng dun).
Pelajaran bisnis keenam : untuk mengabulkan kredit dan mengeluarkan dana diperlukan kebijaksanaan dan perhatian kecerobohan hanya akan mengakibatkan kerugian dan kelemahan (chu na yao jin shen,da yi ze cuo lou duo). Pelajaran bisnis ini langsung berhubungan dengan prinsip biisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Cara perusahan mengabulkan kredit yang diminta kliennya, akan mempengaruhi mudah tidaknya proses dalam penagihan. Pelajaran bisnis ke 6 juga dapat dihubungkan, jika perusahaan memiliki mekanisme yang efktif dalam menyaring pelanggannya (yaitu, mengenal mereka secara mendalam), potensi gagal bayar akan semakin kecil.
Pelajaran bisnis ketujuh : pembayaran harus dilakukan pada waktu yang sudah disepakati, penundaan akan menyebabkan hilangnya kreadibilitas (qi yin yao yue ding, yan chi ze shi xin yong shi). Pelajaran bisnis ini merupakan kebalikan dari prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Di satu sisi perusahaan harus berani meminta editor membayar, namun disisi lain perusahaan juga harus memlih sikap bertanggung jawab terhadap krediturnya.
Pelajaan bisnis kedelapan : kejadian yang tidak pernah biharapkan harus dihadapi dengan tangung jawab. Mengabaikannya hanya akan menambah kerugian. (lin shi yao ze ren, fang qi ze shou hai da). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke tiga. Kemampuan memusatkan usaha (neng a n ye). Dengan kata lain, bila seseorang mendirikan suatu usaha, dia harus tetap menekuninya, dan tidak mudah menyerah. Pelajaran bisnis ini juga dapat di hubungkan dengan dua prinsip bisnis lainya, yaitu, prinsip bisnis ke lima, kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip bisnis ke sepuluh. Kemampuan mendiaknosa peluang dan ancaman (neng zhi ji).
Pelajaran bisnis ke sembilan : sumberdaya harus di gunakan secara cermat. Pemborosan akan mengikis kekayaan. (yong du yau jie jian, she chi ze young tu jie). Pelajaran bisnis ini ada hubungannya dengan prinsip bisnis ke sebelas, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh (neng chang lu). Seseorang pemimpin harus bisa menjadi contoh moral melalui gaya hidupnya dan bagaimana ia mengelola sumber daya perusahaan. Jika dia bersifat serampangan, maka harta perusahaan akan di kelola bagaikan usaha untung-untungan. Pelajaran bisnis ini, dapat juga dihubungkan dengan prinsip bisnis ketiga. Kemampuan memusatkan usaha (neng an ye), dan prinsip ke duabelas, kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Jika bisnis perusahaan di fokuskan dengan baik, kecil sekali kemungkinan penggunaan dana untuk hl yang tidak perlu dan tidak membantu meningkatkan kompetensi dan daya saing. Demikian juga bila pemimpin perusahaan mampu melihat jauh kedepan, mereka akan mengetahui bagaimana menggunakan sumberdaya dengan lebih hemat dan menumbuhkembangkan bisnis.
Pelajaran bisnis ke sepuluh : penjualan harus di lakukan setiap saat ; penundaan akan menyebabkan hilangnya peluang (mai mai yao sui shi, ai yan ze ji hui shi). Pelajaran bisnis ini dapat di hubungkan dengan prinsip bisnis kesepulu, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji), dan prinsip bisnis kelima, kemampuan bersifat tangkas dan fleksibel ( neng min jie). Tidak bisadapat disangkal bahwa bisnis adalah usha memanfaatkan peluang dan menghindari acaman sehingga bisa menghasilkan uang dan uang. Untuk mencapainya, pemngusaha harus tangkas dan fleksibel sehingga dapat memberikan respons dengan cepat dan efektif.
Pelajaran bisnis kesebelas : bebitur harus benar-benar dicermati, memberi pinjaman tanpa seleksi akan mengakibatkan pengikisan modal (she qian yao shi ren, lan chu zhe xue ben kui). Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis pertama, kemampuan mengenali orang ( neng shi ren). Pada dasarnya dalam menjalankan bisnisnya pengusaha cina sangat bergntung pada guangxi (hubungan/relasi). Sebab itu mengenal lebih baik pelangganya sebelum mengabulkan pemberian kredit menjadi sangat penting ; jika tidak mereka akan terbebani oleh utang yang tidak tertagih. Tak hanya itu, kekuetan finansial berusahaan juga akan sangat terpengaruh.
Pelajaran bisnis keduabelas ; baik dan buruk harus dapat dibedakan dengan jelas kelalaian akan menyebabkan kekacauan dan kebingungan (you lie yau fen ging, gau qie ye bi hu tu). Pelajaran bisnis ini dapat di hubungkan dengan prinsip bisnis ke delapan. Kemampuan berbicara (neng bian lun). Untuk dapat berbicara dengan baik, orang harus memiliki fikiran jernih yang mampu memisahkan “kambing”dari”domba” dan mampu memberikan argumen dengan cara paing mudah di mengerti. Pelajaran bisnis keduabelas dapat juga di aplikasikan pada prinsip bisnis ke sembilan. Kemampuan unggul dalam pembelian (neng ban huo). Pada saat membeli, orang harus tau barang mana yang nantinya akan laku, jika tidak, perusahaan bisa menumpuk terlalu banyak barang dan produk tak terjual yang akhirnya menjadi kadaluarsa.
Pelajaran bisnis ketigabelas ; karyawan harus jujur dan tulus, karyawan yang licik dan tidak jujur akan menyusahkan pimpinan (yong ren yao fang zheng, gui jue ze su qi lei). Pelajaran bisnis ini hampir sama dengan prinsip ketujuh, kemampuan menempatkan orang (neng yong reng). Pemimpin yang tau bagaimana memilih karyawan yang tepat tidak akan terlalu ditumbuni berbagai masalah yang berhubungan dengan manajemen sumberdaya manusia.
Pelajaran bisnis keempatbelas ; barang-barang harus di teliti dengan baik ; membeli dengan serampangan dan tidak berhati-hati akan menyebabkan harga menjadi turun (huo wu yao mian yan, lan shou jia di). Pelajaran bisnis ini jelas memiliki hubungan dengn prinsip kesembilan, kemampuan ungguk dalam pembelian.
Pelajaran bisnis kelimabelas ; masalah keuangan harus diatur dengan bijaksana, kecerobohan akan menyebabkan masalah dan kesusahan (qian cai yao qing chu, hu tu ze bi dou sheng). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis keenam. Kemampuan menagih pembayaran (neng tau zang). Kemampuan mengutip pembayaran baru merupakan salah satu bagian dari manajemen keuangan yang seimbang, sedang kan bagian lainya adalah belajar mengendalikan dana secara bijaksana.
Pelajaran bisnis keenambelas : pemimpin harus mantap dan tenang ; kesembronosn dan ketergesa-gesaan akan menyebabkan kesilapan dan kesalahan (zhu sin yau zen ding, wang zuo ze wu shi duo). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis kesebelas, kemempuan untuk memulai dsn menjadi teladan (neng chang li).
Berikut ini adalah 16 pelajaran bisnis tao zhu gong, yang tentu saja sudah banyak mendapatkan modifikasi oleh generasi pebisnis cina setelahnya :
Pelajaran bisnis pertama : dalam mengelola bisnis, diperlukan kerajinan, kemalasan akan menghancurkan segalanya. (sheng yi yao qin jin,lan duo ze bai shi fei). Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-5, kemampuan bersikap dan fleksibel (neng min jie), prinsip ke 10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji), dan prinsip ke 11, kemampuan menilai dan menjadi contoh (neng chang lu)
Pelajaran bisnis kedua : orang harus dihadapi dengan rasa hormat; tempranen pemarah dan sikap yang buruk akan benar-benar menghilangkan penjualan. Bisa dikatakan bahwa ke-12 pantangan bisnis tidak berisi ungkapan yang ada hubungannya dengan prinsip bisnis ke 7 mengenai mengenal, menangani, dan menempatkan orang. Sebaliknya, pelajaran bisnis ke-2 ini langsung berhubungan dengan prinsip bisnis ke 2 kemampuan menangani orang (neng jie na).
Pelajaran bisnis ketiga : harga produk harus ditampilkan dengan jelas, harga yang samar akan menyebabkan perdebatan dan perselisihan (yi jia yao ding ming, han hu ze zheng zhi duo). Pelajaran ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke 4 kemampuan untuk mengorganisasikan (neng zheng duni).
Pelajaran keempat : rekening harus di cek dengan teliti dan dimonitor, kecerobohan dan kesiapan akan membuat modal tak bergerak (zhang mu yao ji cha, dai ze zi ben zhi). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke 4, kemampuan mengorganisasikan (neng zheng dun).
Pelajaran bisnis keenam : untuk mengabulkan kredit dan mengeluarkan dana diperlukan kebijaksanaan dan perhatian kecerobohan hanya akan mengakibatkan kerugian dan kelemahan (chu na yao jin shen,da yi ze cuo lou duo). Pelajaran bisnis ini langsung berhubungan dengan prinsip biisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Cara perusahan mengabulkan kredit yang diminta kliennya, akan mempengaruhi mudah tidaknya proses dalam penagihan. Pelajaran bisnis ke 6 juga dapat dihubungkan, jika perusahaan memiliki mekanisme yang efktif dalam menyaring pelanggannya (yaitu, mengenal mereka secara mendalam), potensi gagal bayar akan semakin kecil.
Pelajaran bisnis ketujuh : pembayaran harus dilakukan pada waktu yang sudah disepakati, penundaan akan menyebabkan hilangnya kreadibilitas (qi yin yao yue ding, yan chi ze shi xin yong shi). Pelajaran bisnis ini merupakan kebalikan dari prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Di satu sisi perusahaan harus berani meminta editor membayar, namun disisi lain perusahaan juga harus memlih sikap bertanggung jawab terhadap krediturnya.
Pelajaan bisnis kedelapan : kejadian yang tidak pernah biharapkan harus dihadapi dengan tangung jawab. Mengabaikannya hanya akan menambah kerugian. (lin shi yao ze ren, fang qi ze shou hai da). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke tiga. Kemampuan memusatkan usaha (neng a n ye). Dengan kata lain, bila seseorang mendirikan suatu usaha, dia harus tetap menekuninya, dan tidak mudah menyerah. Pelajaran bisnis ini juga dapat di hubungkan dengan dua prinsip bisnis lainya, yaitu, prinsip bisnis ke lima, kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip bisnis ke sepuluh. Kemampuan mendiaknosa peluang dan ancaman (neng zhi ji).
Pelajaran bisnis ke sembilan : sumberdaya harus di gunakan secara cermat. Pemborosan akan mengikis kekayaan. (yong du yau jie jian, she chi ze young tu jie). Pelajaran bisnis ini ada hubungannya dengan prinsip bisnis ke sebelas, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh (neng chang lu). Seseorang pemimpin harus bisa menjadi contoh moral melalui gaya hidupnya dan bagaimana ia mengelola sumber daya perusahaan. Jika dia bersifat serampangan, maka harta perusahaan akan di kelola bagaikan usaha untung-untungan. Pelajaran bisnis ini, dapat juga dihubungkan dengan prinsip bisnis ketiga. Kemampuan memusatkan usaha (neng an ye), dan prinsip ke duabelas, kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Jika bisnis perusahaan di fokuskan dengan baik, kecil sekali kemungkinan penggunaan dana untuk hl yang tidak perlu dan tidak membantu meningkatkan kompetensi dan daya saing. Demikian juga bila pemimpin perusahaan mampu melihat jauh kedepan, mereka akan mengetahui bagaimana menggunakan sumberdaya dengan lebih hemat dan menumbuhkembangkan bisnis.
Pelajaran bisnis ke sepuluh : penjualan harus di lakukan setiap saat ; penundaan akan menyebabkan hilangnya peluang (mai mai yao sui shi, ai yan ze ji hui shi). Pelajaran bisnis ini dapat di hubungkan dengan prinsip bisnis kesepulu, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji), dan prinsip bisnis kelima, kemampuan bersifat tangkas dan fleksibel ( neng min jie). Tidak bisadapat disangkal bahwa bisnis adalah usha memanfaatkan peluang dan menghindari acaman sehingga bisa menghasilkan uang dan uang. Untuk mencapainya, pemngusaha harus tangkas dan fleksibel sehingga dapat memberikan respons dengan cepat dan efektif.
Pelajaran bisnis kesebelas : bebitur harus benar-benar dicermati, memberi pinjaman tanpa seleksi akan mengakibatkan pengikisan modal (she qian yao shi ren, lan chu zhe xue ben kui). Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis pertama, kemampuan mengenali orang ( neng shi ren). Pada dasarnya dalam menjalankan bisnisnya pengusaha cina sangat bergntung pada guangxi (hubungan/relasi). Sebab itu mengenal lebih baik pelangganya sebelum mengabulkan pemberian kredit menjadi sangat penting ; jika tidak mereka akan terbebani oleh utang yang tidak tertagih. Tak hanya itu, kekuetan finansial berusahaan juga akan sangat terpengaruh.
Pelajaran bisnis keduabelas ; baik dan buruk harus dapat dibedakan dengan jelas kelalaian akan menyebabkan kekacauan dan kebingungan (you lie yau fen ging, gau qie ye bi hu tu). Pelajaran bisnis ini dapat di hubungkan dengan prinsip bisnis ke delapan. Kemampuan berbicara (neng bian lun). Untuk dapat berbicara dengan baik, orang harus memiliki fikiran jernih yang mampu memisahkan “kambing”dari”domba” dan mampu memberikan argumen dengan cara paing mudah di mengerti. Pelajaran bisnis keduabelas dapat juga di aplikasikan pada prinsip bisnis ke sembilan. Kemampuan unggul dalam pembelian (neng ban huo). Pada saat membeli, orang harus tau barang mana yang nantinya akan laku, jika tidak, perusahaan bisa menumpuk terlalu banyak barang dan produk tak terjual yang akhirnya menjadi kadaluarsa.
Pelajaran bisnis ketigabelas ; karyawan harus jujur dan tulus, karyawan yang licik dan tidak jujur akan menyusahkan pimpinan (yong ren yao fang zheng, gui jue ze su qi lei). Pelajaran bisnis ini hampir sama dengan prinsip ketujuh, kemampuan menempatkan orang (neng yong reng). Pemimpin yang tau bagaimana memilih karyawan yang tepat tidak akan terlalu ditumbuni berbagai masalah yang berhubungan dengan manajemen sumberdaya manusia.
Pelajaran bisnis keempatbelas ; barang-barang harus di teliti dengan baik ; membeli dengan serampangan dan tidak berhati-hati akan menyebabkan harga menjadi turun (huo wu yao mian yan, lan shou jia di). Pelajaran bisnis ini jelas memiliki hubungan dengn prinsip kesembilan, kemampuan ungguk dalam pembelian.
Pelajaran bisnis kelimabelas ; masalah keuangan harus diatur dengan bijaksana, kecerobohan akan menyebabkan masalah dan kesusahan (qian cai yao qing chu, hu tu ze bi dou sheng). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis keenam. Kemampuan menagih pembayaran (neng tau zang). Kemampuan mengutip pembayaran baru merupakan salah satu bagian dari manajemen keuangan yang seimbang, sedang kan bagian lainya adalah belajar mengendalikan dana secara bijaksana.
Pelajaran bisnis keenambelas : pemimpin harus mantap dan tenang ; kesembronosn dan ketergesa-gesaan akan menyebabkan kesilapan dan kesalahan (zhu sin yau zen ding, wang zuo ze wu shi duo). Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis kesebelas, kemempuan untuk memulai dsn menjadi teladan (neng chang li).
Pantangan bisnis tao zhu gong
Bagi orang cina, untuk meraih sukses, seseorang tidak hanya perlu menerapkan prinsip-prinsip tao zhu gong. Pasalnya, tao zhu gong juga telah marumuskan beberapa pantangan bagi para pebisnis agar meraih banyak kesuksesn. Berikut 12 pantangan bisnis ala tao zhu gong:
Pantangan bisnis pertama, jangan lamur dan berpandangan sempit (wu bi lou), pantangan bisnis ini dikontraskn dengan prinsip bisnis ke-12, yaitu kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Dia tidak mungkin memiliki cara pandang seperti helikopter yang sangat diperlukan orang untuk melihat jauh dan membangun perspektif jangka panjang.
Pantangan bisnis kedua: jangan terlalu mengagungkan kebesaran (wu xu hua). Pantangan ini dapat dihubumgkan dengan prinsip bisnis ke 3, yaitu kemampuan berfokus pada bisnis(neng a n ye). Orng yang mengagungkan kebesaran cenderung mudah digoyahkan. Dia akan cenderung didikte oleh kejadian dan perubahan-perubahan, bukan mengendalikannya. Akibatnya, bisnisnya pasti kehilangan fokus, sehingga tidak mungkin ia membangun kompetisi inti perusahaan.
Pantangan bisnis ketiga: jangan ragu-ragu (wo yu rou). Pantangan ini dengan muda dikontraskan dengan prinsip bisnis ke 5, yaitu kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Untuk mengambil keutungan dari peluang yang ada dan untuk menyikapi ancaman dengan efektif, orang harus tangkas dan fleksibel.
Pantangan bisnis keempat: jangan malas (wu lan duo). Ini merupakan pantangan bisnis yang cakupannya cukup luas. Dapat dihubungkan dengan berbagai prinsip bisnis, misalnya, dengan prinsip bisnis ke-4 kemampuan mengorganisasikan (neng zheng dun). Tidak diragukan lagi, untuk menjadi , kerja keras dan jiwa kepemimpinan patut dijadikan teladan. Tidak ada ruang untuk berpangku tangan.
Pantangan bisnis kelima: jangan keras kepala(wu gu zhi). Keras kepala menunjukkan ketidakluwesan, ketidakmauan untuk berubah dan menyesuaikan diri.karena itu, pantangan bisnis ini dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis yang ke 5 yaitu kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Karena itu, pantangan bisnis ke 5 ini, dihubungkan dengan prinsip bisnis ke 11, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh (neng chang lu).
Pantangan bisnis keenam: jngan terlalu argumentatif (we qiang bian). Pantangan bisnis ke 6 ini dengan mudah dapat digunakan untuk mendukung prinsip bisnis ke 8, kemampuan bicara (neng bian lun). Pada akhirnya, perlu diancamkan bahwa seseorang tidak harus selalu memenangkan perdebatan. Sebaliknya, orang harus belajar kapan harus menang dan kapan harus mundur dengan keanggunan.
Pantangan bisnis ketujuh: jangan mudah menmbuka diri (wu qing chu). Ada berbagai cara untuk menafsirkan apa yang dimaksud dengan mudah membuka diri, ini dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis ke 3, kemampuan memusatkan usaha (neng an ye). Karena itu, pantangan bisnis juga dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang).
Pantangan bisnis kedelapan: jangan rakus akan pinjaman (wu tan she). Dalam perspektif finansial, prinsip bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke 3, kemampuan untuk berfokus pada usaha (neng an ye) dan berlawanan dengan prinsip bisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Karena itu, pengusaha yang mampu menagih pembayaran bisnisnya menghargai pentingnya perencanaan kas serta dampaknya terhadap operasional perusahaan. Kemungkinan besar, dia akan cenderung lebih bijaksana dan menggunakan kredit.
Pantangan bisnis kesembilan: jangan terlibat dalam persaingan yang tidak perlu(wu zheng qu). Apabila huruf cina (wu zheng qu) digunakan untuk menggambarkan seseorang. Maka gambaran yang ditunjukan adalah orang yang mudah tergoda dan suka melibatan diri dalam berbagai tindakan. Seorang pengusaha yang sanggat terfokus tidak akan tergoda dan bergegas masuk ke dalam prtempuran dengan kompetitornya.
Pantangan bisnis kesepuluh: jangan melemahkan simpanan dan surplus (wu bo xu). Prinsip ini sanggat berhubungan dengan prinsip bisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Pengusaha yang berwawasan ke depan akan mengetahui pentingnya membangun surplus agar dapat digunakan saat muncul berbagai peluang bisnis. Surplus juga diperlukan untuk mengatasi masa-masa sulit yang bisa muncul kapan saja dari waktu ke waktu.
Pantangan bisnis kesebelas: jangan abaikan perubahan kondisi dan tren bisnis (wu mei shi). Pantangan ini jelas berhubungan dengan prinsip bisnis ke 10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji). Apabila tren dan kondisi bisnis berubah, pengusaha yang bijak pasti segera menganalisis implikasinya. Dia mengetahui bahwa agar bisnisnya tumbuh pesat, perusahaan tidak hanya beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis dan berubah-ubah, tetapi ia juga harus berinteraksi dengan kondisi tersebut.
Pantangan bisnis keduabelas: jangan terlalu mengandalkan produk yang ada (wu chi huo). Terlalu mengandalkan produk yang ada menunjukkan anda berasumsi tren dan kondisi bisnis, termasuk selera dan keinginan konsumen tidak akan berubah. Salah satu cara menghindari hal ini adalah dengan menerapkan prinsip bisnis ke 9; kemampuan unggul dalam pembelian (neng ban huo).
Pantangan bisnis pertama, jangan lamur dan berpandangan sempit (wu bi lou), pantangan bisnis ini dikontraskn dengan prinsip bisnis ke-12, yaitu kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Dia tidak mungkin memiliki cara pandang seperti helikopter yang sangat diperlukan orang untuk melihat jauh dan membangun perspektif jangka panjang.
Pantangan bisnis kedua: jangan terlalu mengagungkan kebesaran (wu xu hua). Pantangan ini dapat dihubumgkan dengan prinsip bisnis ke 3, yaitu kemampuan berfokus pada bisnis(neng a n ye). Orng yang mengagungkan kebesaran cenderung mudah digoyahkan. Dia akan cenderung didikte oleh kejadian dan perubahan-perubahan, bukan mengendalikannya. Akibatnya, bisnisnya pasti kehilangan fokus, sehingga tidak mungkin ia membangun kompetisi inti perusahaan.
Pantangan bisnis ketiga: jangan ragu-ragu (wo yu rou). Pantangan ini dengan muda dikontraskan dengan prinsip bisnis ke 5, yaitu kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Untuk mengambil keutungan dari peluang yang ada dan untuk menyikapi ancaman dengan efektif, orang harus tangkas dan fleksibel.
Pantangan bisnis keempat: jangan malas (wu lan duo). Ini merupakan pantangan bisnis yang cakupannya cukup luas. Dapat dihubungkan dengan berbagai prinsip bisnis, misalnya, dengan prinsip bisnis ke-4 kemampuan mengorganisasikan (neng zheng dun). Tidak diragukan lagi, untuk menjadi , kerja keras dan jiwa kepemimpinan patut dijadikan teladan. Tidak ada ruang untuk berpangku tangan.
Pantangan bisnis kelima: jangan keras kepala(wu gu zhi). Keras kepala menunjukkan ketidakluwesan, ketidakmauan untuk berubah dan menyesuaikan diri.karena itu, pantangan bisnis ini dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis yang ke 5 yaitu kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Karena itu, pantangan bisnis ke 5 ini, dihubungkan dengan prinsip bisnis ke 11, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh (neng chang lu).
Pantangan bisnis keenam: jngan terlalu argumentatif (we qiang bian). Pantangan bisnis ke 6 ini dengan mudah dapat digunakan untuk mendukung prinsip bisnis ke 8, kemampuan bicara (neng bian lun). Pada akhirnya, perlu diancamkan bahwa seseorang tidak harus selalu memenangkan perdebatan. Sebaliknya, orang harus belajar kapan harus menang dan kapan harus mundur dengan keanggunan.
Pantangan bisnis ketujuh: jangan mudah menmbuka diri (wu qing chu). Ada berbagai cara untuk menafsirkan apa yang dimaksud dengan mudah membuka diri, ini dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis ke 3, kemampuan memusatkan usaha (neng an ye). Karena itu, pantangan bisnis juga dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang).
Pantangan bisnis kedelapan: jangan rakus akan pinjaman (wu tan she). Dalam perspektif finansial, prinsip bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke 3, kemampuan untuk berfokus pada usaha (neng an ye) dan berlawanan dengan prinsip bisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Karena itu, pengusaha yang mampu menagih pembayaran bisnisnya menghargai pentingnya perencanaan kas serta dampaknya terhadap operasional perusahaan. Kemungkinan besar, dia akan cenderung lebih bijaksana dan menggunakan kredit.
Pantangan bisnis kesembilan: jangan terlibat dalam persaingan yang tidak perlu(wu zheng qu). Apabila huruf cina (wu zheng qu) digunakan untuk menggambarkan seseorang. Maka gambaran yang ditunjukan adalah orang yang mudah tergoda dan suka melibatan diri dalam berbagai tindakan. Seorang pengusaha yang sanggat terfokus tidak akan tergoda dan bergegas masuk ke dalam prtempuran dengan kompetitornya.
Pantangan bisnis kesepuluh: jangan melemahkan simpanan dan surplus (wu bo xu). Prinsip ini sanggat berhubungan dengan prinsip bisnis ke 6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Pengusaha yang berwawasan ke depan akan mengetahui pentingnya membangun surplus agar dapat digunakan saat muncul berbagai peluang bisnis. Surplus juga diperlukan untuk mengatasi masa-masa sulit yang bisa muncul kapan saja dari waktu ke waktu.
Pantangan bisnis kesebelas: jangan abaikan perubahan kondisi dan tren bisnis (wu mei shi). Pantangan ini jelas berhubungan dengan prinsip bisnis ke 10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji). Apabila tren dan kondisi bisnis berubah, pengusaha yang bijak pasti segera menganalisis implikasinya. Dia mengetahui bahwa agar bisnisnya tumbuh pesat, perusahaan tidak hanya beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis dan berubah-ubah, tetapi ia juga harus berinteraksi dengan kondisi tersebut.
Pantangan bisnis keduabelas: jangan terlalu mengandalkan produk yang ada (wu chi huo). Terlalu mengandalkan produk yang ada menunjukkan anda berasumsi tren dan kondisi bisnis, termasuk selera dan keinginan konsumen tidak akan berubah. Salah satu cara menghindari hal ini adalah dengan menerapkan prinsip bisnis ke 9; kemampuan unggul dalam pembelian (neng ban huo).
Prinsip bisnis tao zhu gong
Bagi orang cina, nama tao zhu gong tidaklah asing. Ia adalah seorang pebisnis handal, prinsip dan filosofi bisnisnya mampu menginspirasi para pebisnis cina untuk meraih kesuksesan. Meski prinsip dan filosofi berbisnisnya sudah berusiahampir 2.500 tahun, namun prinsip-prinsip tersebut tidak kadaluarsa.
Tao zhu gong bernama asli fan li adalah seorang ahli strategi perang dan tangan kanan kaisar yue, yaitu gou jian (500 SM). Sang raja dikenal luas memiliki tabiat buruk. Karena tidak mendengarkan fan li, sang raja pun harus rela kehilangan tahta dan hidup terhina. Namun, berkat bantuan fan li, ia kemudian berhasil memimpin kembali.
Setelah peristiwa tersebut, fan li tidak menemukan kebahagiaan dalam kehidupan istana dan memilih mengundurkan diri. Ia sadar masa-masa sulit telah berlalu dan kekuasaan adalah sesuatu yang peka. Fan li kemudian mengembara ke berbagai plosok.
Demi melindungi dirinya, fan li kemudian merubah penampilan dari seorang jendral menjadi sosok rakyat jelata yang suka mengalah, lembut dan kelihatan lemah. Ia juga merubah namanya menjadi tao zhu gong. Karena cakap dalam menilai karakter, fan li sukses menjadi multi milioner pertama didaratan tiongkok.
Instansi dari ajaran tao zhu gong sangat popular. Karena ditulis dalam aksara mandarin dan sering berwujud kaligrafi. Pernah generasi 1980-an beranggapan nilai-nilai itu tidak sesuai lagi. Namun, ketika ekonomi tiongkok bangkit semua warisan itu menjadi topik bahasan dinegara maju. Dari strtegi sun tzu, 36 strategi hingga buku terakhir prinsip tao zhu gong, kedua buku sun tzu dan 36 strategi adalah aplikasi perang ke bisnis adalah tao zhu gong. Didalam pandangan tao zhu gong terdapat 12 prinsip bisnis:
Prinsip bisnis ke 1 : kemampuan mengenal orang. Mengetahui karakter orang akan menjamin kestabilan keuangan anda. (neng shi ren:zhi ren shan e, zhang mu fu).
Prinsip bisnis ke 2 : mampu menangani orang, memperlakukan orang dengan rasa hormat akan membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang. (neng jie na:li wen xiang dai, jiao guan zhe zhong)
Prinsip bisnis ke 3 : kemampuan berfokus pada bisnis. Mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupkan kutukan dalam bisnis.
Prinsip bisnis ke 4 : kemampuan mengorganisasikan. Bila produk ditampilkan dengan baik, ia akan menarik perhatian banyak orang. (neng zheng dun; huo wu zheng qi, duo ren xin mu).
Prinsip bisnis ke 5 : kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel. Keengganan dan keraguan akan menghasilkan kesia-siaan. (neng min jie:you yi bu jue,zhong gui wu cheng)
Prinsip bisnis ke 6 : kemampuan menagih bayaran: rajin dan rewel akan memmberikan keuntungan bagi perusahaan (neng tao zhang;qin jin bu dai,qu tao zi duo).
Prinsip bisnis ke 7 : kemampuan memperkerjakan dan menemptkan sumber daya manusia. Memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan. (neng young ren:yin cai qi shi, ren shi you lai).
Prinsip bisnis ke 8 : kemampuan berbicara. Kepandaian berbicara bisa mendatangkan keberuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain. (nebg bian lun:zuo cai you dao, chan fa yu meng)
Prinsip bisnis ke 9 : kemampuan unggul dalam pembelian. Dalam pembelian, menawar sampai setiap ons-nya tidak akan mengurangi modal anda. (neng ban huo:zhi huo bu ke, zhi ben bian jing)
Prinsip bisnis ke 10 : kemampuan mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman. Praktik bisa yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan menyimpang pada waktu yang tepat. (neng zhi ji:shou zhu zui zhi,ke cheng ming zhe)
Prinsip bisnis ke 11 : kemampuan memulai dan menjadi contoh. Persahabatan dan kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan. (neng chang lu:gong xing yi lu:qin gan zhi sheng)
Prinsip bisnis ke 12 : kemampuan melihat jauh ke depan. Kapan harus mencari lebih banyak, mencenangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi (neng yuan shu:duo gua kuan jin,zhuo zhong er xing).
Tao zhu gong bernama asli fan li adalah seorang ahli strategi perang dan tangan kanan kaisar yue, yaitu gou jian (500 SM). Sang raja dikenal luas memiliki tabiat buruk. Karena tidak mendengarkan fan li, sang raja pun harus rela kehilangan tahta dan hidup terhina. Namun, berkat bantuan fan li, ia kemudian berhasil memimpin kembali.
Setelah peristiwa tersebut, fan li tidak menemukan kebahagiaan dalam kehidupan istana dan memilih mengundurkan diri. Ia sadar masa-masa sulit telah berlalu dan kekuasaan adalah sesuatu yang peka. Fan li kemudian mengembara ke berbagai plosok.
Demi melindungi dirinya, fan li kemudian merubah penampilan dari seorang jendral menjadi sosok rakyat jelata yang suka mengalah, lembut dan kelihatan lemah. Ia juga merubah namanya menjadi tao zhu gong. Karena cakap dalam menilai karakter, fan li sukses menjadi multi milioner pertama didaratan tiongkok.
Instansi dari ajaran tao zhu gong sangat popular. Karena ditulis dalam aksara mandarin dan sering berwujud kaligrafi. Pernah generasi 1980-an beranggapan nilai-nilai itu tidak sesuai lagi. Namun, ketika ekonomi tiongkok bangkit semua warisan itu menjadi topik bahasan dinegara maju. Dari strtegi sun tzu, 36 strategi hingga buku terakhir prinsip tao zhu gong, kedua buku sun tzu dan 36 strategi adalah aplikasi perang ke bisnis adalah tao zhu gong. Didalam pandangan tao zhu gong terdapat 12 prinsip bisnis:
Prinsip bisnis ke 1 : kemampuan mengenal orang. Mengetahui karakter orang akan menjamin kestabilan keuangan anda. (neng shi ren:zhi ren shan e, zhang mu fu).
Prinsip bisnis ke 2 : mampu menangani orang, memperlakukan orang dengan rasa hormat akan membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang. (neng jie na:li wen xiang dai, jiao guan zhe zhong)
Prinsip bisnis ke 3 : kemampuan berfokus pada bisnis. Mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupkan kutukan dalam bisnis.
Prinsip bisnis ke 4 : kemampuan mengorganisasikan. Bila produk ditampilkan dengan baik, ia akan menarik perhatian banyak orang. (neng zheng dun; huo wu zheng qi, duo ren xin mu).
Prinsip bisnis ke 5 : kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel. Keengganan dan keraguan akan menghasilkan kesia-siaan. (neng min jie:you yi bu jue,zhong gui wu cheng)
Prinsip bisnis ke 6 : kemampuan menagih bayaran: rajin dan rewel akan memmberikan keuntungan bagi perusahaan (neng tao zhang;qin jin bu dai,qu tao zi duo).
Prinsip bisnis ke 7 : kemampuan memperkerjakan dan menemptkan sumber daya manusia. Memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan. (neng young ren:yin cai qi shi, ren shi you lai).
Prinsip bisnis ke 8 : kemampuan berbicara. Kepandaian berbicara bisa mendatangkan keberuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain. (nebg bian lun:zuo cai you dao, chan fa yu meng)
Prinsip bisnis ke 9 : kemampuan unggul dalam pembelian. Dalam pembelian, menawar sampai setiap ons-nya tidak akan mengurangi modal anda. (neng ban huo:zhi huo bu ke, zhi ben bian jing)
Prinsip bisnis ke 10 : kemampuan mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman. Praktik bisa yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan menyimpang pada waktu yang tepat. (neng zhi ji:shou zhu zui zhi,ke cheng ming zhe)
Prinsip bisnis ke 11 : kemampuan memulai dan menjadi contoh. Persahabatan dan kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan. (neng chang lu:gong xing yi lu:qin gan zhi sheng)
Prinsip bisnis ke 12 : kemampuan melihat jauh ke depan. Kapan harus mencari lebih banyak, mencenangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi (neng yuan shu:duo gua kuan jin,zhuo zhong er xing).
Wednesday, June 22, 2016
Etika berbisnis orang cina
Seringkali kitaa melihat banyak keberhasilan yang diperoleh orang cina dalam berusaha. Hampir semua mall, hotel dan ruko di indonesia didominasi orang cina. Rahasia keberhsilan orang cinapun dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti banyaknya kemikinan, perasaan kurang aman ditempat orang lain, tidak adanya pilihan, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme.
Bahkan, dalam sistem sosial orang cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menuunjukkan penghormatan kepada orang tua dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya aadalah melalui kegiatan perdagangan.
Orang cina juga memandang bahwa uang jangan pernh dijadikam sebagai enghalang. Asal ada emauan, disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk hidup susah. Inilah ajaran ataupun nilai leluhur yang dipegang teguh oleh orang cina sampai sekarang.
Selain faktor yang terkait deengan sistem sosial, kerja keras, masalah ekonomi, dan rasa kurang aman, keberhasilan orang cina juga didorong oleh etika bisnis cina. Etika bisnis ini merupakan pegangan atau pedoman akan apa yang harus dilakukan dann apa yang tidak dilakukan oleh orang cina dalam melakukan usaha. Berikut ini adalh etika bisnis orang cina yang akan penulis paparkan secara lebih gamblang.
Satu, melarang menggunakan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain karena cara tersebut dianggap perbuatan terkutuk. Bagi mereka adanya kompetitor sanggatlah penting, agar kualitas produk maupun pelayanan terhadap konsumen jadi lebih baik. Maka, sangatlah tercelah jika ada seorang pedagang yang melakukan sabotase terhadap barang dagangan orang lain.
Dua, pedagang dilarang mengangu dan menjelek-jelekkan kegiatan dagang orang lain. Persaingan dibenaarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan. Sama seperti poin nomer satu, untuk menghadapi suatu persaingan bisnis, seorang pedagang dakam pandangan orang cina dilarang menjelek-jelekkan perdagangan orang lain. Bagi mereka. Sehingga mereka bisa fokus untuk menjalankan roda bisnis yang dikelolanya.
Tiga, pedagang tidak boleh terlalu kaku, namun sebaliknya perlu memperbolehkan proses tawar-menawar. Inilah etika paling utama yag diterapkan orang cina dalam berdagang. Mereka senang berbicara dengan orang lain, termasuk dengan pelanggannya. Sehingga, pelanggan pun menjadi nyaman untuk bertransaksi dengan mereka.
Empat, berani membanting harga. Orang cina nampaknya tidak terlalu memusingkan berapa keuntungan yang bakal mereka dapatkan. Meski mereka memiliki prinsip tidak boleh merugi, namun mereka tidak sungkan untuk memberikan harga yang sangat murah kepada konsumen. Bagi merekakeuntungan sedikit asal bisnis tetap jalan akan jauh lebih baik, dibndingkan keuntungan besar, namun sering kali mampet.
Bahkan, dalam sistem sosial orang cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menuunjukkan penghormatan kepada orang tua dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya aadalah melalui kegiatan perdagangan.
Orang cina juga memandang bahwa uang jangan pernh dijadikam sebagai enghalang. Asal ada emauan, disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk hidup susah. Inilah ajaran ataupun nilai leluhur yang dipegang teguh oleh orang cina sampai sekarang.
Selain faktor yang terkait deengan sistem sosial, kerja keras, masalah ekonomi, dan rasa kurang aman, keberhasilan orang cina juga didorong oleh etika bisnis cina. Etika bisnis ini merupakan pegangan atau pedoman akan apa yang harus dilakukan dann apa yang tidak dilakukan oleh orang cina dalam melakukan usaha. Berikut ini adalh etika bisnis orang cina yang akan penulis paparkan secara lebih gamblang.
Satu, melarang menggunakan cara-cara kotor untuk menjatuhkan orang lain karena cara tersebut dianggap perbuatan terkutuk. Bagi mereka adanya kompetitor sanggatlah penting, agar kualitas produk maupun pelayanan terhadap konsumen jadi lebih baik. Maka, sangatlah tercelah jika ada seorang pedagang yang melakukan sabotase terhadap barang dagangan orang lain.
Dua, pedagang dilarang mengangu dan menjelek-jelekkan kegiatan dagang orang lain. Persaingan dibenaarkan menurut nilai moral dan pertimbangan kemanusiaan. Sama seperti poin nomer satu, untuk menghadapi suatu persaingan bisnis, seorang pedagang dakam pandangan orang cina dilarang menjelek-jelekkan perdagangan orang lain. Bagi mereka. Sehingga mereka bisa fokus untuk menjalankan roda bisnis yang dikelolanya.
Tiga, pedagang tidak boleh terlalu kaku, namun sebaliknya perlu memperbolehkan proses tawar-menawar. Inilah etika paling utama yag diterapkan orang cina dalam berdagang. Mereka senang berbicara dengan orang lain, termasuk dengan pelanggannya. Sehingga, pelanggan pun menjadi nyaman untuk bertransaksi dengan mereka.
Empat, berani membanting harga. Orang cina nampaknya tidak terlalu memusingkan berapa keuntungan yang bakal mereka dapatkan. Meski mereka memiliki prinsip tidak boleh merugi, namun mereka tidak sungkan untuk memberikan harga yang sangat murah kepada konsumen. Bagi merekakeuntungan sedikit asal bisnis tetap jalan akan jauh lebih baik, dibndingkan keuntungan besar, namun sering kali mampet.
Kreativitas bangsa cina untuk meraih sukses
Siapa tidak kenal negeri tirai bambu? Sejak ribuan tahun silam, beragam karya-karya besar lahir dari negeri ini. Mulai dari obat-obatan, kertas hingga alat-alat persenjataan moderen lahir dari tangan kreator cina, bahkan filsuf kenamaan juga ada. Salah satunya yang terkenal adalah tsun zu yang dikenal sebagi ‘bapak strategi’ bahkan bapak ini dijadikan bahan rujukan sebagai pelaku strategi bisnis dunia.
Hingga kini, negeri ini masih mampu menghasilkan karya-karya produktif yang banyak dipakai orang di dunia. Bahkan kita bisa menemukan banyak produk-produk asli cina yang menyerbu pasar kita seperti mainan, kosmetik, obat-obatan herbal hingga produk-produk pabrikan seperti kendaraan bermotor. Mereka tanpa merasa rendah diri karena sebagian meniru produk dari negara lain, beberapa produk-produk cina ternyata sukses diterima pasar.
Lihat saja produk telekomunikasi seperti hp buatan cina yang beredar dipasaran. Dengan kemasan mutakhir tidak berbeda dengn merek-merek produk telekomunikasi asal eropa, korea selatan atau jepang, ternyta mualai dilirik oleh pengguna handphone di negeri ini. Kelebihan dari produk cina harga yang ditawarkan lebih murah meski dari segi kualitas terbilang cukup.
Harga murah hanyalah salah satu kreasi podusen cina dalam membangun penetrasi kepasar. Tidak memperbandingkan kualitas produknya dengan produk kompetitor yang lebih hebat. Prinsipnya adalah bagaimana pasar lebih dulu terbuka dengan barang yang ditawarkan, sementara merek hanya sekedar lebel untuk mempermudah perkenalan dengan khalayak.
Karya-karya kreatif produk cina dipasar global memn sulit dibendung. Akibatnya, tidak sedikit produk-produk cina terhempas karena mutu (quality control) yang lemah. Masih ingat dibenak kita bagaimana produk susu dan makanan asal cina ternyata mengandung melamin dan banyak menewaskan balita negeri tersebut. Belum lagi produk kosmetik, obat bahkan makanan yang pada kenyataannya ditarik dari pasar diberbagai negara belahan dunia.
Kegagalan-kegagalan demikian memang ironis. Namun, bangsa cina juga tidak berdim diri. Mereka selalu berupaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Kesalahan yang timbul akibat kelalaian dari produsen cina terhadap kualitas menjadi pembelajaran bagi bangsa cina secara umum. Kini mereka berlomba-lomba untuk terus berkreasi, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai normatif yang ada di masyarakat maupun pelaku industri secara umum. Sehingga pengalaman kegagalan produk cina beberapa waktu lalupun menjadi sangat berharga.
Masyarakat cina adalah masyarakat kreatif, dimana mereka senantiasa terbuka terhadap ide-ide baru. Walaupun seringkali karya kreatif ada menimbulkan pro-kontra dimasyarakat maupun dipasar ekonomi dunia, mereka nampaknya tidak pernah berputus asa untuk menelurkan lreativitas. Pro-kontra bagi bangsa cina merupakan uji awal bagi kelemahan yang ada di kreativitas tersebut.
Hingga kini, negeri ini masih mampu menghasilkan karya-karya produktif yang banyak dipakai orang di dunia. Bahkan kita bisa menemukan banyak produk-produk asli cina yang menyerbu pasar kita seperti mainan, kosmetik, obat-obatan herbal hingga produk-produk pabrikan seperti kendaraan bermotor. Mereka tanpa merasa rendah diri karena sebagian meniru produk dari negara lain, beberapa produk-produk cina ternyata sukses diterima pasar.
Lihat saja produk telekomunikasi seperti hp buatan cina yang beredar dipasaran. Dengan kemasan mutakhir tidak berbeda dengn merek-merek produk telekomunikasi asal eropa, korea selatan atau jepang, ternyta mualai dilirik oleh pengguna handphone di negeri ini. Kelebihan dari produk cina harga yang ditawarkan lebih murah meski dari segi kualitas terbilang cukup.
Harga murah hanyalah salah satu kreasi podusen cina dalam membangun penetrasi kepasar. Tidak memperbandingkan kualitas produknya dengan produk kompetitor yang lebih hebat. Prinsipnya adalah bagaimana pasar lebih dulu terbuka dengan barang yang ditawarkan, sementara merek hanya sekedar lebel untuk mempermudah perkenalan dengan khalayak.
Karya-karya kreatif produk cina dipasar global memn sulit dibendung. Akibatnya, tidak sedikit produk-produk cina terhempas karena mutu (quality control) yang lemah. Masih ingat dibenak kita bagaimana produk susu dan makanan asal cina ternyata mengandung melamin dan banyak menewaskan balita negeri tersebut. Belum lagi produk kosmetik, obat bahkan makanan yang pada kenyataannya ditarik dari pasar diberbagai negara belahan dunia.
Kegagalan-kegagalan demikian memang ironis. Namun, bangsa cina juga tidak berdim diri. Mereka selalu berupaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Kesalahan yang timbul akibat kelalaian dari produsen cina terhadap kualitas menjadi pembelajaran bagi bangsa cina secara umum. Kini mereka berlomba-lomba untuk terus berkreasi, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai normatif yang ada di masyarakat maupun pelaku industri secara umum. Sehingga pengalaman kegagalan produk cina beberapa waktu lalupun menjadi sangat berharga.
Masyarakat cina adalah masyarakat kreatif, dimana mereka senantiasa terbuka terhadap ide-ide baru. Walaupun seringkali karya kreatif ada menimbulkan pro-kontra dimasyarakat maupun dipasar ekonomi dunia, mereka nampaknya tidak pernah berputus asa untuk menelurkan lreativitas. Pro-kontra bagi bangsa cina merupakan uji awal bagi kelemahan yang ada di kreativitas tersebut.
Sikap sukses orang cina dalam berbisnis
Nama-nama seperti Mari Pangestu, Bob Sadino, Agnes Monica, Richard Oh, Angelique Widjaja, dan Olga Lidya pasti tidak asing llagi di telinga. Mereka hanya contoh kecil tokoh indonesia keturunan tionghoa yang mengukir prestasi cemerlang di bidang masing-masing. Mereka sekaligus membuktikan, warga keturunan ini tidak hanya bisa sukses sebagai pedagang. Berikut ini 4 sikap yang diterapkan secara baik orang tionghoa dalam mengejar kesuksesan hidup. Kumpulan etos kerja hebat dan pantas ditiru.
1. Bekerja dan Bekerja
Bekerja dan menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan kita. Orang tionghoa memegang hal ini sebagai pedoman hidup. “ibaratnya, apabila tidak bekerja ataupun tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarg dn orang lain, apa gunanya hidup?” ujar sidharta, setengah berfilsafat.
2. Berpikir untuk 3 keturunan
Memang, kdangkala hemat itu beda tipis dengn pelit. Tetapi, alasan orang tionghoa untuk berhemat adalah agar tidak menyusahkan orang lain. Apabila tidak menghasilkan uang banyak, ia tidak mau menghabiskan harta dalam jumlah besar agar orang lain tidak perlu sampai terbebani oeh utangnya. Kebiasaan berhemat pun dimanfaatkan guna memupuk modal untuk mengembangkan usaha.
3. Tak pernah menyerah
Dijepang dan cina, ikan mas adaalah lambang kekayaan dan kesejahteraan”, ujar sidharta. Di sungai, mereka menentang arus dari hilir ke hulu, untuk menangkap makanan.walau sesekali sempat terbawa arus, mereka berenang kembali ke arah semula. Untuk menangkal kuatnya arus, ikan mas berenang menepi. “pelajaran yang bisa ditarik adlah setiap orang harus mau berusaha untuk mencapai sesuatu. Kalau menemukan masalah, jangan lekas menyerah dan berusahalah mencari solusi. Kemudian, maju lagi menuju tujuan semula
4. Menguasai bisnis dari hulu ke hilir
Meski cara yang biasa ditempuh pengusaha tionghoa ini secara ilmu ekonomi ini bisa berbahaya karena rawan terjadi praktik monopoli, anda bisa mengambil sisi positifnya. Misalnya, sebagai pegawai, anda juga bisa menerapkan tip ini dengan mengenal dan (kalau bisa) menguasai seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan posisi anda di kantor.
1. Bekerja dan Bekerja
Bekerja dan menghasilkan suatu karya adalah salah satu cara untuk membuktikan kepada dunia tentang keberadaan kita. Orang tionghoa memegang hal ini sebagai pedoman hidup. “ibaratnya, apabila tidak bekerja ataupun tidak melakukan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri, keluarg dn orang lain, apa gunanya hidup?” ujar sidharta, setengah berfilsafat.
2. Berpikir untuk 3 keturunan
Memang, kdangkala hemat itu beda tipis dengn pelit. Tetapi, alasan orang tionghoa untuk berhemat adalah agar tidak menyusahkan orang lain. Apabila tidak menghasilkan uang banyak, ia tidak mau menghabiskan harta dalam jumlah besar agar orang lain tidak perlu sampai terbebani oeh utangnya. Kebiasaan berhemat pun dimanfaatkan guna memupuk modal untuk mengembangkan usaha.
3. Tak pernah menyerah
Dijepang dan cina, ikan mas adaalah lambang kekayaan dan kesejahteraan”, ujar sidharta. Di sungai, mereka menentang arus dari hilir ke hulu, untuk menangkap makanan.walau sesekali sempat terbawa arus, mereka berenang kembali ke arah semula. Untuk menangkal kuatnya arus, ikan mas berenang menepi. “pelajaran yang bisa ditarik adlah setiap orang harus mau berusaha untuk mencapai sesuatu. Kalau menemukan masalah, jangan lekas menyerah dan berusahalah mencari solusi. Kemudian, maju lagi menuju tujuan semula
4. Menguasai bisnis dari hulu ke hilir
Meski cara yang biasa ditempuh pengusaha tionghoa ini secara ilmu ekonomi ini bisa berbahaya karena rawan terjadi praktik monopoli, anda bisa mengambil sisi positifnya. Misalnya, sebagai pegawai, anda juga bisa menerapkan tip ini dengan mengenal dan (kalau bisa) menguasai seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan posisi anda di kantor.
Monday, June 20, 2016
Tujuan Orang Cina Berbisnis
Tujuan utama orang cina terjun ke dunia bisnis tentu adalah meraup keuntungan materi. Pasalnya, bagi orang cina hanya dunia bisnis yang menjanjikan hal tersebut. Anggapan semacam ini tentu tidak sepenuhnya benar. Karena keuntungan yang sifatnya materi bisa juga diperoleh dengan terjun dibidang lain, semisal dunia politik maupun olahraga.
Namun demikian, kebanyakan orang cina secara naluriah lebih memilih untuk menekuni profesi sebagai pedagang atau pebisnis, dibandingkan harus menjadi seorang politikus maupun olahragawan. Tak pelak, dunia bisnis menjadi ‘ladang’ paling potensial untuk meraup banyak keuntungan.
Meskipun tujuan utama orang cina dalam berbisnis adalah memperoleh keuntungan, namun hal tersebut bukan berarti bahwa mereka tidak mempunyai tujuan lain. Masih banyak tujuan-tujuan para pebisnis cina saat mereka memutuskan untuk menekuni dunia bisnis. Tujuannya pun beraneka ragam, dimana setiap individu orang cina bisa jadi berbeda-beda.
Pertama, tujuan berbisnis orang cina pada awalnya hanyalah ingin mencukupi berbagai keutuhannya. Berbisnis nampaknya adalah dunia yang paling mungkin bagi mereka untuk secara cepat memenuhi kebutuhan hidup. Berbeda dengan dunia politik yang tentu saja membutuhkan proses yang lama, bahkan harus melewati jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maupun dunia olahraga yang terntu memerlukan bakat alami, berbisnis llebih mudah untuk mereka jalani. Pasalnya, seja dini banyak keluarga cina yang sudah mengenalkan dunia ini kepada anak-anaknya.
Kedua, untuk memakmurkan keluarga. Bagi orang cina, berbisnis adalah hal yang menjanjikan kemakmuran secara materi. Mereka tak segan untuk terjun ke dunia bisnis saat mereka mendapati bahwa banyak orang dilingkungan mereka yang sudah membuktikannya. Banyak orang cina yang semula miskin, tidak berpendidikan, dan tak punya modal apapun, bisa memberikan kemakmuran pada diri dan keluarga besarnya, saat mereka terjun ke dunia bisnis.
Ketiga, ingin namanya dikenal banyak orang . Dahulu kala saat orang cina ingin dikenal luas oleh masyarakat, meeka ramai-ramai menyekolahkan anaknya setinggi mungkin agar menjadi seorang sarjana, sehingga bisa bekerja di instansi atau lembaga pemerintahan. Namun, dunia moderen telah merubahnya. Saat ini saat orang ingin dikenal luas oleh masyarakat luas, cara yang paling ampuh adalah dengan menjadi kaya dengan berbisnis. Pasalnya, saat seseorang sudah menjadi pebisnis yang kaya raya, dia bisa membawahi atau mempekerjakan banyak orang.
Keempat, karena ingin menjadi penerus usaha keluarga. Kebanyakan orang cina menjalankan bisnis secara turun temurun. Mereka tentu tidak ingin bisnis keluarga yang sudah dirintis puluhan tahun, bahkan ratusan tahun berhenti begitu saja, tanpa ada yang meneruskan. Maka, dalam keluarga cina yang sudaah memiliki suatu usaha. Pasti ada satu diantara anak atau anggota keluarganya yang meneruskan bisnis keluarga. Bagi mereka ada kebanggan endiri saat mereka bisa meneruskan bisnis warisan keluarga, bahkan membuatnya lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Kelima, ingin mencoba hal baru. Jati diri orang cina adalah orang yang penuh dengan keberanian, suka tantangan, dan gemar pada hal-hal baru. Maka, saat mereka mendapati bahwa profsi bisnis adalah profesi yang menjanjikan ketiga hal tersebut, mereka tanpa ragu akan terjun ke dunia bisnis. Saat itulah tantangan, dimana mereka harus selalu tahu bahwa perkembangan dan keinginan pasar. Mereka juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman, sehingga bisnis yang dikelola bisa meraih sukses. Merekapun tak gentar jika dallam berbisnis mereka harus mengalami kegagalan. Pasalnya, kegagalan bagi mereka adalah kesuksesan yang tertunda.
Keenam, ingin memiliki kebebasan waktu. Banyak orang cina yang nampaknya memilih untuk terjun kedunia bisnis karena alasan ini. Mereka nampaknya tidak ingin terikat oleh waktu kerja seperti umumnya orang kantoraan. Dengan menjadi seorang pebisnis, mereka tidak diatur oleh waktu. Namun waktulah yang mereka atur. Mereka bia kerja sejak pagi buta, tanpa harus menyesuaikan apakah jam sudah menunjukan angka delapan ataupun sepuluh. Mereka justru merasa tidak bebas jika ruang gerak pekerjaan mereka dibatasi oleh waktu. Karena sejatinya mereka adalah kaum gemar bekerja. Maka, mereka bisa bekerja dua kali lebih lama dibandingkan jam kerja normal orang lain.
Ketujuh, ingin mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain. Kebanyakan oraang cina lebih suka merintis suatu usaha sendiri, meskipun kecil-kecilaan dibandingkan bekerja diperusahaan orang lain. Bagi mereka, lebih baik menjadi bos bagi diri mereka sendiri daripada menjadi anak buah orang lain. Maka, banyak orang cina yang berani nekat membuka usaha sendiri. Memutuskan untuk keluar dari suatu perusahaan atau tempat usaha milik orang lain, karena mereka yakin bahwa keputusan inilah yang akan mengantarkan mereka pada pintu kesuksesan. Untuk sukses, mereka harus berani berdikari atau mengambil langkah untuk merintis bisnis secara mandiri.
Kedelapan, ingin mendapat simpati. Dunia bisnis adalah dunia yang memugkinkan seseorang bertemu dan berkmunikasi dengan orang lain, saat kita banyak bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain, saat itulah kita bisa mendapatkan simpati dari orang lain. Orang cina nampaknya saangat hafal dengan fakta ini. Maka, untuk menarik simpati, menjalani keakraban dengan orang lain, dunia bisnis menjadi pilihan yang sangat relevan. Di situlah, orang cina bisa benar-benar memperoleh simpati dari khalayak banyak, dibanding jika mereka bekerja disebuah institusi atau lembaga.
Kesembilan, menyalurkan bakat. Tidak dapat dipungkiri jika seorang cina sangatlah berbakat dalam dunia bisnis. Mereka seakan-akan terlahir untuk menjadi seorang pebisnis atau pedagang. Maka, agar bakat tersebut tidak sia-sia bahkan bisa terus terasah, mereka dengan penuh keyakinan menyalurkaannya ke dunia bisnis. Saat orang cina sudah merintis suatu usaha, waktu pada akhirnya membuktikan bahwa mereka sejatinya memang sudah terlahir sebagai seorang pebisnis yang handal, dimana kesuksesan demi kesuksesan berhasil mereka raih.
Meskipun tujuan-tujuan seperti diaatas telah dicapai oleh orang cina, namun kebanyakan mereka akan teruss memiliki keinginan-keinginan lain dan keinginan itu bisa saja menjadi bagiaan tujuan bisnis mereka. Karena bagaimanapun juga keinginan lain dan keinginan itu bisa saja menjadi bagian dari tujuan bisnis mereka.
Namun demikian, kebanyakan orang cina secara naluriah lebih memilih untuk menekuni profesi sebagai pedagang atau pebisnis, dibandingkan harus menjadi seorang politikus maupun olahragawan. Tak pelak, dunia bisnis menjadi ‘ladang’ paling potensial untuk meraup banyak keuntungan.
Meskipun tujuan utama orang cina dalam berbisnis adalah memperoleh keuntungan, namun hal tersebut bukan berarti bahwa mereka tidak mempunyai tujuan lain. Masih banyak tujuan-tujuan para pebisnis cina saat mereka memutuskan untuk menekuni dunia bisnis. Tujuannya pun beraneka ragam, dimana setiap individu orang cina bisa jadi berbeda-beda.
Pertama, tujuan berbisnis orang cina pada awalnya hanyalah ingin mencukupi berbagai keutuhannya. Berbisnis nampaknya adalah dunia yang paling mungkin bagi mereka untuk secara cepat memenuhi kebutuhan hidup. Berbeda dengan dunia politik yang tentu saja membutuhkan proses yang lama, bahkan harus melewati jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maupun dunia olahraga yang terntu memerlukan bakat alami, berbisnis llebih mudah untuk mereka jalani. Pasalnya, seja dini banyak keluarga cina yang sudah mengenalkan dunia ini kepada anak-anaknya.
Kedua, untuk memakmurkan keluarga. Bagi orang cina, berbisnis adalah hal yang menjanjikan kemakmuran secara materi. Mereka tak segan untuk terjun ke dunia bisnis saat mereka mendapati bahwa banyak orang dilingkungan mereka yang sudah membuktikannya. Banyak orang cina yang semula miskin, tidak berpendidikan, dan tak punya modal apapun, bisa memberikan kemakmuran pada diri dan keluarga besarnya, saat mereka terjun ke dunia bisnis.
Ketiga, ingin namanya dikenal banyak orang . Dahulu kala saat orang cina ingin dikenal luas oleh masyarakat, meeka ramai-ramai menyekolahkan anaknya setinggi mungkin agar menjadi seorang sarjana, sehingga bisa bekerja di instansi atau lembaga pemerintahan. Namun, dunia moderen telah merubahnya. Saat ini saat orang ingin dikenal luas oleh masyarakat luas, cara yang paling ampuh adalah dengan menjadi kaya dengan berbisnis. Pasalnya, saat seseorang sudah menjadi pebisnis yang kaya raya, dia bisa membawahi atau mempekerjakan banyak orang.
Keempat, karena ingin menjadi penerus usaha keluarga. Kebanyakan orang cina menjalankan bisnis secara turun temurun. Mereka tentu tidak ingin bisnis keluarga yang sudah dirintis puluhan tahun, bahkan ratusan tahun berhenti begitu saja, tanpa ada yang meneruskan. Maka, dalam keluarga cina yang sudaah memiliki suatu usaha. Pasti ada satu diantara anak atau anggota keluarganya yang meneruskan bisnis keluarga. Bagi mereka ada kebanggan endiri saat mereka bisa meneruskan bisnis warisan keluarga, bahkan membuatnya lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Kelima, ingin mencoba hal baru. Jati diri orang cina adalah orang yang penuh dengan keberanian, suka tantangan, dan gemar pada hal-hal baru. Maka, saat mereka mendapati bahwa profsi bisnis adalah profesi yang menjanjikan ketiga hal tersebut, mereka tanpa ragu akan terjun ke dunia bisnis. Saat itulah tantangan, dimana mereka harus selalu tahu bahwa perkembangan dan keinginan pasar. Mereka juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman, sehingga bisnis yang dikelola bisa meraih sukses. Merekapun tak gentar jika dallam berbisnis mereka harus mengalami kegagalan. Pasalnya, kegagalan bagi mereka adalah kesuksesan yang tertunda.
Keenam, ingin memiliki kebebasan waktu. Banyak orang cina yang nampaknya memilih untuk terjun kedunia bisnis karena alasan ini. Mereka nampaknya tidak ingin terikat oleh waktu kerja seperti umumnya orang kantoraan. Dengan menjadi seorang pebisnis, mereka tidak diatur oleh waktu. Namun waktulah yang mereka atur. Mereka bia kerja sejak pagi buta, tanpa harus menyesuaikan apakah jam sudah menunjukan angka delapan ataupun sepuluh. Mereka justru merasa tidak bebas jika ruang gerak pekerjaan mereka dibatasi oleh waktu. Karena sejatinya mereka adalah kaum gemar bekerja. Maka, mereka bisa bekerja dua kali lebih lama dibandingkan jam kerja normal orang lain.
Ketujuh, ingin mempunyai usaha sendiri dan tidak bekerja pada orang lain. Kebanyakan oraang cina lebih suka merintis suatu usaha sendiri, meskipun kecil-kecilaan dibandingkan bekerja diperusahaan orang lain. Bagi mereka, lebih baik menjadi bos bagi diri mereka sendiri daripada menjadi anak buah orang lain. Maka, banyak orang cina yang berani nekat membuka usaha sendiri. Memutuskan untuk keluar dari suatu perusahaan atau tempat usaha milik orang lain, karena mereka yakin bahwa keputusan inilah yang akan mengantarkan mereka pada pintu kesuksesan. Untuk sukses, mereka harus berani berdikari atau mengambil langkah untuk merintis bisnis secara mandiri.
Kedelapan, ingin mendapat simpati. Dunia bisnis adalah dunia yang memugkinkan seseorang bertemu dan berkmunikasi dengan orang lain, saat kita banyak bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain, saat itulah kita bisa mendapatkan simpati dari orang lain. Orang cina nampaknya saangat hafal dengan fakta ini. Maka, untuk menarik simpati, menjalani keakraban dengan orang lain, dunia bisnis menjadi pilihan yang sangat relevan. Di situlah, orang cina bisa benar-benar memperoleh simpati dari khalayak banyak, dibanding jika mereka bekerja disebuah institusi atau lembaga.
Kesembilan, menyalurkan bakat. Tidak dapat dipungkiri jika seorang cina sangatlah berbakat dalam dunia bisnis. Mereka seakan-akan terlahir untuk menjadi seorang pebisnis atau pedagang. Maka, agar bakat tersebut tidak sia-sia bahkan bisa terus terasah, mereka dengan penuh keyakinan menyalurkaannya ke dunia bisnis. Saat orang cina sudah merintis suatu usaha, waktu pada akhirnya membuktikan bahwa mereka sejatinya memang sudah terlahir sebagai seorang pebisnis yang handal, dimana kesuksesan demi kesuksesan berhasil mereka raih.
Meskipun tujuan-tujuan seperti diaatas telah dicapai oleh orang cina, namun kebanyakan mereka akan teruss memiliki keinginan-keinginan lain dan keinginan itu bisa saja menjadi bagiaan tujuan bisnis mereka. Karena bagaimanapun juga keinginan lain dan keinginan itu bisa saja menjadi bagian dari tujuan bisnis mereka.
falsafah orang cina dalam berbisnis
seiring perjalanan budaya cina yang sudah ribuan tahun, budaya dan falsafah orang cina juga terus bertransformasi dan berkembang. budaya mereka bahkan telah mengembara keseluruh penjuru dunia, kemudian menetap, beradaptasi dan fokus pada perdagangan atau bisnis untuk mempertahankan dan memperbaiki kehidupan.
keberhasilan orang cina dalam berbisnis tersebut berdasarkan pada falsafah dan budaya atau kebiasaan leluhur mereka. fokus mereka yaitu pada konsep kekayaan dan mencapai tujuan, dengan kekayaan diharapkan dapat memuliakan orang tua dan leluhurnya, dan selalu berfokus pada tujuan akan ingin dicapai secara konsisten melalui peningkatan serta perbaikan secara terus memenerus. hal ini salah satunya berdasarkan pada falsafah mereka, seperti "jika dulu bapaknya berjualan air dipingir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barang kali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan".
jika kita melihat maksud kalimat tersebut, maka dalam budaya cina terdapat prinsip generasi mendatang harus lebih baik dari generasi sebelumnya. prinsip ini dikenal dengan perbaikan yang berkelanjutan, dimana dari setiap kegiatan harus dilakukan perbaikan dan peningkatan secara terus menerus.
barangkali falsafah dalam berbisnis yang mereka lakukan tidak lazim dilihat dari kacamata umum. bahkan, terkadang memiliki sifat tidak formal dan tidak birokratis, cukup dengan konsep yang sebenarnya dan berlandaskan pada kepercayaan yang tinggi. contoh inilah yang mereka lakukan lebih mengembangkan usaha mereka. untuk hal lain, mereka selalu bekerja keras termasuk pada saat mereka sudah sukses, ini menjadikan mereka lebih besar dan lebih besar lagi dikemudian hari.
contoh lain adalah mereka selalu konsisten pada tujuan yang telah ditetapkan dan bekerja keras dengan waktu melebihi umumnya bekerja. mereka percaya dengan berdagang akan memberikan nilai kekayaan lebih, daripada menjadi pegawai. secara umum mereka lebih suka berdagang.
lantas, falsafah apa saja dari orang cina yang dapat kita adopsi kedalam usaha kita, agar bisa mengikuti jejak kesuksesan mereka dalam berbisnis. berikut ini adalah penjelasan singkatnya.
pertama, untuk meraih sukses, orang cina harus berdagang. bekerja keras dan berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci keberhasilan dan hasil usaha berupa keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh sikap, usaha dan keyakinan. inilah falsafah atau nilai-nilai dari tradisi lama yang selalu dipegang teguh oleh para pedagang cina. bagi mereka, keberanian untuk melangkah maju adalah langkah pertama untuk meraih kesuksesan yang jauh lebih besar dimasa depan.
kedua, berdagang dapat dijadikan sebagai hobi tetapi cina, berbisnis atau berdagang adalah pekerjaan yang serius bukan pekerjaan yang ikut-ikutan. mereka tidak mau terjun dalam dunia bisnis hanya setengah-setengah. pasalnya, semua itu pada akhirnya hanya akan berujung kegagalan. oleh sebab itu, pedagang cina misalnya, tidak mengenal tradisi berdagang musiman. mereka enggan bejulan hanya pada momen-momen besar tertentu, karena berdagang semacam ini tidak akan bertahan lama. artinya, bisnis yang dikelola tidak memiliki prospek yang jelas dan berkesinambungan.
ketiga, bagi orang cina, pengalaman berdagang haruslah diwariskan secara turun temurun kepada anak cucu mereka. tuuannya adalah agar mereka mengenal ilmu perdagangan secara bai, memiliki sikap yang matang dan trampil dalam berdagang. falsafah ini terus ditanamkan dalam diri setiap pebisnis cina. pasalnya, mereka tidak ingin bisnis yang telah dirintis dan meraih sukses, kemudian hancur di tangan generasi berikutnya. terkait pentingnya pengalaman, orang cina berpendapat bahwa pengalaman adalah guru terbaik bagi mereka dalam merintis bisnis. untuk itu orang cina sudah meminta anak cucu mereka sejak kecil untuk belajar ditempat usaha yang telah didirikannya
keempat, orang cina suka pedagangan yang memberikan keuntungan jangka panjang dan berkelanjutan yang lama. inilah falsafah berbisnis orang cina. lebih baik mendapatkan sedkit keuntungan namun berkelanjutan dan terus menerus, dibandingkan mendapatkan keuntungan banyak namun tidak berkelanjutan. dengan falsafah ini, orang cina berharap agar bisnisnya terus tumbuh dan berkembang dikemudian hari.
kelima, pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali. pepatah berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, baru kemudian bersenang-senang, nampaknya memiliki semmangat yang sama dengan falsafah bisnis orang cina. mereka selalu yakin bahwa kegagalan hari ini adalah penggalaman paling berharga untuk meraih kesuksesan dimasa depan.
keberhasilan orang cina dalam berbisnis tersebut berdasarkan pada falsafah dan budaya atau kebiasaan leluhur mereka. fokus mereka yaitu pada konsep kekayaan dan mencapai tujuan, dengan kekayaan diharapkan dapat memuliakan orang tua dan leluhurnya, dan selalu berfokus pada tujuan akan ingin dicapai secara konsisten melalui peningkatan serta perbaikan secara terus memenerus. hal ini salah satunya berdasarkan pada falsafah mereka, seperti "jika dulu bapaknya berjualan air dipingir jalan, anaknya akan membuka restoran dan barang kali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan".
jika kita melihat maksud kalimat tersebut, maka dalam budaya cina terdapat prinsip generasi mendatang harus lebih baik dari generasi sebelumnya. prinsip ini dikenal dengan perbaikan yang berkelanjutan, dimana dari setiap kegiatan harus dilakukan perbaikan dan peningkatan secara terus menerus.
barangkali falsafah dalam berbisnis yang mereka lakukan tidak lazim dilihat dari kacamata umum. bahkan, terkadang memiliki sifat tidak formal dan tidak birokratis, cukup dengan konsep yang sebenarnya dan berlandaskan pada kepercayaan yang tinggi. contoh inilah yang mereka lakukan lebih mengembangkan usaha mereka. untuk hal lain, mereka selalu bekerja keras termasuk pada saat mereka sudah sukses, ini menjadikan mereka lebih besar dan lebih besar lagi dikemudian hari.
contoh lain adalah mereka selalu konsisten pada tujuan yang telah ditetapkan dan bekerja keras dengan waktu melebihi umumnya bekerja. mereka percaya dengan berdagang akan memberikan nilai kekayaan lebih, daripada menjadi pegawai. secara umum mereka lebih suka berdagang.
lantas, falsafah apa saja dari orang cina yang dapat kita adopsi kedalam usaha kita, agar bisa mengikuti jejak kesuksesan mereka dalam berbisnis. berikut ini adalah penjelasan singkatnya.
pertama, untuk meraih sukses, orang cina harus berdagang. bekerja keras dan berani membuka peluang usaha baru merupakan kunci keberhasilan dan hasil usaha berupa keberhasilan dan kegagalan ditentukan oleh sikap, usaha dan keyakinan. inilah falsafah atau nilai-nilai dari tradisi lama yang selalu dipegang teguh oleh para pedagang cina. bagi mereka, keberanian untuk melangkah maju adalah langkah pertama untuk meraih kesuksesan yang jauh lebih besar dimasa depan.
kedua, berdagang dapat dijadikan sebagai hobi tetapi cina, berbisnis atau berdagang adalah pekerjaan yang serius bukan pekerjaan yang ikut-ikutan. mereka tidak mau terjun dalam dunia bisnis hanya setengah-setengah. pasalnya, semua itu pada akhirnya hanya akan berujung kegagalan. oleh sebab itu, pedagang cina misalnya, tidak mengenal tradisi berdagang musiman. mereka enggan bejulan hanya pada momen-momen besar tertentu, karena berdagang semacam ini tidak akan bertahan lama. artinya, bisnis yang dikelola tidak memiliki prospek yang jelas dan berkesinambungan.
ketiga, bagi orang cina, pengalaman berdagang haruslah diwariskan secara turun temurun kepada anak cucu mereka. tuuannya adalah agar mereka mengenal ilmu perdagangan secara bai, memiliki sikap yang matang dan trampil dalam berdagang. falsafah ini terus ditanamkan dalam diri setiap pebisnis cina. pasalnya, mereka tidak ingin bisnis yang telah dirintis dan meraih sukses, kemudian hancur di tangan generasi berikutnya. terkait pentingnya pengalaman, orang cina berpendapat bahwa pengalaman adalah guru terbaik bagi mereka dalam merintis bisnis. untuk itu orang cina sudah meminta anak cucu mereka sejak kecil untuk belajar ditempat usaha yang telah didirikannya
keempat, orang cina suka pedagangan yang memberikan keuntungan jangka panjang dan berkelanjutan yang lama. inilah falsafah berbisnis orang cina. lebih baik mendapatkan sedkit keuntungan namun berkelanjutan dan terus menerus, dibandingkan mendapatkan keuntungan banyak namun tidak berkelanjutan. dengan falsafah ini, orang cina berharap agar bisnisnya terus tumbuh dan berkembang dikemudian hari.
kelima, pedagang yang jatuh akan merasa sakit, tetapi rasa sakit itulah yang membuatnya bangkit kembali. pepatah berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, baru kemudian bersenang-senang, nampaknya memiliki semmangat yang sama dengan falsafah bisnis orang cina. mereka selalu yakin bahwa kegagalan hari ini adalah penggalaman paling berharga untuk meraih kesuksesan dimasa depan.
Setrategi berbisnis orang cina
Sebenarnya, secara sadar atau tidak sadar, para pengusaha yang sukses telah banyak menggunakan dan memanfaatkan ke-36 setrategi cina klasik yang telah berumur ribuan tahun dalam mencapai tujuan mereka. Mulai dari perusahaan kecil, maupun perusahaan besar.
Dengan filosofi menghindari kompetisi langsung adalah cara yang paling cerdik dalam berkompetisi, dikelompokkan menjadi 9 kelompok.
Pertama, kelompok indirect action strategies. Ada 6 strategi dalam kelompok yang menekankan bagaimanaa melakukan tindakkan, aksi dan perlawanan secara tidak langsung untuk memenangkan persaingan. Contoh ketika garuda diserang oleh budget airline, ia tidak latah ikut menurunkan harga, tetapi bersaing secara tidak langsung dengan memperkenlkan citilink dengan harga tiket lebih murah.
Kedua, klompok continus change strategies. Ada 3 strategi dalam kelompok ini yang menekankan pentingnya memasuki dan menciptakan pasar baru dengan memanfaatkan momentum yang tepat, hal senada juga diungkapkan oleh al ries dan jack trout dalam buku “positioning : the battel for you mind”. Mereka meekankan untuk menjadi leader.
Ketiga, kelompok wu wei (“no-avtion”)/. Ada 6 strategi dalam kelompok ini yang menekankan dan mengajarkan bagaimana mendaapatkan hasil lebih dengan upaya yang seminimal mungkin. Bahkan, “no-action”, seperti salah satu perusahaan riel meneraokan salah satu strategi dalam kelompok ini.
Keempat, kelompok confusion strategies. Ada 3 strategi dalam kelompok ini yang menekankan bagaimana kita memanfaatkan momentum walaupun dalam keadaan kritis, kacau, bencana dan sebagainya untuk meraih keuntungan.
Kelima, kelompok deception strategies. Walaupun mengandung makna negatif, jika diaplikasikan dalam kerangka hukum adalah sah-sah saja. Ada 6 strategi dalam kelompok ini. Salah satunya yaitu meniru yang juga dikenal dengan istilah “me-to”.
Keenam, kelompok winning strategies. Ada 2 strategi dalam kelompok ini yang menekankan justru dalam posisi puncak, posisi sukses kita harus lebih waspada, harus lebih menjaga hubunggan baik dengan pelanggan yang telah mengantarkan kita ke posisi tersebut.
Ketujuh, kelompok confrontation strategies. Dengan memiliki kekuatan lebih yang diperoleh dari partner, relasi dan sekutu anda bisa bersaing secara langsung dengan kompetitor. Ada 2 strategi dalam kelompok ini.
Kedelapan, kelompok desperate strategies. Anda tidak mungkin selamanya menang atau anda tidak mungkin selamanya berkuasa. Bagaimana anda menyikapi hal-hal tersebut ketika dalam keadaan terdesak? Ada 7 strategi yang bisa dipelajari dalam kelompok ini Kesembilan, kelompok the strategy of linking strategies. Ada kalanya saatu straategi saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil optimal, oleh sebab itu perusahaan harus menggabungkan beberapa strategi secara bersamaan atau saling berurutan untuk saling bersinergi.
Dengan filosofi menghindari kompetisi langsung adalah cara yang paling cerdik dalam berkompetisi, dikelompokkan menjadi 9 kelompok.
Pertama, kelompok indirect action strategies. Ada 6 strategi dalam kelompok yang menekankan bagaimanaa melakukan tindakkan, aksi dan perlawanan secara tidak langsung untuk memenangkan persaingan. Contoh ketika garuda diserang oleh budget airline, ia tidak latah ikut menurunkan harga, tetapi bersaing secara tidak langsung dengan memperkenlkan citilink dengan harga tiket lebih murah.
Kedua, klompok continus change strategies. Ada 3 strategi dalam kelompok ini yang menekankan pentingnya memasuki dan menciptakan pasar baru dengan memanfaatkan momentum yang tepat, hal senada juga diungkapkan oleh al ries dan jack trout dalam buku “positioning : the battel for you mind”. Mereka meekankan untuk menjadi leader.
Ketiga, kelompok wu wei (“no-avtion”)/. Ada 6 strategi dalam kelompok ini yang menekankan dan mengajarkan bagaimana mendaapatkan hasil lebih dengan upaya yang seminimal mungkin. Bahkan, “no-action”, seperti salah satu perusahaan riel meneraokan salah satu strategi dalam kelompok ini.
Keempat, kelompok confusion strategies. Ada 3 strategi dalam kelompok ini yang menekankan bagaimana kita memanfaatkan momentum walaupun dalam keadaan kritis, kacau, bencana dan sebagainya untuk meraih keuntungan.
Kelima, kelompok deception strategies. Walaupun mengandung makna negatif, jika diaplikasikan dalam kerangka hukum adalah sah-sah saja. Ada 6 strategi dalam kelompok ini. Salah satunya yaitu meniru yang juga dikenal dengan istilah “me-to”.
Keenam, kelompok winning strategies. Ada 2 strategi dalam kelompok ini yang menekankan justru dalam posisi puncak, posisi sukses kita harus lebih waspada, harus lebih menjaga hubunggan baik dengan pelanggan yang telah mengantarkan kita ke posisi tersebut.
Ketujuh, kelompok confrontation strategies. Dengan memiliki kekuatan lebih yang diperoleh dari partner, relasi dan sekutu anda bisa bersaing secara langsung dengan kompetitor. Ada 2 strategi dalam kelompok ini.
Kedelapan, kelompok desperate strategies. Anda tidak mungkin selamanya menang atau anda tidak mungkin selamanya berkuasa. Bagaimana anda menyikapi hal-hal tersebut ketika dalam keadaan terdesak? Ada 7 strategi yang bisa dipelajari dalam kelompok ini Kesembilan, kelompok the strategy of linking strategies. Ada kalanya saatu straategi saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil optimal, oleh sebab itu perusahaan harus menggabungkan beberapa strategi secara bersamaan atau saling berurutan untuk saling bersinergi.
Rahasia kebangkitan ekonomi cina
Sejak digulirkannya program reformasi oleh deng xiaoping perekonomian cina, terus melesat. Salah satu paket reformasinya yang penting adakah mengundang sebnyak-banyaaknya investor asing untuk menanamkan modal di negeri ini.
Untuk memuluskan rencana tersebut, deng melakukan beberapa perubahan regulasi yang memudahkan para investor asing untuk merelokasi asetnya ke Cina. Tidaak hanya itu, deng juga memberikan beraneka macaam insentif bagi perusahaan-perusahaan asing yang mendirikan usahanya disana.
Dengan kebijakan tersebut, ekonomi cina tumbuh 9,5% per tahunnya. Tingkaat kemiskinan pun menyusut, dari 41% pada tahun1978 menjadi 5% ditahun 2001. Pada tahun 2010 produk domestik bruto (PDB) negeri tirai bambu itu mencapai USD 5.739 miliar, atau sekitar 9,16% dari total PDB global.
Hal ini, sekaligus menempatkan cina sebagai kekuatan ekonomi cina kedua di duni, menggeser jepang yang selama tiga dekade sebelumnya menduduki posisi tersebut. Dalam daftar fortune global 500 yang dirilis beberapa waktu lalu, cina juga berhasil melampaui jepang untuk pertama kalinya.
Negeri komunis itu menempatkan 73 perusahaannya dalam daftar tersebut. Naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya memasukkan 46 perusahaan. Bahkan dalam daftar 10 besar, tiongkok berhasil mendudukkan tiga wakilnya, yakni sinopec, cina petroleum, dan state grid.
Jika banyak praktisi dan pengamat ekonomi tercengang melihat kebangkitan ekonomi cina yang begitu pesat, hal ini agaklah mengherankan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1,33 milyar dan luas wilayah 9,5 juta km2, serta didukung oleh sumberdaya alam yang begitu melimpah, sudah sepantasnya cina kembali tampiln sebaagai kekuatan global.
Sejarah mencatat, sebelum berlangsungnya perang candu (1839-1842 dan 1856-1860), cina merupakan negara dengan kekuataan ekonomi terbesar didunia. Negeri ini menguasai sekitar 32,9% PDB global pada tahun 1820, jauh diatas inggris (5,2%) dan prancis (5,1%) yang ketika itu memiliki koloni yang cukup besar.
Dengan berkuasanya bangsa-bangsa kulit putih atas negara tersebut, perekonomian cina segeraa menciut. Dalam waktu lima puluh tahun (1820-1870), pengguasaan PDB global cina turun separuhnya. Kemiskinan tumbuh berlipat-lipat dan keadaan politik menjadi kacau.
Dalam keadaan seperti ini, baanyak orang-orang daratan yang pergi merantau. Diperaantauan mereka segera bangkit dan membentuk jaringan perdagangan. Orang-orang perantauan inilah unsur terpenting dalam kebangkitan ekonomi cina.
Untuk memuluskan rencana tersebut, deng melakukan beberapa perubahan regulasi yang memudahkan para investor asing untuk merelokasi asetnya ke Cina. Tidaak hanya itu, deng juga memberikan beraneka macaam insentif bagi perusahaan-perusahaan asing yang mendirikan usahanya disana.
Dengan kebijakan tersebut, ekonomi cina tumbuh 9,5% per tahunnya. Tingkaat kemiskinan pun menyusut, dari 41% pada tahun1978 menjadi 5% ditahun 2001. Pada tahun 2010 produk domestik bruto (PDB) negeri tirai bambu itu mencapai USD 5.739 miliar, atau sekitar 9,16% dari total PDB global.
Hal ini, sekaligus menempatkan cina sebagai kekuatan ekonomi cina kedua di duni, menggeser jepang yang selama tiga dekade sebelumnya menduduki posisi tersebut. Dalam daftar fortune global 500 yang dirilis beberapa waktu lalu, cina juga berhasil melampaui jepang untuk pertama kalinya.
Negeri komunis itu menempatkan 73 perusahaannya dalam daftar tersebut. Naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya memasukkan 46 perusahaan. Bahkan dalam daftar 10 besar, tiongkok berhasil mendudukkan tiga wakilnya, yakni sinopec, cina petroleum, dan state grid.
Jika banyak praktisi dan pengamat ekonomi tercengang melihat kebangkitan ekonomi cina yang begitu pesat, hal ini agaklah mengherankan. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1,33 milyar dan luas wilayah 9,5 juta km2, serta didukung oleh sumberdaya alam yang begitu melimpah, sudah sepantasnya cina kembali tampiln sebaagai kekuatan global.
Sejarah mencatat, sebelum berlangsungnya perang candu (1839-1842 dan 1856-1860), cina merupakan negara dengan kekuataan ekonomi terbesar didunia. Negeri ini menguasai sekitar 32,9% PDB global pada tahun 1820, jauh diatas inggris (5,2%) dan prancis (5,1%) yang ketika itu memiliki koloni yang cukup besar.
Dengan berkuasanya bangsa-bangsa kulit putih atas negara tersebut, perekonomian cina segeraa menciut. Dalam waktu lima puluh tahun (1820-1870), pengguasaan PDB global cina turun separuhnya. Kemiskinan tumbuh berlipat-lipat dan keadaan politik menjadi kacau.
Dalam keadaan seperti ini, baanyak orang-orang daratan yang pergi merantau. Diperaantauan mereka segera bangkit dan membentuk jaringan perdagangan. Orang-orang perantauan inilah unsur terpenting dalam kebangkitan ekonomi cina.
Motifasi orang cina dalam bisnis meraih sukses
Untuk meraih kesuksesan, seseorng haruslah memiliki motifasi yang kuat dalam dirinya.pasalnya, motifasi yang kuat akan mendorong seseorang untuk bekerja lebih keras, lebih rajin, bahkan bekerja melebihi manusia pada umumnya. Hal inilah yang naamaknya benar-benar dialami orang cina, dimana mereka mau bekerja lebih keras, bangun lebih pagi, bahkan memiliki jam kerja lebih banyak dibandingkan orang lain.
Saat orang lain masih nyaman tidur di rumah, setidaknya tidur 8 jam sehari, orang cina berani memangkas jam tidurnya. Mereka juga lebih senang tidur diruko dibanding harus tidur dirumah. Bagi mereka, selama bisnis yang dijalaankan belum meraih sukses, pantang menghabiskan waktu dengan tidur pulas dirumah. Merekaa baru akan bisa menikmati tidur, jika usaha yang dijalankan benar-benar sukses.
Masih banyak rahasia motifasi orang cina untuk terjun dalam duni bisnis.padahal, daalam sejarahnya bangsa cina sejatinya bukanlah bangsa pebisnis atau pedagang. Namun, apa yang terjadi dimasa kini? Sebaliknya! Golongan pedagang mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat cina.
Memasuki era moderen, dunia bisnis orang cina sanggatlah mengeliat. Banyak orang cina yang hijrah keluar negeri, khususnya di negara asia tenggara unyuk mencaari penghidupan daan peluang baru. Selain mencari rejeki, mereka menyimpaan impian untuk menjadi kaya. Tetapi, kehidupan diperaantauan tidaaklah mudah. Mereka oun dipaksa bergelut menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. Kesulitan inilah yang pada akhirnya membentuk karakter kuat pada diri orang cina, bahkan memberikan presebsi baahwa untuk menjadi kaya mereka harus menjadi pebisnis (pedagang).
Saat orang lain masih nyaman tidur di rumah, setidaknya tidur 8 jam sehari, orang cina berani memangkas jam tidurnya. Mereka juga lebih senang tidur diruko dibanding harus tidur dirumah. Bagi mereka, selama bisnis yang dijalaankan belum meraih sukses, pantang menghabiskan waktu dengan tidur pulas dirumah. Merekaa baru akan bisa menikmati tidur, jika usaha yang dijalankan benar-benar sukses.
Masih banyak rahasia motifasi orang cina untuk terjun dalam duni bisnis.padahal, daalam sejarahnya bangsa cina sejatinya bukanlah bangsa pebisnis atau pedagang. Namun, apa yang terjadi dimasa kini? Sebaliknya! Golongan pedagang mempunyai peran dan kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat cina.
Memasuki era moderen, dunia bisnis orang cina sanggatlah mengeliat. Banyak orang cina yang hijrah keluar negeri, khususnya di negara asia tenggara unyuk mencaari penghidupan daan peluang baru. Selain mencari rejeki, mereka menyimpaan impian untuk menjadi kaya. Tetapi, kehidupan diperaantauan tidaaklah mudah. Mereka oun dipaksa bergelut menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. Kesulitan inilah yang pada akhirnya membentuk karakter kuat pada diri orang cina, bahkan memberikan presebsi baahwa untuk menjadi kaya mereka harus menjadi pebisnis (pedagang).
Bakat orang cina dalam berbisnis
Berbicara mengenai bakat, orang cina nampaknya memiliki bakat alami untuk menjadi pebisnis yang sukses. Pasalnya, setiap kali orang cina menjalankan suatu usaha bisnis, hampir bisa dipastikan mereka akan meraih kesuksesan. Hebatnya, banyak pebisnis cina yang meraih kesuksesan tersebut tidak dinegerinya sendiri. Sebagian besar mereka justru meraih sukses saat berada diperantauan. Mereka seakan membenarkan kata pepatah cina, “dimana ada air disitu ada orang cina”.
Orang cina seakan mempunyai bakat untuk mencari penghidupan dimanapun mereka menjejakkan kaki. Konsep mencari penghidupan orang cina adalah dengan berdagang dan bekerja sendiri. Bagi orang cina, profesi sebagai pebsnis atau pedagang jauh lebih terhormat bila dibandingkan menjad seorang kui atau karyawan. Mereka beranggapan bahwa berbisnis adalah cara paling tepat untuk menjadi kaya.
Bakat berbisnis orang cina sejatinya bukanlah bakat bawaan. Namun merupakan keterampilan berbisnis yang ditempa sedemikian rupa sejak kecil. Oleh keluarganya, orang cina, sejak dini sudah diperkenalkan dengan dunia bisnis. Bahkan, jika keluarganya mempunyai sebuah toko atau warung, banyak diantara mereka ang langsung dilibatkan untuk bekerja disana. Maka jangan heran, jika banyak diantara merek yang trampil untuk sekedar melayani para konsumen.
Bakat berbisnis orang cina sejatinya berkaitan dengan minat besar mereka untuk terjun dalam bidang bisnis. Mereka nampaknya sangat menikmati perannya sebagai seorang pebisnis atau pedagang yang mengelolah suatu perusahaan atau pun sekedar toko kecil. Terlebih, menjdi seorang pebisnis, mereka bisa bertemu dengan banyak orang (konsumen). Bagi mereka, bertemu dengan banyak orang, melayani mereka, dan menjalani keakraban adalah hal yang sangat menyenangkan selain mendapatkan keuntungan berupa materi.
Pada dasarnya, orang cina memang selalu beranggapan bahwa berbisnis adalah kegiatan kegiaan yng menyenangkan. Selain menguji kemampunan mental dan fisik, berbisnis sejarahnya juga menguji kemampuan berkomunikasi serta kemampuan untuk mempengarui orang lain. Selain itu, dengan berbisnis seorang juga dilatih untuk cerdas dalam membaca keinginan pasar. Dengan terus terjun di dunia bisnis, mental, keterampilan dan bakat berbisnis orang cina pun semakin terasah.
Dengan demikian, orang cina nampaknya sangat menyadari bahwa bakat berbisnis haruslah selalu diasah. Bakat tersebut akan semakin matang saat mereka benar-benar bisa menikmati perannya. Jika tidak, kegagalan demi kegagalan pastilah akan merintangi langkahnya untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses
Orang cina seakan mempunyai bakat untuk mencari penghidupan dimanapun mereka menjejakkan kaki. Konsep mencari penghidupan orang cina adalah dengan berdagang dan bekerja sendiri. Bagi orang cina, profesi sebagai pebsnis atau pedagang jauh lebih terhormat bila dibandingkan menjad seorang kui atau karyawan. Mereka beranggapan bahwa berbisnis adalah cara paling tepat untuk menjadi kaya.
Bakat berbisnis orang cina sejatinya bukanlah bakat bawaan. Namun merupakan keterampilan berbisnis yang ditempa sedemikian rupa sejak kecil. Oleh keluarganya, orang cina, sejak dini sudah diperkenalkan dengan dunia bisnis. Bahkan, jika keluarganya mempunyai sebuah toko atau warung, banyak diantara mereka ang langsung dilibatkan untuk bekerja disana. Maka jangan heran, jika banyak diantara merek yang trampil untuk sekedar melayani para konsumen.
Bakat berbisnis orang cina sejatinya berkaitan dengan minat besar mereka untuk terjun dalam bidang bisnis. Mereka nampaknya sangat menikmati perannya sebagai seorang pebisnis atau pedagang yang mengelolah suatu perusahaan atau pun sekedar toko kecil. Terlebih, menjdi seorang pebisnis, mereka bisa bertemu dengan banyak orang (konsumen). Bagi mereka, bertemu dengan banyak orang, melayani mereka, dan menjalani keakraban adalah hal yang sangat menyenangkan selain mendapatkan keuntungan berupa materi.
Pada dasarnya, orang cina memang selalu beranggapan bahwa berbisnis adalah kegiatan kegiaan yng menyenangkan. Selain menguji kemampunan mental dan fisik, berbisnis sejarahnya juga menguji kemampuan berkomunikasi serta kemampuan untuk mempengarui orang lain. Selain itu, dengan berbisnis seorang juga dilatih untuk cerdas dalam membaca keinginan pasar. Dengan terus terjun di dunia bisnis, mental, keterampilan dan bakat berbisnis orang cina pun semakin terasah.
Dengan demikian, orang cina nampaknya sangat menyadari bahwa bakat berbisnis haruslah selalu diasah. Bakat tersebut akan semakin matang saat mereka benar-benar bisa menikmati perannya. Jika tidak, kegagalan demi kegagalan pastilah akan merintangi langkahnya untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses
Subscribe to:
Posts (Atom)