Showing posts with label ekonomi-korea. Show all posts
Showing posts with label ekonomi-korea. Show all posts

Monday, June 27, 2016

Resep kaya ala orang korea

Kesuksesan dan kekayaan materi yang berlimpah tentu tidaklah diraih secara mudah. Butuh kerja keras, cerdas dengan pengelolaan uang, dan pola hidup yang hemat agar semua itu bisa diraih. Hal demikian nampaknya juga diakukan oleh seseorang korea. Mau tahu resep kaya ala orang korea?

Berikut ini adalah penjabaranya :

1.Orang korea memiliki pegangan bahwa orang sukses adalah orang yang memanfaatkan setiap menitnya. Maka, pantang bagi orang korea menyia-nyiakan waktu untuk aktifitas tidak bermakna.
2.Orang korea memandang bahwa banyak berinvestasi adalah perjalanan dasar untuk menggapai kekayaan, sedangkan bunga tabungan takkan sanggup membawa kepada kekayaan.
3.Sebagian besar orang kaya adalah pengusaha, dan sebagian orang korea mengangap bahwa dengan menjadi pengusaha maka akan memberikan nilai lebih untuk sukses dibandingkan menjadi karyawan.
4.Anak-anak korea menjadi kaya karena warisan bisnis orang tua yang telah berjalan bertahun-tahun dan tak perlu merintis dari nol.
5.Pengusaha korea tak pernah puas untuk mengejar target lebih tinggi.
6.Orang korea memiliki mental positif, menghargai waktu, menganggap bahwa bekerja adalah kepusan dan tidak berbisnis dalah hal beresiko.
7.Orang korea selalu menjaga cita, karena cita yang rusak akan sulit dibangun kembali, sedangkan uang hilang bisa dicari kembali.
8.Orang korea bisa kaya bukan karena banyak uang, namun lebih kepada memiliki banyak aset. Dalam investasi mereka dikenal sanggat cerdas. Mereka selalu berpikir bagaimana caranya uang bisa selalu diinvestasikan agar bisa menjadi lebih banyak.

9.Dalam konteks orang korea, bekerja keras tidak selalu identik dengan bekerja fisik ekstra lama atau berlebihan. Bekerja adalah manusia dan uang. Jika hsilnya sama, mengapa bukan uang yang harus kerja keras. Tampak jelas bahwa filosofi dan trik orang korea untuk mencapai kejayaan sanggatlah sederhana.

Tradisi bisnis orang korea

Belajar dari filosofi orang korea, kita bisa menemukan banyak hal yang menarik untuk menjalankan bisnis

Korea adalah salah satu negara yang patut diperhitungkan dalam kanca kejayaan Asia. Bagaimana tidak?perekonomian pasar bebas Negara Gingseng ini masuk ke dalamperingkat lima besar diseluruh Asia, dan ke-15 yang terbesar di dunia.Tak heran negara ini diperhitungkan sebagai salah satu “MACAN ASIA”.

Saat ini korea selatan diperhitungkan sebagai negara dengan pendapatan ekonomi cukup tinggi oleh Bank Dunia dan IMF.Bila kita melihat seoul sebagai ibukota korea selatan,tempat ini sungguh bisa menjadi jantung korea selatan dimana gap antara kaum miskin dan kaum kaya tidaklah terlalu besar.

Negara yang merupakan tuan rumah dari beberapa raksasa perusahaan konglomerat seperti LG,Samsung,dan Hyundai ini,memepunyai sistem pendidikan sangat kompetitif serta mampu mencetak tenaga kerja bermotivasi tinggi,dan mempunyai keahlian memadai.Semua ini tentu tidak lepas dari etos, budaya,serta kultur kerja dari para pekerjanya.

Dengan adanya perbedaan kultur atau budaya,kultur bisnis korea bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pebisnis asing.Banyak perusahaan korea masih dipengaruhi oleh kultur Confucianism yang kental.Perusahaan- perusahaaan Korea umumnya mempunyai sistem hirarki tinggi dan tersentralisasi dengan beberapa orang ‘inti’,termasuk para manajer yang bisa membuat keputusan besar.Semua deskripsi kerja,otoritas dan hubungan kerja antara atasan dengan bawahaan didasari oleh senioritas.

Para pebisnis yang tidak siap dan tidak berpengalaman dengan Confucianism akan menemukan halangan dalam berbisnis.Walaupun banyak sekali orang korea mengenyam pendidikan di Barat,norma-norma sosial Korea sepenuhnya.Namun, mereka bisa lebih dihargai bila mau mencurahkan sedikit perhtian dan tenaga untuk belajar beberapa patah kata kunci dalam bahasa Korea dan mengikuti beberapa norma sosialnya.

Pebisnis Korea berharap pra pebisns bisa menepati janji dan tepat waktu dalam menghadiri rapat atau pertemuan bisnis.Tradisi profesional pertama yang biasa dilakukan antara kedua belah pihak dalam meeting adalah saling bertukar kartu nama.Sangatlah penting untuk membangun kepercayaan juga membina hubungan agar proses dan hubungan bisnis dapat berjalan lancar.Tidak sepertu di Barat,proses ini memerlukan waktu dan kesabaran.Orang-orangKorea lebih suka berbisnis dengan orang-orang yangsudah mereka kenal.Dari sudut pandang orang barat,orang Korea dianggap agak ‘sensitif’.Mereka sangat tidak suka kehilangan muka dan ditempatkan pada posisi yang sulit di hadapan orang lain.

Meeting pertama biasanya dilakukan untuk membengun kepercayaan terlebih dahulu.Jadi, mereka tidak langsung menuju pada inti persoalaan bisnis yang ada.Kita harus berlaku formal dalam meeting sampai saat orang atau perwakilan dari Korea mulai menunjukkan sikap santai.Kesuksesan proses bisnis tergantung juga dari erat hubungan sosial.Saling berbagi makan malam bisa menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan Korea biasanya adalah negosiator yang tangguh.Mereka mengagumi perusahaan mempunyai perwakilan yang mampu bernegisiasi dengan gigih,tetapi tidak terlalu agresif.Isu-isu yang sensitif umumnya dibicarakn kemudian, biasanya sambil proses bisnis berjalan,khususnya jika menyangkut hal-halrumit atau urusan finansial.

Disarankan untuk bisa diperkenalkan melalui pihak kedua daripada menghubungi langsung atau menghubungi secara acak perusahaan-perusahaan Korea yang ada. Untuk bisa bertemu dengan orang Kunci,hampir selalu tergantung pada bagaimana cara perkanalan yang dilakukan.Seorang penengah atau perantara yang credible bisa sangat membantu dalam mendapat kepercayaan dari para pebisnis Korea. Apalagi,bila perantara tersebut adalah orang yang dihormati.Mereka biasanya memerlukan waktu untukbmembuat keputusan karena seringkali hal ini diambilatas persetujaun kolektif.Waktu yang diperlukanuntuk pengambilankeputusan juga terkadang lebih lama dari yang diperkirakan.

Jika dilihat dari segi bahasa,tingkat pemahaman bahasa Inggris orang-orang Korea yang bisa berbahasa Inggris ternyata tidak sebagus yang diperkirakan.persepsi dan pemahaman mereka sering kali jauh meleset dari yang sebenarnya dimaksud oleh orang-orang Barat. Perbedaan kultur sering kali menimbulkan halangan yang cukup besar dalam hal berkomunikasi.Biasanya orang barat berusaha untuk mengulang atau membuat beberapa repetisi agar maksud mereka bisa ditangkap dengan lebih baik.Selain itu,mereka juga biasa saling bertukar catatan tertulis setelah meeting supaya bisa lebih memehami maksud dari kedua belah pihak.

Di Korea, dokumen-dukomen legal tidaklah terlalu penting jika dibandingkan dengan relationship antar individu.Mereka bahkan tidak terlalu suka kontrak yang terlalu detail atau rumit.Merka lebih menyukai kontrak yang cukup fleksibel agar bisa melakukan penyesuaian denganperubahan kondisi yang mungkin akan terjadi .Dengan demikian, lebih penting untuk membangun hubungan yang didasari ata saling percaya dan saling memberikan benefit dari pada membuat kontrak yang menandatanganinya,dan”mengapa”kontrak itu dibuat.

Hiburan juga memegang peranan penting di Korea dalam hubungan bisnis.Mereka suka berlomba minum dan saling membarikan hadiah kecil. Kini Golf juga menjadi olahraga favorit dan menjadi bentuk hiburan yang diminati.Melalui aktivitas ini,hubungan bisnis bisa menjadi lebih personal.pengetahuan mengenai keluarga, status,hobi, ulang tahun,pengalaman,sampai pada sampai filosofipribadi bisa didapat dari kegiatan hiburan atau olahraga.Bahkan,suatu persetujuan informal dari pihakyang sudah saling percaya bisa lebih besar pengaruhnya daripada dokumen perjanjian tertulis.

Konsep serta nilai daribudaya Korea pada dasarnyaterdiri atas kibun,Inhwa dan confucianism.Kata Kibun sendiri tidak punya terjemahan dalam arti sesungguhnya dalam bahasa Inggris.Tetapi,sebagai konsep yang meresapi setiap aspek dari kehidupan orang korea,kata tersebut bisa definisikan sebagai kebanggaan,paras,mood atau cara pandang.Dalam usaha untuk memelihara Kibun,terutama dalam konteks bisnis,seseorang harus meghormati orang lain dan menghindari segala tindakan yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan muka.Di dalam kultur di mana keharmonisan sosial dianggap penting,kemampuan untuk menginterpretasikan pikiran orang lain(sering disebut juga sebagai Nunchi)adalah penting untuk memperlancar urusan bisnis.

Inhwa adalah suatu gambaran dari kepercayaan Confucian.Istilah Inhwa berarti pendekatan Korea kepada keharmonisan.Sebagai suatu masyarakat kolektif,pengambilan keputusan secara mufakat sangatlah penting untuk mempertahankan keharmonisan di Korea.Supaya Inhwa bisa berjalan dengan selaraas,orang-orang Korea sringkali berusaha menjawab dengan respon positif dan engan untuk menolak secara langsung.Dalam hal kultur bisnis Korea,hal ini tercermin dalam rasa setia pada perusahaan, kepatuhan,serta perilaku karyawan.

Sedangkan Confucianism merupakan sebuah filosofi yang mamou mempengaruhi begitu banyaak orang Korea,Akar budaya Confuciansm begitu kuat manancap pada kultur Korea,sehingga meresap ke banyak orang di sana. Filosofi ini membentuk moral,hukum nasional dan gaya hidup secara umum di Korea, mulai dari dalam keluarga sampai pada kehidupan sosial mereka.

Terlepas dari pengaruh negara-negara tetangga,Korea Selatan masih bisa mempertahankan idantitas dan ciri khasnya yang jelas dan homogen.Masih terasa juga pengaruh-pengaruh dari kepercayaan-kepercayaan religiusnya.Satu hal lagi,Korea juga mempunyai pemandangan dan landscape yang menakjubkan.Rakyat Korea memegang kebanggaan tinggi akanwarisan atau pusaka yang unik,dan juga bahasanya yang terbentuk dari sejarah panjang dan berliku.Sebagai hasilnya,hal tersebut tercermin juga pada kultur dan budaya bekerja atau berbisnisnya.

Perubahan wajah Korea terus berlanjut.Meskipun negara yang dikenal dengan sejarahnya cukup Pelik ini terbebas dari Jepang pada akhir Perang Dunia kedua,mereka masih harus menghadapi Perang Dingin.Namun,Korea mencetak kemajuan ekonomi yang cukup pesat dan terus berkembang menjadi salah satu terbesar di Asia,selain Jepang dan Cina.Peluang bisnis yang berkembang di Korea pun turut meningkatkan minat dan rasa ingin tahu dunia akan pengetahuankultur serta budayanya.

Sikap orang korea dalam berbisnis

Salah satu sifat khas orang tua korea adalah blak-blakan. Pertanyaan seperti berapa umurmu, apakah sudah menikah, dan mengapa belum menikah pertanyaan yang lumrah didengar. Tidak jauh beda dengan sifat orang-orang tua di tanah air bukan?

Sansan hasjim dalam buku bujet pas-pasan, keliling korea 60 hari? Bisa! Menuliskan adat korea dalam menjamu tamu sangat baik. Mereka memperlakukan tamu bak orang istimewah. Keperluan tamu diersiapkan semua, mulai dari kamar tidur dan perlengkapan mandi. Mereka juga akan menyajikan makanan istimewah. Namun jika tidak memasak sendiri, mereka akan mengajak tamunya makan diluar dan memilih makanan yang enak-enak.

Lazimnya orang korea tak memperkenankan tamunya memperkerjakan apapun ketika sedang menumpang, mungkin pengecualian jika keadaan sedang memaksa. Sampai-sampai baju kotor tamunya pun mereka yang melakukan dan mengumpulkanya kedalam mesin cuci, daan si tamu terima beres dengan pakaian yang terlihat wangi dan rapi.

Jika di ajak makan, lihat dulu siapa yang mengajak. Ada tren baru di korea saat ini, yaiyu going dutch alias makan bayar sendiri-sendiri. Ini biasanya dilakukan anak muda di negeri gingseng itu. Jika menawarkan pembayaran tagihan makan kita, cobalah untuk menawarkan membayar tagihan sendiri terlebih dahulu.

Apabila ada makan ronde kedua, saat itu giliran kita yang membayar sebagai ganti tagihan pertama yang mereka bayarkan. Nah, lain cerita jika kita yang mengajak makan adalah orang tua. kali ini, anda akan menjadi orang yang akan di traktir. Karena umumnya, mereka selalu berinisiatif membayar semua tagihan makan.

Di dalam subway tersedia tempat duduk bagi para manula, orang cacat, dan ibu hamil. Tempat duduk itu terpisah dari tempat duduk penumpang lainnya. Waalau tempat spesial itu kosong, tak ada orang yang berani mengisinya, kecuali ingin di tatap oleh penumpang lain. Terkadang kalupun ada orang tua di tempat itu, iapun tak ingin duduk disitu.

Mengantri juga menjadi budaya penduduk korea selatan. Budaya mengantre tidak hanya berlaku untuk naik kendaraan, tapi juga munggu giliran masuk toilet umum. Tidak ada orang yang saling serobot seperti yang terjadi di indonesia.

Para orang tua adalah penolong yang sangat baik, setelah polisi, ketika ada orang yang tersesat atau kesusahan. Mereka tidak segan-segan mengantarkan atau menunjukkan jalan. Mereka memang agak rama dibandingkan dengan anak muda.

Dalam konteks bisnis, orang korea juga menerapkan sikap di atas pada konsumenya. Mereka akan memperlakukan konsumen secara istimewah seperti halnya seoran raja. Mereka bahkan akan memberikan garansi service pada konsumen agar mereka tidak kecewa.pantas saja jika dalam berbisnis, orang korea juga menuai kesuksesan yang luar biasa.

Pola pikir orang korea

Banyak buku biografi yang menceritakan tentang bagaimana perjalanan hidup, dan karir bisnis dari orang-orang sukses yang ada di dunia ini. Tentunya semua pola pikir dari orang-orang sukses tersebut dapat dijadikan tolok ukur dan juga menjadi inspirasi yang sangat berharga bagi orang lain.

Nampaknya, untuk mengungkap rahasia kesuksesan orang korea, tentu tidklah lengkap jika kita tidak mengetahui pola pikirnya. Pasalnya, dengan mengetahui secara lebih dla pola pikir orang korea, pastinya akan terungkap pula bagaimana orang korea bisa meraih banyak kesuksesan dalam setiap bisnis yang dijalankannya.

Berikut ini merupakan pola pikir pebisnis korea :

1. Sukses tidak ditentukan nasib

Bagi orang korea, nasib seseorang sangat di pengaruahi oleh semua tindakan yang dilakukannya. Tentu saja tindakan-tindakan itu di motori oleh pola pikirnya. Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan krena pola pikir dan tindakanya yang berakibat pada tindakanya sekarang. Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu-kewaktu. Menurut orang korea, untuk mencapai sukses yanglebih besar, sudah sewajarnya jika kita harus meniru cara perpikir dan cara bekerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil, setiap waktu dan dilandasi banyak kemampuan yang akan mempermudah jalan menuju sukses dan kaya.

2. Kegagalan adalah bagian kesuksesan

Orang korea tidak pernah takut gagal. Bagi mereka, kegagalan yang dialami adalah bagian dari kesuksesan, sehngga tidak seharusnya membuat seseorang jera dan menghalani peluang sukses di masa yang akan datang. Kegagalan hanyalah sesuatu kesuksesan yang tertunda. Justru dengan suatu kegagalan yang di alaminyaseseorang akan bertambah pengalaman, aman, dan bertambah matang. Ia bertambah gigi dan berhasil. Sebaliknya, orang gagal akan memandang pengalaman kegagalanya sebagai suatu “trauma” yang membuatnya menjadi jera dan takut untuk memulai lagi.

3. Sukses selalu berorentasi solusi

Bagi orang korea, kehidupan tidak akan pernah lepas dari masalah. Karena itu, mereka meyakini bahwa dibalik sesuatumasalah yang akkan datang pasti ada peluang dan solusinya. Pola pikir seperti iniah yang membuat orang korea tahan uji dan tak mudah menyaerah. Bagi orang korea, untuk memperoleh solusi yang baik, seseorang harus mendasarinya dengan pikiran yang positif dan optimis.

Moto hidup pebisnis korea

Pendiri perusahaan raksasa hyundai, chung ju yung, dalam buku made in korea yang di tulis oleh richard m steers menyatakan “waktu adalah bukan hanya uang taoi kehidupan, bila kit akehilangan waktu maka tidak hanya uang yang hilang tapi semua yang dilakukan dan hidup kita akan lenyap tak berbekas”. Itulah moto hidup sebagian kalangan bisnis korea yang menyebabkan mereka selalu bekerja keras.

Mereka selalu terlihat sungguh-sungguh dalam melakukan berbagai kegiatan. Dalam dunia bisnis, pengusaha korea selalu berusaha mengerjakan sesuatu dengan akurat dan cepat. Bila anda berencana untuk mempunyai mitra dagang korea maka sebaiknya pelajari pola kerja mereka yang selalu kerja cepat itu. Dalam kondisi tertentu orang korea dapat bekerja di kantor sampai larut malam bahkan sampai pagi.

Dalam meja perundingan bisnis mereka selalu tampil sebagai negosiator yang gigih. Bila terdapat kendala bahsa dalam berkomunikasi dengan pebisnis korea, sebaiknya anda membawa penerjemah sendiri. Jangan mengandalkan penerjemah dari pihak korea karena mereka akan cenderung menguntungkan atasannya. Hindari menunjukan mimik tidak sabar atau kesal saat bernegosiasi. Perundingan dengan pengusaha korea umumnya akan memakan waktu yang lama karena mereka selalu bersikap berhati-hati untuk menghindari kesalahan pengambilan keputusan.

Sebagai pengaruh dari latar belakang budaya konghucu, kalangan bisnis korea sangat enggan untuk mengatakan tidak dengan jelas. Dengan maksud menghindari rasa kecewa dari mitra bisnisnya bila ia mengatakan tidak bisa untuk memenuhi suatu transaksi, pengusaha korea biasanya mengatakan “saya akan memikrkan sekali lagi”. Sementara itu mereka berusaha untuk menunjukan gelagat bahwa sebenarnya tidak ada minat untuk menerima bisnis itu.

Pebisnis korea tidak akan sampai ke tahapan pembentukan kesepakatan sampai ia akan merasa akrab dan percaya dengan mitr bisnis yang akan terlibat dalam kesepakatan itu. Walau transaksi itu akan mendatangkan keuntungan besar bagi mereka namun bila komunikasi dan kepercayaan belum terjalin dengan baik maka kesepakatan bisnis itu masih memerlukan waktu panjang untuk disetujui.

Karekteristik budaya orang korea

Manajemen bisnis dalam prakteknya tidak terlepas dari pengaruh budaya daerah atau negara setempat. Sedemikian besar aspek budaya mempengaruhi pada kegiatan bisnis yang dilakukan, baik pada negara cina, amerika, jepang, dan indonesia. Bahkan indonesia yang memiliki berbagai kepulauanpun memiliki budaya beragam dalam mewarnai kegiatan bisnis yang dilakukan, seperti jawa, madura, medan, bali, dan lain-lain.

Demikiaan pula, yang terjadi pada manajemen bisnis korea. Prspektif orang terhadap manajemen bisnis korea dapat ditinjau dari dimensi konseptual, teknis, akademi dan praktik. Dengan demikian, orintasi uang atau perilaku-perilaku yang termotivasi keuntungan dianggap tidak terhormat. Perilaku-perilaku yang dianggap terhormat adalah perilaku yang tidak termotivasi oleh uang semata, misalnya perlaku yang termotivasi karena rasa kemanusiaan dan lain-lain.

Tetapi setelah era 1960-an, tujuan utama manajer korea dalam melakukan manajemen bisnis menjadi berubah halun/orientasi. Sehingga kegiatan bisnis yang dilakukan berdasarkan pada motivasi uang. Berdasarkan tinjauan konseptual dalam manajemen bisnis sebelum tahun 1960-an dan setelah 1960-an telah mengalami pergeseran orientasi. Hal ini disebbkan antara lain adanya perubahan kemajuan jaman, perkembangan ilmu dan teknologi, dan tuntutan mengikuti perubahan agar tidak tertinggal dengan negara lain.

Dalam tinjauan dimensi teknis para manajer bisnis memandang manajemen sebagai sarana untuk mengkomersikan teknologi, artinya manajemen sebagai agen yang mengkombinasikan teknologi-teknologi dengan bisnis. Sehingga dengan teknologi yang diciptakan dapat mendatangkan keuntungan dalam mendukung kegitan bisnis yang dilakukan.

Isi pendidikan manajemen secara mendalam awalnya dipengaruhi oeh sistem amerika, tetapi di tahun 1990-an, lebih banyak didasarkan pada pengalaman korea. Menurut penulis, pengalaman bisnis korea lebih cocok untuk dimasukkan dalam isi pendidikan manajemen maupun kurikulum karena telah teruji di lapangan. Mahasiswa sebagai calon sarjana muda maupun sarjana perlu mengetahui tekhinik yang selama ini diterapkan di negaranya, karena merekalah nanti yang akan menjadi penerus dalam melakukan kegiatan berbisnis.

Korea sendiri banyak memberikan kesempatan kepada para sarjana untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan skill-nya. Mengapa di korea lebih banyak memberikan kesempatan kepada sarjana dan siap pakai untuk terjun dalam dunia bisnis?

Sedangkan pada dimensi praktis, manajemen bisnis korea lebih mengutamakan pemeliharaan konsistensi pertumbuhan dan stabilitas suatu perubahan bisnis daripada mengejarkan keuntungan. Ini bukan merupakan hal mudah untuk dilakukan bagi pebisnis dan banyak pengorbanan serta perlu kerja keras.

Orientasi jangka panjang dalam melakukan bisnis mungkin bisa merupakan wujud konsistensi dan perlu dukungan loyalitas para karyawan yang tinggi. Lain halnya jika orientasinya hanya mengejar keuntungan atau penulis namai dengan orientasi jangka pendek. Karena jika kondisi ekonomi suatu negara terjadi inflasi maka kondisi bisnis akan mudah hancur.

Karakteristik lain praktek-praktek bisnis korea adalah menekankan pada people yang mengangap mengamankan dan melatih sumber daya manusia dalam organisai bisnis mereka. Pada praktik bisnis korea kualitas sumber daya manusia haru selalu ditingkatkan agar tidak mengalami keusangan karena kualitas sumber daya manuia merupakan kunci bagi kemajuan perusahaan

Karakteristik orang korea

Korea adalah negara tua terletek di bumi bagian timur yang merupakan penghubung asia timur laut dengan dunia luar, terutama dengan jepang. Semenanjung korea terletak antara 33,60’ dan 43 lintang utara serta 124,11’ dan 131,52’ bujur timur. Panjang +1000km, sedangkan lebarnya 216km. Semenanjung ini di pisahkan pada sebelah utara sngai amnok (yalu) dan du-man (tumen). Di tengah dua sungai itumterletak dua gunung baek-du, yang berarti dua gunung bertopi putih (gunung guci).

Orang korea berasal dari keturunan suku bangsa mongolia namun memisahkan diri dan membentuk suatu bangsa yang homogen, yaitu bangsa korea. Semenanjung koea pada masa lampau terkenal dengaan sebutan ‘kerajaan kaum petapa’ dan ‘tanah dari pai yang terang’.

Orang korea merupakan pekerja giat, jika sedang mengerjakan sesuatu harus segera di selesaikan sampai larut sekali pun. Arena pekerjaan yang menimbulkan rasa bosan, penat, tekanan batin, dan lain sebagainya, orang korea suka minum-minuman keras. Menurut orang korea, dengan minum-minuman keras orang dapat bertukar pikiran atau menyelesaikan masalah. Selain itu orang koreadi kenal sebagai orang-orang ramah dari timur karena suka menghormati orang yang usianya lebih tua, dimaksudkan untuk menempatkan status orang yang baru dikenalnya dalam tata pergaulan.

Orang korea tidak melupakan masa baktinya terhadap orang tuanya, tidak hanya ketika masih hidup tetapi juga ketika sudah meninggal. Dalam buku catatan keluarga yang tersimpan dalam perpustakaan umum, meeka dapat mencari dan mengetahui silsilah keluarga sampai pada nama diri mereka masing-masing. Buku itu bernama jok-bo, yang berarti kitap keluarga. Sejak zaman dahulu, menulis sil-silah merupakan adat-istiadat bangsa korea. Sulur galur berasal dari catatan keluarga raja. Dalam buku ini tercantum bermacam-macam kebenaran yang penting. Catatan didalamnya berguna untuk mengetahui peristiwa yang terjadi pada masa lampau sebab dalam buku tersebut tertulis kenyataan yang benar.

Sifat orang korea yaitu tidak mau menambahkan harta benda sendirinya dan hanya memelihara atau mempertahankana hal yang sudah dimilikinya. Orang korea senantiasa merasa puas pada negara dan bangsanya sendiri. Mereka mencoba mengembangkan apa yang mereka dapat tanpa menjauh dari yang asli. Sifat orang korea terlalu terburu-buru itu berasal dari letak negara danlingkungan hidupnya sendiri. Orang korea juga sering mengejar kekayaan , kehormatan, dan dudukan tinggi dalam waktu yang bersamaan. Bangsa ini mmempunyai satuh wajah dengan satu hati. Mereka berkata keras-keras, sua marah, suka tertawa, suka membuat janji, suka minum-minuman keras, hal itu karena mereka mempunyai sifat keterbukaan yang mereka miliki.

Seperti jepang, korea adalah negara yang meliliki tradisi dan sejarah panjang. Proses modernisasi dan pembangunan yang pesat tidak menghilangkan sosial dan budaya dan adat istiadat yang diwaeiskan secara turun menurun. Malah, orang korea masih mempertahankan dan menerapkan nilai dan cara hidup lama. Meski begitu, mereka tidak menolak cara hidup modern dan pembaharuan yang terjadi di dunia.

Jika bangsa jepang memiliki budaya kerja unggul dengan sifat kerajinan dan kedisiplinan rakyat korea juga demikian orang korea tidak mengabaikan waktu kerja meskipun waktu kerja telah di tetapkan. Jika istri pekerja jepang merasa heran bila suami mereka pulang lebih awal, maka pekerja korea juga merasa tidak sopoan jika pulang terlebih dahulu sebelum pimpinan mereka pulang.

Dengan bekerj sampai malam, pemimpin menjadi teladan karyawanya. Bangsa korea tidak hanya memiliki sifat pekerja keras, tetapi juga komitmen tinggi pada pekerjaannya. Mereka juga bekerja dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Saat bekerja, bangsa korea tidak melibatkan urusan pribadi karena mereka bersifat profesional.

Etika bisnis orang korea

Seperti halnya sejumlah besar negara-negara asia, kedekatan hubungan pribadi merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan bangsa orang korea selatan. Dalam dunia bisnis, jalinan hubungan pribadi yang baik menduduki tempat tertinggi, lebih penting dari berbagai aspek dunia usaha lainya. Perhitungan akan keuntungan yang akan diperoleh, harga yang kompetitif dan produktif berkualitas akan di tentukan oleh kadar hubungan pribadi. Hubungan pribadi yang baik disertai dengan kehormatan dan kepercayaan tinggi merupakan dasar dari etika bisnis orang korea selatan.

Banyak pengusaha asing yakin bahwa mereka menawarkan harga dan jenis produk yang kompetitif maka transaksi dengan pengusaha korea akan lancar. Namun hal itu mungkin berlaku di negara lain, belum tentu di korea akan selalu begitu” ujar jon saddoris, pengusaha asal amerika serikat yang telah sepuluh tahun tinggal di korea. Hal ini termasuk melakukan pendekatan dengan cara yang baik artinya upaya perkenalan yang dapat diterima dan dilakukan oleh pemimpin atau staf dengan jenjang yang sessuai.

Orang korea terkenal dengan rasa persaudaraan dengan sesama yang besar. Di korea, bila sebuah perusahaan atau toko baru buka di sebuah gedung maka sang pendatang baru itu biasanya mengantarkan makanan yang di sebut ttok ( kue beras) ke toko di kiri kanan dan lantai di atas bawah. Pemberian itu merupakan tanda perkenalan sekaligus tawaran untuk menjalin hubungan baik dan kerja sama. Demikian halnya jika seseorang menempati rumah atau apartmen baru.

Masih dalam rangka mempererat hubungan baik, kalangan usaha korea gemar memberikan cinderamata kepada mitra bisnisnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh relasi bisnis mereka termasuk mitra asing. Kualitas hadiah itu tergantung dari tingkatan hubungan bisnis danbesarnya perusahaan. Berikan cinderamata yang khas dari indonesia dengan kualitas bagus. Hadiah dapat pula berupa minuman keras karena oang korea gemar minum. Pemberian cindderamata biasanya disesuaikan dengan perayaan tertentu seperti tahun baru korea atau thanks giving day korea yang disebut dengan chussok. Jangan membungkus cinderamata dengan kertas putih karena putih adalah lambang kematian bagi masyarakat korea. Gunakan kedua tangan ketika menerima atau memberikan hadiah.

Sunday, June 26, 2016

Kebijakan perdagangan korea

Perdagangan menguasai lebih dari 80% GDP korea setiap tahunya. Mempertmbangkan tingginya hubungan ekonomi korea dengan dunia luar, maka korea secara aktif mempromosikan kebijakan perdagangan luar negeri guna memperluas pasar impor luar negeri dan pengusahaan energi dan sumberdaya secara stabil dengan membuka pasar yang saling menguntungkan di bidang industri, pertanian, pelayanan dan sebagainya dengan negara-negara dagang utama.

Pada awalnya korea bersandar pada strategi pertumbuhan yang berpusat pada bidang ekspor, sebuah strategi yang digunakan oleh Amerika, jepang, uni-eropa dan sebagainya. Namun akhir-akhir ini, korea juga aktif berusaha untuk memperluas perdagangan dan membentuk kerjasama secara luas dengan wilayah ekonomi yang sedang berkembang akhir-akhir ini yakni BRICs,ASEAN, Amerika Latin, dan sebagainya.

Korea menjadi penciptaan “negara termaju dalam dunia global” sebagai sasaran utama yang setara dengan struktur dagang multiteral menjadi inti dari WTO, serta mempromosikan regional trade agreement (RTA), kerjasama regional, dan sebagainya sebagai sarana penyempurna struktur dagang multilateral.

Koera yang mengarah kepa perdagangan iternasional bebas turut aktif dalam doha development agenda (DDA), dan untuk mewujudkan persetujuan pada berbagai dimensi sebagai sumbangsinya untuk membangun.

Korea terus berusaha untuk menciptakan network FTA global. Dibandingkan dengan adanya keterlambatan kesepakatan yang dikarenakan oleh adanya perbedaan pendapat diantara negara maju dan negara berkembang utama tentang perdagangan bebas multilateral malalui WTO DDA sejak terjadinya krisis moneter pada tahun 2008, pendatangan FTA dan RTO terus menerus berkembang. Sejak keikutsertaanya dalam GATT pada tahun 1947, pada september 2011 jumlah RTA yang telah diterbitkan ada sebanyak 310 buah, bahkan terus bertambah setelah krisis moneter pada tahun 2008.

Pad september 2011 korea telah menyepakati 7 FTA dengan 44 negara termasuk chile, singapura, EFTA, asean, india, uni-eropa, peru, dan negara-negara lainya. Saat ini ratifikasi persetujuan FTA dengan amerika sedang di angkat dalam badan legislatif. Kesepakatan FTA dengan australia, colombia, gulf cooperation council (GCC), meksiko, new zealand, dan turki sedang dalam proses, pada saat yang sama kesepakatan FTA dengan jepang, cina, MERCOSUR, israel, vietnam, enam negara, amerika tengah (panama, costarika, guatemala, hondarus, dominica, el savaldor), malaysia, indonesia sedang di selidiki kemungkinannya.

Pemerintah korea dengan menjalankan jaringan kesepakatan reguler di berbagai tingkat dengan negara-negara partner utama seperti amerika, cina, uni-eropa, jepang dan sebagainya terus membicarakan cara pengembangan infestasi dagang antar negara, kerjasama ekonomi dan sebagainya.

Strateg ibisnis ekspor korea

Korea selatan mengalami perkembangan cukup pesat dalam empat dekade terahir. Kebijakan pemerintah mengalihkan orientasi ekonomi dari eonomi ke industri perdagangan menjadi salah satu kunci kesuksesan yang di capai oleh negara gingseng ini.

Awal perekonomian ekonomian korea selatan di bangun dengan berorientasi pada sektor pertanian kemudian beralih pada sektor industri perdagangan. Hal ini menjadikan perekonomian ekonomi selatan tumbuh pesat dari negara miskin dengan perekonomian lemah menjadi negara yang kuat pertumbuhan ekonominya.

Padahal usai perang dunia dua, korea selatan sejatinya masih berada dalam keterpurukan. Bahkan termasuk salah satu negara termiskin di dunia. Dengan perekonomian yang masih mengandalkan bidang pertanian membuat kondisi ini masih terus berlanjut hingga satu dekade berikutnya. Namun, dengan sikap kepemimpinan kuat dan pemerintah bersih korea selatan kini menjadi negara yang kokoh perekonomianya.

Kebijakan yang dibuat dengan berorientasi pada pasar ekspor terutama manufaktur merupakan salah satu strategi yang mampu menjadikan korea selatan dalam kondisi lebih baik dari sebelumnya.

Selain menerapkan strategi ekspor, pemerintah korea selatan juga berhasil mengajak kalangan pengusaha korea selatan untuk berama-sama memajukan bangsa. Alhasil, melalui sektor industri inilah, korea selatan kini mampu menguasai pasar dunia. Berbagai produk elektronik mulai dari ponsel televisi, LCD, hingga semi konduktor seperti samsung dan LG dapat bersaing berebut kue pasar dunia. Demikian halnya di bidang otomotif, hyundai dan kia bisa tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan otomotif dunia.

Jiwa kewirausahaan masyarakat korea setan yang tumbuh dengan kuat juga menjadu salah satu faktor yang turut berkontribusi dalam kesuksesan pembangunan ekonomi korea selatan. Selain itu juga dukungan kuat pemerintah terhadap pendidikan, penelitian dan sumberdaya manusia.

Sistem manajemen bisnis korea

Perusahaan korea mengoperasikan sistem gajian mempertimbangkan senioritas dan kemampuan. Kebijakan personali tradisonal pada pemerintahan korea sanggat mengandalkan pada hubungan-hubungan antar pribadi. Kecenderungan tersebut adalah menghargai para karyawan-karyawan yang telah betugas selama waktu panjang.

Karywan senior dianggap memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan karyawan yunior. Kemampuan karyawan senior diperoleh dari pengalaman-pengalaman kerjanya. Senioritas menjadi pertimbangan sendiri bagi perusahaan untuk memberikan perusahaan berupa gaji.

Dalam sistem pengajian karyawan senior lebih mendapatkan perhatian dan penghargaan lebih dibandingan yunior. Artinya lama bekerja seseorang selalu mendapat pertimbangan dalam mendapatkan upah. Dengan demikian, karyawan senior akan memperoleh gaji lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan yunior. Hal ini telah menjadikan budaya di korea dan dapat diterima oleh karyawan yunior.

Sistem ganjaran (reward), perusahan korea juga menerapkan sitem evaluasi. Sistem evaluasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan korea bersifat inklusif, yaitu evaluasi dilakukan berdasarkan prestasi, sikap dan kemampuan. Tradisi senioritas dan sistem ganjaran didasarkan pada latar belakang akademis karyawan, semakin mempersulit pencapaian evaluasi yang obyektif yang telah diperburuk oleh keengganan orang korea untuk mengevaluasi orang lain. Sehingga penilaian kinerja yang diberikan memiliki sifat yang subyektif sekali, dan kinerja yang sesungguhnya sulit untuk di ukur.

Menurut penulis, penilaian kerja yang bersifat subjektif akan merugikan bagi keberadaan perusahaan, karena perusahaan tidak mengetahui secara obyektif (sebenarnya) kinerja karyawanya. Apakah kinerja yang bagus atau kurang bagus, maka menyulitkan bagi perusahaan untuk membuat keputusan. Misalnya, meningkatkan program training untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.sistem evaluasi hendaknya dilakukan oleh pemimpin karywan yang bersangkutan dan teman sejawat.

Karakteristik manajemen bisnis

Menurut cho d.s (1995), secara keseluruhan perusahaan bisnis korea menekankan pada aspek berikut:

1.Keselarsan antar manusia, kesatuan kerjasama, pengabdian, ketekunan, keaslian, kreativitas dn pembngunan menyeluruh.

2.Kejujuran, kepercayaan, efisiensi, kualitas dan tanggung jawab. Sebaliknya, rasionalitas, manajemen ilmiah dan pelayanan bagi para pelanggan merupakan nilai-nilai yang kurang mendapatkan penekanan. Nilai-nilai ini sanggatlah berlawanan dengan nilai-nilai yang dipegang perusahaan barat yang menekankan pada originalitas, pengembangan, pelayanan terhadap pelanggan dan tanggung jawab sosial sebagai ideologi manajemen unggul.

Pada umumnya perusahaan-perusahaan bisnis korea menekankan pertumbuhan dan stabilitas sebagai tujuan manajemen mereka. Hingga tahun 1970-an pertumbuhan mendapatkan prioritas melebihi stabilitas, profitabilitas dan tujuan-tujuan lain. Baru pada tahun 1980-an, stabilitas dianggap lebih penting daripada pertumbuhan. Perubahan ini dapat dijelaskan dengan pengalaman berbagai kesulitan pahit disebabkan oleh berbagai ekspansi bisnis yang berlabihan pada tahun 1970-an dan awal tahun 1980-an.

Menurut penulis, tujuan manajemen bisnis korea ke arah stabilitas perusahaan termasuk pada orientasi jangka panjang. Hal ini dilakukan karena perusahaan bisnis korea belajar dari pengalaman bahwa stabilitas perusahaan memberikan pengalaman yang berharga jika dibandingkan dengan pertumbuhan dan profitabilitas.

Jika kondisi ekonomi suatu negara tidak stabil (misalnya terjadi inflasi) maka tidak berdampak besar bagi perusahaan yang memiliki orientasi jangka panjang. Lain halnya jika orientasinya hanya untuk mengejar keuntungan atau penulis namai dengan orientasi jangka pendek. Jika orientasinya jangja panjang maka tidak ada jaminan stabilitas bisnis, karena jika kondisi ekonomi suatu negara terjadi inflasi maka, kondisi bisnis akan mudah hancur

lingkungan kerja orang korea

Lain lubuk lain belalang, lain negara pasti juga lain kebiasaan orang-orangnya. Kira-kira begitu maksud pribahasa tersebutuntuk menggambarkan keragaman antar daerah. Cara kerja dan lingkungan kerja dikorea selatan tentu berbeda dengan diindonesia. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan orang korea selatan di lingkungan kerja.

Pertama, mereka pekerja keras, disiplin, sigap dan berusaha menunjukkan integritas kinerjanya. Karenanya orang korsel tak segan-segan berlaku keras dan kasar terhadap karyawan demi kedisiplinan kerja tak jarang pula banyak karyawan yang sering dimarahi dengan kata-kata kasar, bahkan dengan memegang dan mendorong kepala. Hal ini sanggat biasa terjadi disana. Namun setelah marah, orang korea ini tidak akan menyimpan dendam, persoalan cukup berhenti ketika usai marah. Umumnya mereka kembali baik dan pekerjaan pun kembali berlanjut.

Kedu, terkit dengan hubungan antara atasan (bos) dengan bawahan, kesopanan wajib dijaga. Orang korsel jarang sekali melanggar aturan yang dibuat oleh bos, mereka selalu enaatinya, bekerja sigap, cepat dan menunjukka kerja baik.

Hal penting lainnya di lingkungan kerja adalah mengakui kesalahan dengan sportif lalu meminta maaf langsung ketika melakukan kesalahan tanpa dibumbui dengan banyak alasan. Orang korsel tidak menyukai orang yang tidak sportif dan banyak alasan.

Ketiga, seperti negara timur kebanyakan, korsel juga masih menjaga etika kesopanan dan budayaan. Selain menghormati antara atasan dan bawahan, dan saling membantu antar senior dan junior itu wajib hukumnya. Bentuk rasa penghormtan orang korsel salah satunya adalah dengan memberi salam dan membungkukan badan 45 derajat ketika bertemu.

Soal etika, kebiasaan orang korsel adalah menerima sesuatu dengan kedua tanggan begitu pula dengan memberikan sesuatu ke orang harus menggunakan kedua tanggan. Jangan lupa ketika menerima sesuatu ucapkan terima kasih.

Fakta lainnya tentang kebiasaan orang korsel adalah soal minuman keras atau minuman beralkohol. Orag korsel baik laki-laki dan perempuan sangat terbiasa menengak minuman beralkohol dalam acara tertentu. Masih terkait dengan korsel dan minuman beralkohol. Orang korsel biasa pergi minum ke cafe atau bar bersama temsn untuk melepas stres. Bagi orang korsel, seseorang yang diajak minum hingga mabuk sudah dianggap sebagai teman. Sehingga rahasia diantara mereka aman karena ada rasa saling percaya antar teman.

Kebiasan orang korea dilingkungan kerja adalah tidak merokok di sembarang tempat. Bagi mereka, tidak sopan merokok didepan orang tua, atau ditempat umum. Jika merokok mereka akan memilih tempat yang tida termasuk kategori tersebut dan tempat lainnya yang ada larangan merokok.

Budaya kerja cepat orang korea

Di korea, kerja cepat nampaknya adalah kultur yang dikenalkan sejak kecil. Kata “ayo lekas-lekas”, sering terdengar dimana-mana. Disubway, dipasar, sekolah, supermarket, universitas dan setiap sudut jalan di seoul. Itulah sebabnya kenapa orang dikorea ketika berjalan, berjalan sangat cepat. Tidak peduli muda, yang tua juga berjalan sangat cepat.

Dalam kultur masyarakat korea, generasi tua korea cukup sadis dalam mengenalkan budaya cepat ke anaknya. Berbeda dengan indonesia, zebra cross di korea diberi lampu merah. Waktu hijau lampu penyebrangan hanya 30 detik. Sangat singkat. Sementara waktu tunggu sampai hijau lagi bisa 5 menit.

Budaya kerja cepat ini bukan disebabkan karena iklim korea yang sangat keraas. Namun karena bagi orang korea, waktu sangatlah berharga. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktunya untuk bermalas-malasan atau mengerjakan suatu aktivitas yang tidak berproduktif. Bagi mereka, lebih baik menggunakan waktunya untuk bekerja dan belajar daripada menghabiskan waktunya untuk main-main.

Budaya kerja cepat nampaknya juga berpengaruh nyata dalam bidang bisnis atau perdagangan. Saat melayani konsumen atau pelanggan misalnya, mereka tidak suka bekerja lambat. Pasalnya, mereka takut jika konsumen kecewa. Bahkan, tak jarang mereka memberikan garansi bahwa pesanan konsumen bisa mereka dapatkan dalam waktu singkat. Sungguh luar biasa.

Nilai budaya bangsa korea

Korea adalah bangsa yang memiliki harga diri dan bermartabat tinggi. Sejarah panjang terukhir dalam perjalanan peradaban mereka yang mencerminkan dinamika kebudayaan. Oleh sebab itu, tidak heran jika perubahan selalu terjadi. Berbagai kejadian domestik hingga internasional yang saling terkait. Terbukti masyarakat korea dituntut untuk selalu beradaptasi dengan sekitarnya.

Perjajahan jepang selama 35 tahun misalnya, tidak mampu menggeser kebudayaan asli korea. Hebatnya bangsa korea justru tertantang untuk menyaingi peradaban dan kebudayaan bangsa jepang,yang notabene jauh lebih mapan.

Setidaknya ada 5 nilai bangsa korea yang selalu di pegang teguh oleh setiap warga korea. Yang mereka aplikasikan dalam berbagai segmen kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis ataupun perdagangan.

1.Satu, koenchanayo

Koenchanayo yang artinya toleransi dan menghargai orang lain. Dalam berbisnis orang korea selalu memiliki toleransi yang tinggi dan menghargai orang lain secara baik. Bentuk toleransi tersebut beraneka ragam, diantaranya adalah dengan memberikan kesempatan kepada konsumen atau rekn bisnis untuk melaksanakan transaksi secara adil.

2.Dua, kibun

Kibun berarti menghargai orang lain dan menghindari tindakan yang bisa menyebabkan orang lain kehilangan muka. Dalam berbisnis, orang korea tidak suka menjatuhkan atau menjelek-jelekkan kompetitornya. Sehingga, kompetitornya di jauhi oleh konsumen. Bagi orang korea, persaingan adalah hal yang wajar dalam dunia bisnis. Justru dengan adanya kompetitor, mereka tertantang untuk memperbaiki diri dan kualitas produk perusahaan mereka.

3.Tiga, inhwa

Inhwa berarti pendekatan terhadap keharmonisan dalam kultur bisnis korea. Hal ini tercermin dalam rasa setia pada perusahaan. Dalam dunia bisnis, orang korea sangat loyal terhadap suatu perusahaan atau tampat mereka bekerja. Pantang bagi mereka menmbocorkan rahasia perusahaan, padahal mereka mencari ‘makan’ di tempat tersebut.

4.Empat, hanh

Hanh berarti energi hidup untuk mengejar pendidikan dan melakukan pengorbanan diri demi meningktkan kesejahteraan keluarga dan negara. Dalam hal ini, orang korea seperti halnya orang cina. Bagi mereka, kesuksesan tidaklah patut dirasakan oleh dirinya sendiri. Kesuksesan juga bisa dirasakan oleh orang lain, khususnya keluarga besarnyaa.

5.Lima, jeong do management.

Jeong do management merupakan acuan filosofi bagi LG. Senantiasa menyediakan nilai tambah bagi konsumen dengan selalu melakukan inovasi berkelanjutan. Inovasi nampaknya menjadi kelebihan orang korea. Mereka selalu mempunyai ide-ide kreatif dan inovatif untuk di tawarkan pada konsumen.

Cinta produk dalam negeri

Siapa yang tidak mengenal merek-merek terkenal seperti samsung, KIA, dan hyundai? Merek-merek tersebut merupakan produk buatan korea selatan. Mobil hyundai bahkan memenangi nort amerian car of the years award, karena dianggap sebagai pendatang baru relatif murah (US$ 40 ribu), yang berhaasil menyaingi lexus, marcedes dan BMW. Sementara itu produk samsung galaxi tab boleh berbangga diri karena berhasil mendapat tablet android terlaris. Di indonesia, penjualanya telah mampu menguasai 71% market share.

Kesuksesan ekonomi korea selatan di capai pada akhir 1980-an ketika PDB berkembang dari rata-rata 8% Pertahun (US$2,7 milyar) pada tahun 1962 menjadi US$230 milyar pada 1989. Jumlah ini kira-kira 20 kali lipat dari korea utara dan sama dengan ekonomi-ekonomi menengah di ekonomi eropa.

Kemajuan ekonomi ini dekenal dengan nama keajaiban di sungai han. Bahkan saat ini pendapatan perkapita korea selatan hampir mendekati amerika serikat dan jepang.

Jika melihat sejarah yang di alami korea selatan, negara ini mengalami semuanya dari keterperukan. Pasca perang korea pada tahun 1950-an yang akhirnya memecah semenanjung korea menjadi dua negara yang beridiologi yang saling berseberangan, korea selatan harus menggantungkan dirinya pada pinjaman hutang amerika seriakat untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Baru pada awal periode 1960-an korea selatan memulai membangun industrinya dari industri pengolahan biji besi, tungsten dan bahan baku sutra yang tidak memiliki nilai tambah tinggi. Namun sejak 1970-an mulai berkembang sektor-sektor industri baru yang berorientasi ekspor seperti tekstil, petrokimia, garmen dan kayu lapis.

Tahun 1980-an, korea selatan mulai merubah orientasi industrinya menjadi berbasis pengetahuan (knowledge based economy). Sehingga psca krisis indonesia di tahun 1997 mulai bermunculan produk-produk berinovasi tinggi dari negara gingseng ini. Ekonomi berbasis pengetahuan dijalankan oleh pemerintah korea selatan dengan menggandeng kemitraan strategis antara pemerintah, bisnis dan perguruan tnggi, atsau yang di kenal dengan istilah tripel helix.

Word blank (2012) mencatat, korea selatan dan finlandia menjadi salah satu negara yang berhasil menjalankan konsep ekonomi berbasis pengetahuan dalam pembangunan nasionalnya.

Kebijakan yang diterapkan oleh korea selatan untuk membangun perekonomianya berbasis pengetahuan telah mengantarkan hasil produk-produk industri berdaya saing tinggi. Memiiki produk yang diakui secara internasional merupakan kebanggaann sendiri bagi masyarakat korea selatan. Terlebih mereka juga memiliki kecintaan terhadap produk-produk lokal. Maka tak heran jika produk dalam negeri di pakai oleh penduduk lokal banyak di jumpai di korea selatan.

Beginilah bangsa korea dalam membangun negaranya. Mencintai produk dalam negeri dari hulu hingga hilir, yakni menciptakan kualitas produk yang inovatif dan berdaya saing serta tidak malu untuk menggunakannya sendiri. Semoga bangsa indonesia bisa belajar dari kesuksesanya bangsa korea ini.

Friday, June 24, 2016

11 Rahasia sukses orang korea

Sudah menjadi rhasia umum bila orang korea adalah pekerja keras dan loyal tehaadap pekerjaan. Sepertinya masyarakat indonesia patut menyontoh kedisiplinan masyarakat korea. Tidak hny saat bekerja saja, tetapijuga dlam kehidupan sehari-hari kedisiplinan menjadi modal utama masyarakat korea untuk maju. Jika menyimak perjalanan sejarah bangsa korea, Berikut adalah ulasanya :

1. Kerja keras

Orang korea memiliki prinsip hidup “ketika kamu tidak bekerja keras, kamu tidak akan hidup”. Pantas jika bangsa korea di kenal sebagai bangsa pekerja keras”. Dalam jumlah jam kerja misalnya, rata-rata pekerja korea bekerja 2.261 jam er tahun atau 200 jam lebih tinggi di banding 1994. Ini jauh melampaui sebagian besar dari 22 negara majuyang tergabung dalam OECD. Rata-rata pekerja jepang misalnya, hanya sekitar 1.800 jam per tahun. Sementara pekerja di AS berada jauh di bawah itu.

Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di korea dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yan tidak di butuhkan” oleh perusahaan.

Karena bangsa korea tidak menyukai kemalasan, maka jangan heran apabila mendengar kabar pengemis ditemukan tewas di emperan karena tidak ada yang memberi makan. Bukan berarti mereka pelit, tetapi bangsa korea tidak suka melihat mereka hanya ingin “enaknya doang”. Namun mereka akan dengan senang hati bantuan modal dengan syarat lunak apabila kita ingin bekerja.

2. Loyalitas tanpa batas

Slogan ‘loyalitas tanpa batas’ sudaah menjadi suplemen orang korea. Karena loyalitas itulahsitie karir sebuah perusahaan berjalan dan tertata rapi. Tidak seperti di ASatau di negara-negara eropa, sangat jarang orang korea berpindah-pindah perusahaan atau pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan hingga pensiun. “ini mungkin implikasi dari industri di korea yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai bidang garapan (core busnisess) perusahaan. Dalam hal loyalitas, loyalitas orang korea sebanding dengan loyalitas orang jepang.

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Tidak seperti di negara lain, sangat jarang ada orang korea berpindah-pindah perusahaan. Karena mereka mempunyai sense of belonging yang tinggi terhadap tempatnya bekerja. Bagi mereka, terlebih bagi yang terlibat sejak awalberdirinya perusahaan, kesuksesan perusahaan adalah kesuksesan bagi mereka juga. Oleh karena itu banyak orang korea yang bertahan di satu dua perusahaan sampai pensiun. Ini bukan berarti mereka tidak suka suasana baru atau tantangan baru, melainkan hanya masalah loyalitas.

3. Malu

Malu merupakan budaya leluhur dan turun-temurun bangsa korea. Meski tidak seperti jepang yang di kenal budaya harakiri bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut, orang korea juga memiliki budaya malu yang sangat tinggi. Jika orang korea gagal dalam mengembang tugasnya, mereka akan segera menanggalkan jabatanya.

Orang korea juga malu terhadap lingkunganya bila melanggar aturan/norma yang sudah menjadi kesepakatan umum. Mereka secara otomatis akan membentuk antrian dalam situasi seperti beli tiket. Bahkan untuk memakai toilet umum mereka berjajar rapih walau sudah kebelet.

4. Jaga tradisi dan menghormati orang tua

Hingga kini tradisi dan budaya di korea tidak luntur mesti berkembang teknologi dan ekonomi bergerak pesat. Bahkan, belakangan korea sangat gencar mempromosikan ytradisi dan budayanya lewat banyak film atau sereal drama koreanya. Maka jangan heran, jika sekarang banyak film korea yang ber-seting tempo dulu. Tujuan mereka tak lain agar dunia semakin mengenal tradisi dan budaya orang korea.

Selain itu, budaya minta maaf masih menjadi reflek orang korea. Kalau suatu hari anda naik sepeda di korea dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

5. Hidup hemat

Masih ingat kasus penjualan blackberry murah di pasifik place beberapa waktu lalu yang memakan korban luka-luka hingga ada yang patah kaki? Fakta itu adalah cerminan bila masyarakat indonesia masih terbilang sebagai masyarakat konsumtif.

Bangsa jepang memiliki semangat hidup hemat. Sikap anti komunisme terlihat dlam berbagai bidang lehidupan di korea. Anda akan terheran-heran kalau melihat supermarket di sana ramai antrian pada pukul 19.30 ternyata supermarket disana memotong harga sampai separuhnya pada waktu setengah jam sbelum tutup. Banyak orang korea tidak memiliki mobil bukan karena tidak mampu membeli tapi lebih hemat menggunakan bus atau kereta untuk bepergian.

6. Mandiri

Pada orang tua di korea sudah menganjurkan anak-anaknya sejak dini untuk mandiri. Di banyak tempat, anak sejak dini sudah di latih untuk membawa perlengkapan sendiri. Hebatnya, pasca lulus SMA dan masuk bangku kuliah, hampir sebagian besar remaj korea tidak meminta biaya kepada orang tua. Banyak diantaa mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, merka ‘meminjam’ uang ke orangtua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

7. Inovasi

Kore munkin bukan hanya penemu seperti bangsa cina. Namun korea di anugerahi kelebihan dalam meracik temuan orang lain untuk kemudian memasarkannya dalam bentuk yang di minati oleh masyarakat. Bahkan, karena inovasi yang luar biasa, korea belakangan menjadi trend center fasion di asia.

8. Pantang menyerah

Sejarah membuktikan korea termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Pada tahun 1950, korea selatan masih menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Ia pun akhirnya mampu bangkit dan menyalip negara-negara berkembang lainya. Mental pantang menyerah menjadi energi orang korea untuk bangkit dari keterpurukan tersebut.

9. Budaya baca

Lagi-lagi masyarakat dan pemerintah indonesia perlu mencontoh korea dalam memberantas buta aksara. Pasalnya, hampir semua orang korea hobi membaca. Maka jangan heran bila anda datang ke korea dan naik kendaraan umum, sebagian besar penumpangnya dari anak-anak hingga dewasa sedang membaca buku atau koran. Tak perduli mereka mendapat tempat duduk atau berdiri, waktu uang dalam perjalanan selalu di manfatkan untuk membaca.

10. Kerjasama kelompok

Orang korea senang bekerja secara berkelompok sehingga pekerjaan yang di hasilkan jauh lebih baik dan sempurna. Maka, jarang orang korea mengklaim hasil pekerjaan yang dilakukan secara kelompok. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitianya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok salah satu kekuatan terbesar orang korea.

11. Profesional

Selain di akhir pekan. Tetapi hampir tidak pernah ada yang menggunakannya di hari kerja. Mereka banyak menghabiskan waktu di hari biasa untuk belajar. Ketika tidak ada kuliah, maka yang mereka lakukan adalah ke perpustakaan atau tempat lain untuk belajar.

Banyak belajar dari kegagalan, sifat orang korea

Orang-orang korea selatan banyak dikenal dengan semangat rajin bekerja (budaya can do spirit). Melalui budaya ini orang korea menjadikan tujuan maksimalnya sebagai landasan awal, sehingga kegagaln seringkali menyertai usaha yang dijalankan. Namun kegagalan itu justru membawa keberhasilan, karena membuat orang korea terus belajar dari kegagalan yang mereka alami.

Pertama, dari segi kepemimpinan politik. Sejak awal kemerdekannya, pemimpin korsel mampu melihat masa depan bangsa dan lebih memilih sistem pemerintahan demokrasi liberal, walaupun saat negara dunia justru banyak yang memilih ideologi sosialisme, “terutama pada masa kepemimpinan presiden lee syngmen dan masa park chung-hee, kedua pemimpin ini yang berkeras untuk mempertahankan keaanan dan pembangunan ekonomi korea”, jelasnya

Kesua, sifat orang korea yang bersatu padu saat mengalami krisis. Krisis bagi orang korea memiliki dua makna, yaitu waktu darurat dan kesempatan baru. Saat terjadi krisis, orang korea melakukan gerakan mengumpulkan emas sehingga hanya dalam waktu 3 tahun sudah mampu membayar hutang pada international monetary fund (imf).

Kemudian saat jepang ingin menduduki korsel, semua laki-laki dikorea bersatu menolak rokok dan mengumpulkan uang untuk membayar utang kerajaan, walaupun berakhir dengan kegagalan. “lagi-lagi karena tidak banyak pilihan bagi orang korea. Hidup atau mati. Berkembang maju atau monoton”, jelas mantan marinir pada perang vietnam tersebut.

Ketiga, sikap pemilik perusahaan di korea yang selalu ingin menyebarluaskan dan mengembangkan bisnisnya. Dikorea utara terdapat suatu tempat bernama gaesung yang merupakan kompleks industri dimana terdapat banyak perusahaan-perusahaan milik pengusaha dari korsel

“walaupun konflik korsel dan korut memanas, para pengusaha korsel tetap tidak mau jauh-jauh dari perusahaannya yang berada di korut. Karena upah pekerja di korut jauh lebih murah, sehingga mereka hanya perlu menyediakan bahan produksi saja”, terang mantan ketua asosiasi studi islam di korea itu.

Diakhir sesi perkuliahannya, prof. Yang menambahkan bahwa posisi indonesia dan korea tidak terlalu jauh berbeda. Indonesia bahkan bisajauh lebih maju dari korsel karena memiliki pasaran yang luas dan aktif, serta kaya akan sumber daya alam dan masih banyak tanah kosong. Walaupun upah tenaga kerja indonesia kecil, namun masih bisa bersaing di kanca internasional. “dengan semangat kerja yang tinggi dam pimpinan politik yang berish dan jujur, indonesia tentu akan menjadi negara yang hebat dan maju”, tutupnya

Faktor kemajuan bangsa korea

Korea dan indonesia pernah sama-sama mengalami krisis moneter dan ekonomi yang melanda banyak negara asia dan amerika latin sejak 1997. Tetapi, jika indonesia sampai sekarang ini masih bergulat dengan krisis ekonomi dengan berbgai dampak sosialnya. Korea sudah sepenuhnya mengalami economic recorvery. Ekonomi korea selatan kembali booming dengan mengembangkan struktur ekonomi sesuai dengan aadvanced economi.

Banyak faktor penting yang menyebabkan korea bisa cepat pulih dari krisis ekonomi. Pertama adalah kemampuan politik yang kuat dan konsisten untuk menghapuskan kkn (korupsi, kolusi, nepotisme) dalam berbagai level pemerintahan dan masyarakat. Banyak orang korea menilai suatu pencapaian utama pemerintahan presiden roh moo hyun yang berkuasa antikorupsi dan penguatan good governance.

Kedua adalah nasionalisme ekonomi yang bernyala-nyala dalam masyarakat korea. Dominasi produk-produk korea, khususnya elektronik dan kendaraan bermotor, terlihat jelas dipasar. Dijalan raya, hampir seluruh kendaraan yang lalu lalang adalah bikinan korea sendiri.

Ketiga adalah etos dan disiplin sosial kuat yang dimiliki masyarakat korea. Orang-orang korea terkenal sebagai pekerja keras dan tekun. Ini terlihat bukan hanya dikorea, tetapi juga dikalangan para perantau korea. Kunci utama dari semua itu adalah pendidikan. Lagi-lagi sama dengan indonesia, korea baru dapat menyelenggarakan pendidikan lebih universal setelah kemerdekaan pada 1948 usai perang dunia II. Tetapi, jelas pemerintahan korea memberikan perhatian sanggat besar pada pendidikan.

Pendidikan tingkat universitas hanya mungkin jika siswa sekolah menengah atas lulus ujian akhir. Karena itu, masa di sma merupakan masa-masa yang sanggat menentukan bagi masa depan remaja korea. Gagal ujian akhir sma berarti gagal masuk universitas dan gagal masuk universits berarti masa depan yang kurang cemerlang.

Universita-universitas korea umumnya memiliki berbagai fasilitas jauh lebih baik dibanding perguruan tinggi (pt) indonesia. Karena itu, tidak heran kalau mereka dapat menjadi pt berkualitas tinggi. Sekali lagi, indonesiakalau mau belajar dari korea, sudah sepatutnya memberikan perhatian lebih serius pada pendidikan.

Rahasia keajaiban ekonomi korea

Tahun 2009merupakan tonggak baru industri mobil korea selatan (selanjutnya disebut korea). Untuk pertama kalinya sejak korea membuat mobil, mereka memenangi nort american car of the year award, penghargan yang di berikan oleh 50 wartawan otomotif terkemuka di amerika serikat. Penerimaan penghargaan adalah hyundai genesis, pendatang baru relatif murah (US$ 45ribu), yang berhasil menyaingi lexus, mercedes dan BMW.

Sementara itu, samsung elektronik yang bercikal bakal sebagai pedagang beras, kini berhasil menjual samsung galaxy tab sebanyak 2 juta unit. Ini pencapaian hebat karena penjualan setinggi itu di capai hanya dalam waktu tiga minggu setelah produk di luncurkan. Dengan pencapaian ini, samsung galaksi tab bisa memproklamasikan diri sebagai ablet android terlaris di dunia, meski untuk pasar tablet secara keseluruhan apple masih memegang pasar dengan iPad-nya. Di indonesia, raksasa elektronik asal korea itu mengklaim mendominasi pasar tablet PC indonesia dengan meraih 71% market share.

Menurut myung oak kim dan sam jaffe penulis buku, the new korea, an inside look at south korea’s economic rise etos kerja dan semangat kolektif yang di miliki bangsa korea benar-benar menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi negara itu sejak 1960-an. Keduanya, menurut laporan bank dunia 2008, telah mengantarkan pertumbuhan ekonomi yang spektakuler selama 40 tahun dan transformasi ekonomi yang berhasil melambungkan status korea sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke-15 di dunia.

Etos kerja dan semangat kolektif itu diimplementasikan kedalam strategi perencanaan terpusat, penekanan pada ekspor industrialisasi yang tergolong ambisius, dan dedikasi dari angkatan kerja terdidik. Mempelajari perkembangan ekonomi korea ini, myung oak kimdan sam jaffemembagi pertumbuhan korea menjadi tiga tahap.

Tahap pertama atau yang disebutnya sebagai korea 1.0 digulirkan sejak, park chung-hee berkuasa awal 1960-an. Tanda-tanda korea 1.0 menjadi bagian dari raksasa ekonomi dunia mulai kelihatan setelah korea membangun industri mobil dan perkapalan. Prestasi itu dicapai karena industri korea berhasil menganbil keuntungandari etos kerja yang di disipinkan oleh negara dan upah rendah.

Pasca krisis ekonomi 1998, ekonomi negara gingseng itu memasuki era korea 2.0 pada era ini, etos kerja masih menjadi andalan, tetapi upah yang rendah hilang. Perekonomian korea sekarang didominasi oleh industri baru, seperti hiburan, perangkat lunak, dan manufaktur perlengkapan telekomunikasi. Binis di industri ini menjanjikan upah rata-rata lebih tinggi.

Pendapatan korea saat ini di atas US$ 20 ribu perorang. Ini menempatkan korea dalam jajaran negara industri eropa dan mendekati jepang (US$ 38 ribu) dan bahkan membuka pintu untuk bersaing dengan AS (US$ 47 ribu).

Tantangan korea sekarang adalah bagaimana terus meningkatkan kemajuan dan pendapatan pekerja dari US$ 20 ribu menjadi US$ 40 ribu. Di sisi lain, korea harus bersaing dengan negara berupah rendah seperti cina dan india.

Korea saat ini mirip jepang 30nntahun lalu. Pada 1980-an, jepang berhasil memasukkan dirinya kedalam kelompok nyaman sebagai pemimpin ekonomi dunia. Jadi, bagaimana korea bisa erus tumbuh dan menghindari dekade yang hilang seperti dialami jepang sekarang?

Selama 20 tahun terahir, jepang tetap menekankan keselamatan dalam kebijakan ekonomi dengan mengandalkan pertumbuhan dan dukungan konglomerat multinasional. Menurut sifatnya, seperti hanya perusahaan besar, pertumbuhan jarang yang berlangsung sangat cepat, seyogyanya, korea dapat menghindari dua kesalahan yang dilakukan jepang itu, karena memiliki pengalaman bagaimana memperbaruhi strategi pertumbuhan ekonominya saat dilanda resesi pada tahun 1998.

Selama 1998 akibat runtuhnya keuangan, korea merupakan salah satu negara yang menghadapi krisis mengerikan. Namun, negri ini berhasil mengubah krisis menjadi kesempatan melalui kampanye hallyu yang artinya gelombang budaya korea (kim 2008). Hallyu sebagai alat soft power berhasil mengantarkan korsel melewati krisis dan bahkan meningkatkan status ekonomi mereka (the economist, 2010).

Hallyu atau korean wave digunakan untuk menggambarkan populeritas budaya populer korea (K-POPPED, 2007). Jutaan orang cina, hong kong, taiwan, singapura, jepang, filipina, thailand dan indonesia di pengaruhi oleh pop korea. Mereka menonton drama tv korea, film dan mendengarkan musik pop mereka. Sebagai suatu fakta, media merupakan awal dari sebuah gelombang besar.

Konsekuwensi dari semua itu adalah perubahan luar biasa ketika oran yang melihat produk-produk media itu bersedia menghabiskan uang mereka untuk membeli mulai dari kosmetik hingga ponsel yang ditampilakn di drama tv, atau yang di sajikan oleh aktor/penyanyi favorit mereka. Selain itu, semakin banyak orang yang tertarik makan masakan korea dan bepergiaan ke korea, terutama mengunjunginlokasi pengambilan gambar drama tv atau film korea terkenal. Beberapa perkembangan itu kemudian menjadi norma, terutama bagi yang fanatik (huang, 2009).

Ketika ditayangkan pertama kali pada 2002, winter sonata menyajikan sesuatu yang baru, yakni gambaran tentang gambaran keluarga korea modern dan pecintaan. Sebelumnya, selama puluhan tahun, tayangan drama tv korea begendre sejarah korea kuno dan cerita tentang keluarga diperkotan. Format ini sukses meraih pemirsa korea, terutama orang dewasa dan ibu rumah tangga yang melihat pertunjukan ini sebagai cara bersantai yang menyenangkan setelah seharian sibuk menjalankan tugas rumah tangga seperti memasak, menggurus suami dan anak.

Kesuksesan winter sonata mendorong drama korea ini ke pangung internasional. Pada 2003 ditayangkan dijepang dan menjadi sensasi seketika. Acara ini lebih populer dari acara apapun dari luar negeri. Rating poiny-nya melebihi pringkat gabungan serial tv as blockbuster re, allymcbeal dan friends. Sementara peluncuran pertama dvd-nya terjual habis dalam empat jam. Dari jepang, kesuksesan winter sonata terus merambah ke cina dan asia tenggara, kemudian kebelahan dunia lainnya termasuk amerika latin dan sebagian afrika. Serial drama tv ini menjadi lambang dari hallyu. Kesuksesan film dan program tv ini mendorong banyak bintangnya semacam pemandu sorak industri pariwisata korea.

Budaya korea telah menjadi salah satu produk ekspor yang menyebar ke negara-negara diseluruh asia. Berarti, budaya menghasilkan pendapat negara. Pada 2005 saja, korea memperoleh pendapatan total dari ekspor “barang-barang budaya” lebih dari u$$ 1 miliar atau dua kali lipat dibanding tahun 2002 yang hanya u$$ 500 juta.

Keberhasilan korean wave berdampak signifikan pada berbagai sektor dinegaranya seperti kenaikan dibidang pariwisata dan masakan, citra negara dalam prsepsi negara-negara lain. Ini menimbulkan rasa ingin tahu yang kuat dalam pikiran kita bagaimana hal itu bisa terjadi.

Keberhasilan korea dalam memperluas budaya popnya ke negara lain berdampak positif yang signifikan dalam meningkatkan produk domestik bruto pariwisata dan industri budaya (dator dan seo,2004). Namun, dibalik keberhasilan ekspor budaya itu, beberapa peristiwa yang menimpa para artis korea kini juga menjadi sorotan. Tekanan untuk menjadi sempurna begitu terasa di industr hiburan korea.

Operasi plastik menjadi isu yang lumrah demi kesempurnaan fisik sang bintang. Budaya dan masyarakat korea telah berubah secara signifikan dalam 10 tahun terakhir. Homogenitas etnis negara telah digantikan oleh bentuk multikultularisme sebagai konsekuensi dari makin banyaknya pekerja, eksekutif asing dan pasangan buruh asing yang merassa korea telah menjadi rumah mereka. Selain itu, semakin banyak perempuan yan masuk ke sektor tenaga. Konsekuensinya, struktur sosial tradisional runtuh cepat.

Meski demikian, etos kerja yang disiplinkan pemerintah berdasarkan ajaran konfusius masih melekat pada mereka. Konfusianisme didasarkan pada keyakinan bahwa orang perlu bekerja untuk kebaikan kelompok dan bangsa ini. Mengimplikasikan pandangan bahwa kebutuhan, ambisi, dan kekhawatiran pribadi menjadi kurang penting. Filsafat ini sangat memengaruhi dan telh bekerja dengan baik dalam bisnis korea.

Semangat kerja sebagai tim dan loyalitas pekerja sanggat berperan dalam meningkatkan kinerja ekonomi negara itu. Para pekerja korea umumnya bekerja beberapa jam lebih panjang dari negara maju lainnya, bahkan ada kcenderungan terus meningkat. Tahun 2007, berdasarkan laporan tahun 2008 organisasi untuk kerja sama ekonomi dan pembangunan (oecd), rata-rata peerja orea bekerja 2.261 jam pertahun atau 200 jam lebih tinggi dibanding 1994.

Ini jauh melampaui sebagian besar dari 22 negara maju yang tergabung dalam oecd. Rata-rata pekerja jepang misalnya, hanya 1.800 jam pertahun. Smentara pekerja di as berada jauh dibawah itu.

“perbedaan utamanya terletak pada falsafah kerja mereka. Mereka menghabiskan seluruh hidupnya dikantor. Mereka tidur disana. Semuanya berhubungan dengan pekerjaan mereka”, kata rahul prabhakar, warga negara india yang telah bekerja di samsung electronic sejak 2005. “dibarat, itubterjadi sampai batass tertentu, tapi masih ada pemisahan antara kerja dan kehidupan pribadi. Di korea , tidak ada pemisahan”.