Thursday, July 21, 2016

Konsep membangun usaha kecil-kecilan agar sukses

1. Pengertian usaha kecil

Usaha kecil didefinisikan berbeda-beda menurut sudut pandang setiap orang yang mendefinisikan. Ada yang melihat dari modal usaha, penjualan, dan bahkan jumlah tenaga kerja yang dimiliki. Tetapi pada dasarnya prinsipnya adalah sama. Berikut ini beberapa pengertian usaha kecil.

A. Luthan dan hodgest

Usaha kecil adalah usaha yang dimiliki indipenden dimana kegiatan yang dibidanginya tersebut tidak dominan dan memenuhi standart tertentu.

B. Tohar

Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur oleh undang-undang.

C. Marbun

Usaha kecil adalah perusahaan yang belum dikelola secara atau lewat manajemen modern dengan tenaga-tenaga profesional dan adapun jumlah karyawan dan omset pertahun tidak begitu jelas, karena sering tergantung situasi dan kondisi.

D. Undang-undang No. 9 tahun 1995

Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan, serta kepemilikan sebagimana diatur dalam undang-undang.

Dengan dibentuknya undang-undang No. 9 tahun 1995 tentang usaha kecil, pemerintah pada prinsipnya sangat memberikan peluang bagi usaha-usaha kecil untuk berkembang di dalam negeri, khususnya indonesia, dan juga mampu bersaing dalam era globalisasi pada umumnya. Berdasarkan ketentuan dalam pasal 5 undang-undang No. 9 tahun 1995.

Kriteria usaha kecil antara lain :

A. Memiliki kekeayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000.00 (dua ratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
B. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000.00 (satu milyar rupiah).
C. Milik warga negara indonesia.
D. Berdiri sendiri, buakn merupakan anak usaha atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar.

E. Berbentuk usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum atau usaha yang berbadan hukum. Termasuk koperasi.

2. Ciri-ciri usaha kecil

Usaha kecil merupakan usaha yang pemiliknya mempunyai jalur komunikasi langsung dengan kegiatan operasi dan juga dengan sebagian besar tenaga kerja yang ada dalam kegiatan usaha tersebut, dan biasanya hanya memperkerjakan tidak lebih dari 50 orang.

Usaha kecil mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

A. Manajemen tergantung pemilik
B. Modal kesediaan oleh pemilik sendiri
C. Skala usaha dan jumlah modal relatif kecil
D. Daerah operasi usaha bersifat lokal
E. Sumberdaya manusia yang terlibat terbatas
F. Biasanya berhubungan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari
G. Karyawan ada hubungan kekerabatan emosional
H. Mayoritas karyawan berasal dari kalangan yang tidak mampu secara ekonomis

3. Fakta tentang usaha kecil di berbagai negara dan alasanya

Di negara-negara yang sedang berkembang, usaha-usaha yang banyak tumbuh di masyarakat pada umumnya tergolong sebagai usaha kecil. Fakta ini menunjukkan bahwa usaha kecil merupakan mayoritas kegiatan masyarakat yang memberikan kontribusi signifikan pada penciptaan pendapatnya penduduknya. Fakta-fakta seperti berikut ini adalah kenyataan di berbagai negara.

A. Di banyak negara, 99% dari semua bisnis adalah usaha kecil
B. 40% pekerja bekerja di sektor usaha kecil
C. 40% dari volume bisnis di banyak negara dilakukan oleh usaha kecil
D. 75% dari pekerjaan baru di hasilkan oleh sektor usaha kecil
E. 50% dari usaha kecil gagal pada dua tahun pertama
F. Usaha kecil menampung porsi terbesar pegawai di dalam industri ritel, grosir dan jasa
G. Usaha kecil menyumbang bagian terbesar dari penjualan di sektor manufaktur
H. Manajemen yang buruk adalah penyebab terbesar kegagalan usaha kecil
I. Di hampir semua negara, usaha keci adalah tempat lahirnya kewirausahaan.

Berdasarkan fakta di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa usaha kecil banyak diminati oleh seseorang. Masyarakat lebih tertarik menjalankan kewirausahaan dengan memulai dari usaha kecil karena alasan berikut.

A. Banyak orang yang terlibat dalam usaha kecil
B. Usaha-usaha kecil menghasilkan kelompok “senasip”, yang bisa sangat vokal dan besar, sehingga secara politis tidak mungkin diabaikan.
C. Para pelaku (pekerja da kadang pemilik) cenderung kurang mampu (terkait dengan pendapatan dan standar hidup)
D. Usaha kecil menawarkan banyak kesempatan kerja
E. Usaha kecil mengurangi kemiskinan dan memiliki sumbangan terhadap pembangunan ekonomi nasional.

4. Kelemahan dan keunggulan usaha kecil

Kelemahan usaha kecil antara lain :

A. Modal terbatas
B.Kredibilitas
C. Permasalahan pegawai
D. Tingginya biaya langsung
E. Keterbatasan kualitas produk.

Keunggulan-keunggulan usaha kecil antara lain :

A .Sentuhan pribadi
B. Motivasi yang lebih tinggi
C. Fleksibilitas yang tinggi
D. Minim birokrasi
E. Melayani pasar lokal/domestik
F. Produk/jasa tidak menarik perhatian

5. Jenis-jenis usaha kecil di indonesia

Usaha kecil di indonesia di kelompokkan menjadi dua kategori, yakni sektor manufaktur dan sektor jasa. Terdapat pula penggolongan ke dalam sektor formal dan informal. Ada banyak ragam jenis usaha kecil yang bisa dimasuki oleh wirausahawan, antara lain :

A. Usaha manufaktur (manufakturing business), usaha manufaktur yaitu usaha yang mengubah input dasar menjadi produk yang bisa dijual kepada konsumen. Contoh : pengrajin tahu, pengrajin rotan.

B. Usaha dagang (merchandising business) usaha dagang adalah usaha yang menjual produk kepada konsumen. Contoh : usaha toko swalayan, toko kelontong.

C. Usaha jasa (servise business) usaha jasa yakni usaha yang menhasilkan jasa, bukan menghasilkan produk atau barang untuk konsumen. Contoh : warung internet, jasa periklanan, jasa bengkel motor, jasa salon.

6. Cara memulai usaha kecil

Usaha kecil merupakan usaha yang paling mudah dijumpai di sekitar rumah, lingkungan sekolah, dan lingkungan kerja. Bagi wirausaha pemula, terdapat tiga cara untuk memulai bisnis baru sebagai wirausaha, meliputi :

A. Mengambil alih usaha keluarga, yang biasanya dilakukan oleh anak maupun orang kepercayaan dalam keluarga.
B. Membeli usaha yang telah ada dengan melihat prospek usaha yang telah dimasuki.
C. Menciptakan bisnis sendiri.

7. Faktor-faktor yang mengakibatkan kelemahan usaha kecil

A. Keterbatsan modal ; Menyeimbangkan “uang masuk” dan “uang keluar” adalah sebuah perjuangan, terutama ketika mencoba melakukan perluasan usaha. Bukannya mendapatkan pelayanan istimewa dari pemilik modal ketika mengajukan pinjaman, pelaku usaha kecil justru lebih sering diperlakukan seperti warga negara kelas dua. Perusahaan kecil tidak dapat menggunakan sistim kredit sebagai cara nenjual semudah yang dilakukan perusahaan besar. Selain itu, kebanyakan usaha kecil memiliki masalah untuk tetap bertahan selama periode menunggu produk mereka dapat diterima pasar.

B. Permasalahan kepegawaian ; Usaha kecil tidak mampu membayar gaji yang besar, serta menyediakan kesempatan-kesempatan dan status yang biasanya terdapat pada perusahaan besar. Pemilik usaha kecil harus berkonsentrasi pada permasalahan sehari-hari dalammenjalankan bisnis dan biasanya memiliki sedikit waktu untuk memikirkan tujuan atau rencana jangka panjang.

C. Biaya lansung yang tinggi ; Usaha kecil tidak dapat membeli bahan baku, mesin, atau persediaan semurah perusahaan besar, atau mendapatkan diskon untuk volume pembelian yang lebih besar seperti produser besar. Jadi biaya produksi perunit biasanya ebih tinggi untuk usaha kecil, tetapi pada umumnya biaya operasional (overhead) biasanya lebih rendah.

D. Keterbatasan varian usaha ; Sebuah perusahaan besar yang memiliki banyak sektor usaha dapat saja mengalami hambatan di salah satu usahanya, tapi mereka tetap kuat. Hal ini tidak berlaku bagi usaha kecil yang hanya memiliki sedikit produk. Usaha kecil sangat rentan jika produk baru mereka tidak laku, atau jika salah satu pasarnya terkena resesi, atau jika produk lamanya tiba-tiba menjadi ketinggalan zaman.

E. Rendahnya kredibilitas ; Masyarakat menerima produk perusahaan besar karena namanya dikenal dan biasanya dipercaya. Usaha kecil harus berjuang untuk membuktikan setiap kali menawarkan sebuah produk baru atau memasuki pasar baru. Reputasi dan keberhasilannya di masa lalu di pasar jarang di perhitungkan.

F. Faktor-faktor yang mendorong kekuatan usaha kecil ; Pelanggan sering kali membayar harga yang lebih mahal untuk perhatian pribadi. Bahkan pada banyak industri dimana perbedaan produk dan harganya tipis, faktor kehadiran manusia menjadi kekuatan utama dalam menhadapi persaingan.

G. Motivasi lebih tinggi ; Manajemen kunci dalam usaha kecil biasanya terdiri atas pemilik. Konsekuensinya yaitu bekerja keras, lebih lama, dan memiliki lebih banyak keterlibatan prsonal. Laba dan rugi memiliki lebih banyak arti bagi mereka daripada gaji dan bonus yang diperoleh para pegawai perusahaan besar.

H. Fleksibilitas lebih tinggi ; Sebuah usaha kecil memiliki fleksibilitas sebagai keunggulan kompetitif utama. Sebuah perusahaan besar tidak dapat menutup sebuah pabrik tanpa perlawanan dari organisasi buruh, atau menaikkan harga tanpa intervensi dari pemerintah, namun usaha kecil dapat beraksi lebih cepat terhadap perubahan persaingan.

8. Kompetensi utama untuk sukses dalam usaha kecil

Untuk mencapai kesuksesan, seorang wirausaha harus memiliki dua komponen utama, antara lain :

A. Memiliki pengetahuan usaha

Seorang individu yang berpikir tentang kewirausahaan perlu mengembangkan beberapa bidang pengetahuan bisnis. Pengetahuan adalah pemahaman tentang sebuah subjek yang diperoleh melalui pengalaman atau melalui pembelajaran dan studi.

Wirausaha mungkin memperoleh pengetahuan dengan cara-cara berikut ini :
  • > belajar tentang komunitas. Seperti apa masyarakat yang tinggal didalamnya, usia, menikah atau lajang, jumlah anggota keluarga mereka, dan tingkat pendapatan mereka
  • > mengetahuai apa yang sedang terjadi. Gaya busana terkini, makanan, layanan yang banyak dicari, jenis olahraga yang sedang populer. Pada dasarnya, seorang wirausaha selalu ingin mengetahui apa yang baru dan berbeda.
  • > memeroleh pengetahuan melalui pendidikan. Masing-masing mata pelajaran yang anda pelajari di sekolah akan menjadi bekal penting bagi anda kelak ketika menjadi seorang wirausaha, termasuk matemateka, sejarah, bahasa, pembukuan, perbengkelan, pemasaran, produksi pertanian, dan lain-lain.
  • > belajar dalam pekerjaan. Pekerjaan dibidang kejuruan memberikan anda pengalaman dan pengetahuan praktis setiap hari. Tentu, semua pengetahuan yang diperoleh seorang individu sepanjang hidupnya merupakan bekal yang penting untuk menjadi seorang wirausaha. Kewirausahaan menggabungkan semua pengetahuan dan pengetahuan seorang individu. Seorang dengan pengalaman kerja di bidang bisnis eceran, yang mencintai sejarah, dan memiliki minat pada hal-hal yang berusia tua mungkin menemukan bahwa sebuah toko barang antik akan populer di dalam sebuah komunitas. Bisnis seperti itu menggabungkan pengalaman, minat, dan hobi. Seseorang yang mencintai pendakian gunung misalnya dapat menemukan bahwa ia mungkin menjadi seorang wirausaha denga mengajarkan keterampilannya kepada orang lain, dengan mengatur danmerencanakan perjalanan-perjalanan bagi mereka yang ingin mempelajari hobi ini, atau dengan membeli dan menyewakan peralatannya. Tentu saja, jika anda memiliki sebuah minat, anda mungkin menemukan bahwa banyak dari pengetahuan yang telah anda kembangkan yang kemudian meningkatkan minat.

B. Memiliki keterampilan usaha

Seorang wirausaha membutuhkan banyak keteramplan untuk dapat menjalankan bisnis dengan sukses. Kemampuan yang baik dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan membuktikan kemampuannya tersebut dalam menjalankan sebuah bisnis menunjukkan tingkat keterampilan yang diperoleh oleh seorang wirausaha. Keterampilan-keterampilan ini berbeda-beda antara satu bisnis dengan bisnis yang lain, karena setiapusaha memang berbeda. Tentu saja setiap bisnis akan membutuhkan beberapa pengetahuan dan keterampilann khusus yang siperlukan untuk bisnis itu sendiri. Meskipun demikian, terdapt keterampilan-keterampilan umum dan pengetahuan yang bersifat umum bagi kebanyakan bisnis.

Beberapa pengetahuan umum tersebut meliputi :

1. Mengembangkan sebuah rencana bisnis. Ini merupakan sebuah proposal yang menggambarkan bisnis anda dan berlaku sebagai sebuah panduan untuk mengelola bisnis anda. Seringkali, rencana bisnis menjadi penting ketika anda perlu meminjam uang atau ketika anda ingin agar orang-orang menanamkan modalnya dalam usaha.

2. Memperoleh bantuan teknis. Memperoleh bantuan dari orang-orang yang berpengalaman dan lembaga-lembaga khusus dapat memberikan pengetahuan tambahan dan keterampilan untuk mengambil keputusan bagi para wirausaha.

3. Memilih jenis kepimilikan. Bagaimana sebuah bisnis di bangun secara legal tergantung pada bagaimana bisnis tersebut dimiliki. Apabila satu orang memiliki bisnis tersebut, maka bisnis tersebut merupakan bisnis kepimilikan tunggal dan sebaliknya. Sebuah korporasi diatur oleh negara dan beroperasi sebagai intitas legal.

4. Merencanakan strtegi pasar. Hal ini merupakan alat bisnis untuk membantu merencanakan semua kegiatan yang terlibat dalam pertukaran barang dan jasa antara produsen dan konsumen.

5. Lokasi bisnis. Hal ini merupakan sebuah keputusan yang penting yang dapat “membangun” atau “menghancurkan” sebuah bisnis baru. Pemilik usaha kecil harus memiliki lokasi yang “tepat” untuk bisnisnya.

6. Membiayai bisnis. Penting untuk mengetahui kemana harus pinjam uang yang di butuhkan untuk memulai bisnis anda dan membuatnya tetap berjalan.

7. Menangani isu-isu hukum. Wirausaha berhadapan dengan berbagai pertanyaan hukum. Ia perlu mengetahui kapan ia harus mencari nasihat dan kemana ia harus mencari nasihat hukum tersebut.

8. Menaati peraturan pemerintah. Peranturan pemerintah ada untuk melinduni semua orang yang terlibat di dalam bisnis (warga yang ingin bekerja untuk bisnis tersebut, konsumen, pemilik bisnis, dan bahkan lingkungan).

9. Mengelola bisnis. Manajemen yang baik adalah kunci kesuksesan. Manajer harus encerahkan pekerjaannya, mengatur pegawainya dan sumberdaya lainnya untuk mendukung pekerjaan, mengarahkan pegawai, dan mengendalikan serta mengevaluasi pekerjaan.

10. Mengelola sumberdaya manusia. Manajemen sumberdaya manusia melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan evaluasi seluruh kegiatan yang langsung melibatkan pegawai dan mendorong produktifitas mereka.

11. Mempromosikan bisnis. Tujuan promosi adalah menginformasikan kepada konsumen tentang barang dan jasa yang diproduksi.

12. Mengelola upaya penjualan. Efektivitas program seperti ini tergantung kepada target konsumen dan hadiah yang diberikan sangat penting untuk mengunakan prinsip-prinsip penjualan yang baik untuk menarik pelanggan baru serta terus melayani pelanggan lama. Jika semua perusahaan tidak dapat menjual barang atau jasanya, perusahaan tersebut tidak akan menghasilkan laba dan bisnis tersebut akan gagal.

13. Menyimpan catatan-catatan bisnis. Menyimpan cattan-catatan bisnis merupakan sebuah bentuk pencatatan nilai. Pemilik/manajer usaha kecil dapat mengetahui nilai bisnis mereka pada saat ini dengan catatan-catatan yang akurat.

14. Mengelola keuangan. Hal ini dibutuhkan sebuah usaha yang ingin berkembang dan menghasilkan laba. Tugas-tugas manajemen keuangan mencakup membaca dan menganalisis laporan-laporan keuangan dan kemudian menggunakan informasi untuk menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan tersebut. Laporan keuangan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menysun rencana dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

15. Mengelola kredit pelanggan dan penagihannya. Pemilik usaha kecil sering kali harus memberikan kredit kepada pelanggan agar mereka tidak berpindah ke perusahaan lain. Pada saat yang bersamaan, mereka harus menghindari pinjaman-pinjaman yang melewati tenggat waktunya yang dapat membuat modal mandeg dan meningkatkan biaya penagihan. Kredit pelanggan diberikan kepada orang-orang yang latar belakangnya dalam pembayaran utang sudah diperiksa. Penagihan mengacu pada metode atau jadwal yang digunakan untuk pembayaran.

16. Melindungi bisnis. Penting untuk mengidentivikasi risiko-risiko yang dihadapi oleh wirausahawan karena kejahatan bisnis atau kehilangan hak milik. Selain itu, tidakan berjaga-jaga sperti membeli asuransi harus diambil, sehingga sebuah perusahaan kecil dapat mengurangi kerugiannya karena risiko-risiko tersebut.

Sumber daya organisasi dan fungsi manajemen usaha

Selain ilmu dan manajemen, sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar bisnis berpendapat bahwa untuk memulai usaha, wirausaha perlu merekrut pegawai yang tepat sehingga berpotensi dapat menutp kelemahan manajemen. Pemilihann SDM yang tepat membuat wirausaha telah menempuh setengah jalan menuju kesuksesan karena SDM berperan sebagai motor penggerak kegiatan usaha agar di kelola secara profesional.

Manajemen sumberdaya manusia atau manajemen personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian terhadap pegadaa tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutus hubungan kerja dengan sumberdaya manusia untuk meningkatkan kotribusi karyawan terhadap organisasi dalam rangka mencapai produktivitas organisasi bersangkutan. Manajemen personalia memiliki kegiatan yang berhubungan penerimaan pegawai, penilaian pegawai, promosi, dan mutasi, serta pemberian motivasi kerja.

Secara umum, manajemen personalia memiliki fungsi sebagai berikut :

1. Memilih tenaga kerja atau karyawan yang sesuai dengan kualifikasi (posisi yang diperlukan)

2. Menciptakan kondisi kerja yang menunjang moral pekerja dan produktivitas tinggi.

3. Menyusun job description, yaitu rumusan tertulis yang didasarkan pada analisa jabatan tertentu, seperti nama pekerjaan, tempat bekerja, peralatan/mesin yang digunakan, kondisi kerja, serta kewajiban dan tanggung jawab karyawan.

4. Menyediakan pelatihan/training bagi para pekerja untuk meningkatkan kemampuan.

Pengelolaan manusa sebagai aset yang paling penting dalam perusahaan meliputi kegiatan berikut :

1. Analisis jabatan, yang menliputi ;
  • > penentuan jabatan yang di butuhkan perusahaan
  • > penentuan tugas, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing jabatan
  • > penentuan kualifikasi seseorang untuk menduduki jabatan tertentu

2. Perencanaan tenga kerja, yang meliputi ;
  • > menentukan jumlah, tenaga kerja yang dibutuhkan
  • > persyaratan yang di inginkan.

3. Pengadaan tenaga kerja, yang meliputi ;
  • > penarikan/rekruitmen
  • > seleksi

4. Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja

5 .Menentukann upah/gaji/kompensasi yang akan diterima karyawan

6. Perencanaan karir pegawai

7. Kebijakan kesejahteraan pegawai

8. Pemutusan hubungan kerja

Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses produksi, distribusi, dan penjualan berlangsung dengan baik, sistem manajeman yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tida efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas.

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, para manajer juga menggunakan alat-alat manajemen alat-alat manajemen. Tersebut sering disebut unsur manajemen. Unsur manajemen dikenal dengan sebutan “6 M” yang terdiri atas man, money, materials, machines, methods, dan markets.

1. Man (manusia), yaitu unsur utama dalam manajemen yang melaksanakan beberapa aktivitas dalam mencapai tujuan, misalnya dalam kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan.

2. Money (uang), yang diperlukan untuk melakukan berbagai aktivitas perusahaan, seperti membayar upah atau gaji, membeli peralatan, membeli bahan baku-baku, dan sebagainya.

3. Materials (bahan-bahan), merupakan alat atau unsur manajeman untuk mencapai tujuan, yang digunakan sebagai bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi.

4. Machine (mesin), merupakan alat bantu dalam kegiatan manusia agar dapat dilaksanankan secara efektif dan efisien.

5. Method (metode), adaah cara untuk melakukan pekerjaan agar berdaya guna dan berhasil guna.

6. Market (pasar), merupakan tempat untuk menjual hasil produksi perusahaan.

Penerapan manajemen yang tepat dan efektif dapat menjamin keberhasilan usaha serta mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, manajemen merupakan suatu aktivitas yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Manajemen memiliki fungsi-fungsi dasar yang umumnya berlaku disetiap organisasi.

Fungsi manajemen tersebut dapat diuraikan sebagai berikut ;
 
1. Perencanaan (planing), adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Perncanaan biasanyadituangkan dalam bentuk konsep suatu program kerja.

2. Pengorganisasian (organizing), adalah proses pembagian tugas, wewenang, dan sumberdaya diantara anggota organisasi untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara membuat struktur tugas dan wewenang.

3. Penggerakan (aktualiting). Penggerakan aktualiting adalah kegiatan menggerakan orang-orang agar bekerja sesuai tugas masing-masing untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4. Pengawasan (controlloing), adalah proses pengamatan terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjalin agar pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.

Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen bagi setiap wirausaha sangat penting. Oleh karena itu, seorang wirausaha dituntut untuk menguasainya. Hal ini juga berkaitan dengan pengusaha bidang-bidang manajemen. Tujuannya adalah agar usaha dapat berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan serta mampu bertahan lama usahanya. Bidang-bidang manajemen tersebut, meliputi manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, manjemen personalia, dan dan manajemen administrasi.

Monday, July 18, 2016

Implementasi manajemen dalam pengelolaan usaha bagian 2

Manajemen sumberdaya manusia

A. Konsep manajemen sumberdaya manusia.

Salah satu aspek yang tidak kalah pentingnya untuk dikelola oleh wirausahawan adalah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Manusia (karyawan) sebagai motor penggerak usaha perlu dikelola secara profesional. Pengelolaan manusia sbagai aset yang paling penting dalam perusahaan dimulai dari langkah-langkah berikut ini :
  • > langkah 1 ; analisis jabatan
  • > langkah 2 ; Perencanan tenaga kerja
  • > langkah 3 ; pengadaan tenaga kerja
  • > langkah 4 : pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
  • > langkah 5 ; menentukan upah/gaji/ kompensasi yang akan diterima karyawan
  • > langkah 6 ; perencanaan karir pegawai
  • > langkah 7 ; kebijakan kesejahteraan pegawai
  • > langkah 8 ; pemutusan hubungan kerja

B. Sumber-sumber dan cara mendapatkan tenaga kerja

Untuk dapat memperoleh karyawan yang tepat, baik secara kualitas maupun secara kuantitas, diprlukan pengetahuan yang baik tentang sumber-sumber tenaga kerja. Bagi perusahaan atau instansi yang sudah berjalan, bila ada lowongan pekerjaan mendapatkan karyawan atau personalia dari sumber intern. Kebaikan dan memanfaatnya dapat meningkatkan loyalitas, menimbulkan persaingan sehat, serta dapat meningkatkan efisiensi. Namun kelemahannya, kemungkinan terjadinya promosi dan mutasi yang dipaksakan dan menghambat masuknya ide-ide baru.

Cara lain adalah mendapatkan karyawan dari luar, yaitu penarikan pegawai dari lembaga pendidikan dilakukan bila perusahaan/instansi hanya memerlukan latar belakang pendidikan tertentu tanpa mempedulikan pengalaman kerja.

Bila dipandang perlu, dapat mengambil langsung dari sumber tenaga kerja meskipun mungkin kurang praktis dan memerlukan biaya yang sangat besar. Sumber tenaga kerja sifatnya tersebar, sehingga advertensi mungkin akan dapat mencapai sasaran.

C. Seleksi pegawai atau tenaga kerja

Seleksi adalah proses yang dengannya perusahaan dapat memilih dari kelompok pelamar yang memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia berdasarkan kondisi yang ada saat ini. Prosesnya dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan.

Dalam pratiknya, proses seleksi tergantung pada tiga masukan yang bermanfaat, yaitu ; analisis pekerjaan, perencanaan SDM , dan rekruitmen. Dalam hal ini, informasi analisis pekerjaan menberikan deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan stsndar kinerja yang dituntut oleh suatu pekerjaan. Perencanaan SDM mengidentifikasikan pekerjaan dengan cara yang logis dan efektif. Selanjutny akan terbentuk sekumpulan pelamar yang kemudian akan diseleksi.

Kriteria-kriteria seleksi biasanya terdiri atas beberapa kategori, yaitu pendidikan, pengalaman kerja, kondisi fisik, karakteristik,kepribadian serta tipe kepribdian antara lain ;

1. Perusahaan formal, dimana perusahan cenderung menetapkan syarat minimal pendidikan formal dan jenis pendidikan, misal untuk jabatan akuntan, kriteria pendidikannya adalah sarjana akuntansi.

2. Pengalaman kerja, dimana pengalaman dianggap sebagai indikator yang baik untuk mengukur kemampuan dan sikap yang terkait dengan pekerjaan.

3. Karakteristik fisik, artinya karakteristik yang berhubungan secara langsung dengan evektivitas kerja. Misalnya ketajaman penglihatan sebagai kriteria seorang pilot pesawat.

4. Karakteristik kepribadian dan tipe kepribadian. Karakteristik pribadi meliputi status perkawinan, jenis kelamin dan usia. Tipe kepribadian merujuk pada sikap yang dimiliki seseorang dalam hal berkomunikasi, bersosialisasi, bekerja sama, ketekunan terhadap tugas, kemandirian dan penyesuaian diri.

Langkah-langkah seleksi meliputi :

1. Surat rekomendasi ; merisi tentang sifat- sifat orangg yang direkomendasikan sebagai bahan pertimbangan evaluasi.

2. Pengisihan blangko lamaran ; merupakan tahap untuk mendapatkan informasi/data yang lengkap dari calon karyawan, dan sebagai penyaring untuk menentukan apakah pelamar memenuhi kriteria sp esifikasi pekerjaan minimal.

3. Tes kemampuan ; adalah tes yang menilai kesesuaian antara pelamar dengan syarat-syarat pekerjan dan harapan perusahaan. Tes ini mengukur tingkat kecerdasan (intelegensi test), kecekatan, kepribadian, (personality test), minat (interest test), bakat (aptitude test), dan prestasi (achievement test)

4. Tes potensi akademik (abiliti test) ; mengukur sejauh mana kemampuan pelamar berupa kemampuan verbal, keterampilan kualitatif, serta kecerdasan persepsi.

5. Tes kepribadian (personality test) tes yang digunakan untuk menebak sifat-sifat dan karakter pelamar. Karakteristik pekerja yang dicari adalah yang cnderung konsisten dan mampu.

6. Tes psikologi : tes yang mengukur beberapa aspek dari pelamar seperti potensi kecerdasan, intelegensia, kemmpuan logika, keprbadian atau tempramen, kepercayaan diri, kretivitas, kemampuan adaptasi, sosialisasi, serta visi dan misi.

7. Wawancara ; merupakan suatu bentuk percakapan yang formal dan mendalam yang diadakan untuk mengevaluasi pelamar. Pewawancaraan akan akan mencari dari tiga pertanyaan dasar, yaitu ; dapatkah pelamar mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan tepat? Dan bagimana pelamar dibandingkan dengan pelamar lain yang dipertimbangkan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Secara umum, tahap wawancara terdiri atas lima bagian, yaitu ; persiapan wawancara, pengarahan/penciptaan hubungan, pertukaran informasi, terminasi, dan evaluasi.

Tahap-tahap seleksi juga dapat dikategorikan menurut jenis-jenis aktivitas seleksi yang dilakukan yaitu :

1. Seleksi administrasi, yaitu seleksi surat-surat yang dimiliki pelamar untuk menentukan apakah sudah sesuai dengan persyaratan yang diminta perusahaan, antara lain ; surat lamaran, ijazah, umur, jenis kelamin, status perkawinan, pengalaman kerja, domisili, sertifikat keahlian, pas foto, fotokopi identitas, surat kesehatan dari dokter, dan akte kelahiran. 2.Seleksi secara tertulis, terdiri atas ; tes kecerdasan, tes kepribadian, tes bakat, tes minat, dan tes prestasi. 3.Seleksi tidak tertulis,terdiri atas ; wawancara, praktik, dan tes kesehatan.

D. Pelatihan atau training pegawai atau tenaga kerja.

Pelatihan merupakan proses membantu para tenaga kerja untuk memeroleh efektivitas dalam pekerjaan mereka yang sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan tentang pikiran, tindakan, kecakapan, pengetahuan, dan sikap yang layak.

Metode pelatihan yang paling terkenal dan banyak digunakan antara lain ;

1. Metode on the job training ; prosedur metode ini yaitu pegawai mempelajari pekerjaannya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya. Metode ini sangat tepat untuk mengajarkan skill yang dapat di pelajari dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Manfaat metode ini adalah peserta belajar dengan perengkapan yang nyata dan dalam lingkungan pekerjaan yang jelas.

2. Metode vestibule atau balai ; vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang digunakan untuk tempat pelatihan bagi pegawai baru yang akan menduduki suatu pekerjan. Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat cocok untuk banyak peserta (pegawai baru) yang dilatih dengan jenis ekerjaan yang sama dan dalam waktu yang sama.

3. Metode demontrasi dan contoh ; metode ini melibatkan penguraian dan memeragakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat mudah bagi manajer dalam mengajarkan pegawai baru mengenai aktivitas nyata melalui suatu tahap perencanaan. Metode ini sangat efektif, karena lebih mudah kepada peserta cara mengerjakan suatu tugas, serta dikombinasikan dengan alat bantu belajar seperti gambar-gambar, teks, materi, ceramah, diskusi.

4. Metode simulsi ; metodi ini merupakan suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas. Metode simulasi yang populer adalahpermainan bisnis (bussiness games). Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal, tetap sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pelatihan.

5. Metode apprenticeship ; metode ini adalah suatu cara mengembangkan keterampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya.

6. Metode ruang kelas ;metode ini merupakan metode training yang dilakukan didalam kelas walaupun dapat dilakukan di area pekerjaan. Metode ruang kelas adalah kuliah, konferensi, studi kasus bermain peran dan pengajaran berpogram (programmed instruction).

Pelatihan karyawan dewasa ini menjadi sangat penting dikarenakan beberapa alasan. Pelatihan dapat mengurangi jumlah waktu belajar yang diperlukan karyawan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan pada suatu pekerjaan tertentu. Pelatihan bermanfaat bagi karyawan secara individual karena memungkinkan mereka memeroleh tambahan pengetahuan dan keterampilan dan bahkan mungkin dapat membentuk sikap positif karyawan yang bermanfaat bagi organisasi.

E. Kebijakan kompensasi

Program kompensasi perlu diperhatikan dalam rangka mempertahankan karyawan yang profesional dan berkualitas. Ompensasi adalah imbalan yang diterima karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Kompensasi pada umumnya terdiri atas upah atau gaji, tunjangan perumahan, tunjangan hari tua, insesntif dan premi. Tugas perusahaan adalah menentukan kompensasi yang akan diterima karyawan.

Besarnya kompensasi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain :
  • > jabatan
  • > pendidikan
  • > wewenang dan tanggung jawab
  • > faktor-faktor lainnya
Kompensasi dari waktu kewaktu akan meningkat dan diberikan dalam bentuk uang maupun bukan uang.

F. Perencanaan karir

Perencanaan karir adalah perjalanan kerja karyawan selama berada dalam perusahaan. Karyawan dapat merencanakan karirnya sejak mulai kerja sampai berhenti bekerja. Karir karyawan lebih banyak ditentukan oleh karyawan yang bersangkutan. Selain perencanaan karir, perusahaan juga harus melakukan efaluasi kinerja karyawan.

Penilaian kinerja merupakan proses untuk menilai prestasi kerja aryawan sehingga dapat memberikan umpan balik kepada karyawan dan organisasi tentang pelaksanaan kerja mereka dan dapat dijadikan dasar sebagai program perbaikan kinerja, penyesuaian kompensasi/upah, promosi jabatan dan pengembang karir.

G. Kebijakan kesejahteraan

Kebijkan kesejahteraan karyawan dapat diberikan dalam bentuk keselamatan dan kesehatan kerja, baik fisik maupun mental karyawan. Kondisi fisik meliputi penyakit dan kecelakaan kerja, seperti kehilangan nyawa, cacat atau penyakit lainnya. Sedangkan kesehatan psikologis mental adalah penyakit akibat stres dan kondisi kerja yang tidak memuaskan.

H. Pemutusan hubungan kerja

Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berkhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha. Adapun moekijat megartian bahwa pemberhentian adalah pemutusan hubungan kerja seseorang karyawan dengan suatu organsasi perusahaan.

Pemutusan hubungan kerja disebabkan oleh ;
  • > memasuki masa pensiun karena usia
  • > permintaan pengunduran diri
  • > pemecatan karena melakukan kesalahan
  • > pensiun dini
  • > meninggal dunia.

Implementasi manajemen dalam dalam pengelolaan usaha bagian 1

Manajemen bahan baku dan fasilitas

A. MENGELOLA BAHAN BAKU

bahan adalah benda yang dapat dibuat sesuatu, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Perusahaan selalu menghendaki jumlah bahan (persediaan) yang cukup agar produksi tidak terganggu.

Tujuan pengendalian antara lain ;
  • > menjaga agar barang dagangan janga sampai kekurangan.
  • > menjaga agar perusahaan jangan sampai menghentikan kegiatan usahanya.
  • > Menjaga agar perusahaan jangan sampai mengecewakan langganannya.
  • > mengatur jangan sampai jumlah pengadaan barang dagangan kekurangan atau kelebihan

Persediaan bahan dalam jumlah besar mengandung banyak resiko danmasalah sepeti berikut ;
  • > risiko hilang dan rusak.
  • > biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi.
  • > resiko usang.
  • > uang yang tertanam di persediaan terlalu besar

Kelemaham jika persediaan bahan baku terlalu sedikit, antara lain :
  • > risiko kehabisan persediaan yng dapat merugikan perusahaan.
  • > menghambat kelancaran proses produksi dan mengakibatkan ketidakstabilan kuaitas dan kuantitas produk.
  • > frekuensi pembelian bahan baku sangat tinggi justru memboroskan dana pengadaannya.
  • > jarang mendapatkan diskon pembelian karena jumlah pembelian selalu kecil.

Pada umumnya wirausaha mengunakan cara tradisional dalam mengelola persediaan bahan, yaitu dengan memiliki persediaan minimal untuk mendukung kelancaran proses produksi.

Jenis usaha yang memproduksi barang (manufaktur), biasanya memiliki tiga jenis persediaan bahan baku yang dihitung berdasarkan tingkat perputarannya yaitu ;
  • > bahan baku (raw material), yaitu bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi.
  • > barang dalam proses (material in process), yaitu barang yang belum selesai dalam proses produksi. Barang-barang tersebut menunggu dalam antrian untuk diproses lebih lanjut.
  • > barang jadi (finished goods), yaitu barang yang telah menyelesaikan proses produksi, tapi belum dijual atau didistribusikan kepada konsumen

Untu memperlancar pengadaan bahan baku yang ideal, wirausahawan dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
  • > membuat daftar jenis-jenis bahan baku yang dibutuhkan, persyaratannya, dan jumlahnya.
  • > membuat jadwal, kapan bahan baku itu dibutuhkan oleh perusahaan.
  • > mencari bahan baku yang dibutuhkan perusahaan dengan caea penawaran umum,
  • > melaksanakan pembelian bahan baku sesuai jadwal dan program perusahaan.
  • > melaksanakan penyimpanan bahan baku didalam gudang milik perusahaan.
  • > menempatkan tenaga pelaksana proses produksi.
  • > menempatkan tenaga pengawas yang beratnggung jawab terhadap terlaksananya proses produksi yang sesuai dengan progra perusahaan

B. MENGELOLA FASILITAS

Perencanaan fasilitas adalah menentukan bagaimana suatu riset aset tetap perusahaan digunakan secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiaatan produksi

Tujuan perencanaan fasilitas, antara lain :
  • > meningkatkan pengadaan dan menyimpan bahan baku.
  • > menggunakan tenaga kerja, peralatan, ruang dan energi secara efektif.
  • > meminimalkan investasi modal.
  • > mempermudah pemeliharaan fasilitas.
  • > meningkatkan keselamatan dan kepuasan kerja

Perencanaan fasilitas produksi meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini :
  • > menetapkan jenis barang yang akan diproduksi.
  • > menentukan proses produksi yang diperlukan.
  • > menentukan hubungan antar departemen.
  • > menentukan kebutuhan ruangan untuk semua bagian dalam produksi.
  • > menyusun rencana fasilitas

Perencanaan fasilitas produksi dapat dibedakan menjadi yaitu ;

1. Perencanaan lokasi : tujuan perencanaan lokasi adalah untuk menentukan tempat pabrik sebaik mungkin agar dapat berproduksi dengan lancar, denan biaya operasi yang murah dan memungkinkan perluasan dimasa depan. Penentuan lokasi pabrik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut :
  • > mudah dijangkau oleh konsumen
  • > dekat dengan bahan baku
  • > keterseddiaan tenaga kerja
  • > ketersediaan tenaga listrik
  • > ketersediaan air
  • > ketersediaan alat transportasi
  • > memungkinkan perluasan di masa depan

2. Perencanaan tata letak pabrik : perencanaan tata letak merupakan salah satu tahap perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien, sehingga mampu mencapai kapasitas optimal dan biaya produksi paling ekonomis.

Tujuan penyusun tata letak adalah :
  • > pemanfaatan peralatan pabrik secara optimal
  • > penggunaan jumlah tenaga kerja paling minimum
  • > aliran bahan baku dan produk yang lancar
  • > kebutuhan persediaan yang rendah
  • > pemakaian ruang yang efisien
  • > ruang gerak yang cukup untuk kegiaatan operasional dan pemeliharaan
  • > biaya produksi dan investasi yang rendah
  • > keselamatan kerja yang tinggi
  • > suasana kerja yang menyenangkan

Pengaturan tata letak mesin produksi

1. Tata letak proses (process layout) atau tata letak fungsional adalah penyusun tata letak dimana alat yang sejenis atau mempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Contoh : perusahaanpembuat roti, perusahaan mebel, dan bengkel.

Keuntungan model tata letak (layout mesin) antara lain :
  • > pemanfaatan mesin yang tinggi
  •  > memungkinkan penggunaan mesin yang multi guna sehingga cepat mengikuti perubahan produk
  • > investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi mesin
  • > sangat fleksibel dalam mengalokasikan mesin

Namun ada juga kelemahannya yaitu ;
  • > pengawasan produksi sulit, karena satu mesin bisa dipakai bermacam produk
  • > waktu produksi per unit lebih lama
  • > memerlukan skil yang tinggi
  • > tidak dapat digunakan model ban berjalan

2. Tata letak produk atau garis adalah pengaturan tata letak fasilitas pabrik berdasarkan aliran dari produk tersebut. Tipe layout produk/garis ini merupakan tipe paling populer dan sering digunakan untuk pabrik yang menghasilkan produk secara masal dengan tipe produk relatif kecil dan standar untuk jangka waktu relatif lama. Tujuan utama tata letak seperti ini adalah untuk memudahkan pengawasan dalam kegiatan produksi.

Contoh ; perusahaan mie instan, perusahaan pemintalan, perusahaan surat kabar, perusahaan semen, perusahaan minuman, dan sebagainya.

Keuntungan model tata letak produk adalah :
  • > aliran material yang simpel dan langsung
  • > total waktu produksi lebih cepat
  • > tidak memerlukan skill tenaga kerja yang tinggi
  • > pengawasan proses produksi mudah
  • > dapat digunakan mesin otomatis
  • > dapat digunakan model ban berjalan

Namun kelemahannya antara lain :
  • > kerusakan pada sebuah mesin tertentu dapat menghentikan produksi
  • > perubahan desain produk akan mengubah tata letak mesin
  • > memerlukan investasi yang besar
  • > proses yang monoton mengakibatkan kebosanan pada personel

Ciptakan sumber keamanan dari rasa takut “untuk menggapai mimpi”

Motifsi untuk maju juga dapat digali dari rasa takut yang kit miliki. Rasa takut ini merupakan makhluk yang diizinkan tuhan untuk ada di muka bumi ini, dan karena itu pastilah memiiki kegunaan.

Menyimak penjelasan agama, rasa takut ini adalah ujian dari tuhan. Semua manusia pasti punya rasa ini. Misalnya, rasa takut iskin atau rasa terhadap hal-hal yang berpotensi membhayakan atau merugikan.

Bedanya, ada orang yang bisa menggunakan rasa takutnya sebgai modal untuk memotivasi diri dan ada yang tidak begitu. Takut pada siksa neraka, lalu kita gunakan rasa itu untuk berbuatkebajikan, pasti ini positif. Takut kalah dalam pertandingan atau takut gagal dalam ujian, kemudian ketakutan itu kita gunakan untuk mengantisipasi kegagalan dengan cara menambah pengetahuan dan tindakan, tentu ini positif.

Rasa takut pernah digunakan Holyfield, petinju kelas berat dunia, untuk melawan Mike Tyson. Karena takut terkena pukulan tyson yang mematikan itu, ia kemudian berusaha keras untuk menemukan jurus agar tidak terkena pukulan tyson dari jarak dekat. Holyfield kemudian menang melawan tyson.

Rasa takut pada kegagaan akan sangat bagus apabila kita gunakan untuk menemukan berbagai langkah antisipatif. Tapi kalau tidak kita gunakan untuk melakukan apa-apa, rasa takut seperti inilah yang membahayakan. Bahkan ketakutan kita terhadap masadepan yang blank dan tidak bisa di prediksikan, akan sangat bagus apabila mendorong kita untuk bertaqwa danbertawakal sehingga kita tidak terlalu menggunakan rasio, lalu stres sendiri daan takut.
“hai orang yang beriman, bertakwalah kepada allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk esok hari dan bertakwalah kepada allah sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyir : 18)

KEGUNAAN RASA TAKUT

Berguna atau tidak, rasa takut sebetulnyabukan tergantung pada rasa itu. Sepenuhnya tergantung pada kita. Rasa takut telah digunakan orang-orang hebat untuk menciptakan keamanan (secure) atau menjadi motivator untuk menemukan keamanan.

Adakah keamanan sejati didunia ini? Kalau yang kita jadikan adalah sunatulah, tentu saja tidak ada. Semua yang ada di dunia ini akan hancur kecuali tuhan. Pekerjaan kita bisa hilang kapan saja. Orang yang kita ajak kerjasama bisa mundur kapan saja. Usaha kita bisa hancur kapan saja.

Bahkan, kematin sendiri jaraknya lebih dekat dibanding jarak antara kita dan anggota bada kita. Artinya, tidak ada jaminan yang hakiki di dunia ini. Karena tidak ada, maka mereka menggunakan rasa takutnya untuk selalu menemukan dan menambah sumber keamanan agar terhindar dari ancaman rasa takut.

Dengan cara seperti apa mereka mengusahakan dan menambah sumber keamanan? Yang mereka lakukan antara lain :
  • Menambah pengetahuan
  • Menambah pengalaman
  • Menambah keahlian
  • Menambah jaringan
  • Menambah peluang atau usaha
Karena mereka takut sumber keamanannya bisa hilang kapan saja tanpa minta izin lebih dulu, maka mereka menggunakan ketakutan itu untuk mengusahakan dan menambah. Henry ford yang kita kenal kaya raya itu malah mengatakan : sumber keamnan itu bukan uang karena ia bisa ludes, melainkan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian.

Dengan ketiganya ini, maka uang akan terus bertambah. Kalau kita tidak menambah ketiga hal itu, maka uang yang kita miliki akan berkurang. Andaikan rasa takut ini di cabut oleh tuhan dari seluruh manusia, tentulah tidak ada orang yang bergairah untuk menambah jaringan, pengetahuan, atau pengalaman.

Rasa takut juga telah dijadikan motivator untuk meningkatkan kematangan hidup. Semua orang di dunia ini sudah tahu : tidak ada manusia yang diberikan pengetahuan akurat tentang hari esok. Apa yang mereka lakukan hanyalah menganalisis, memprediksi, mempelajari, menebak-nebak, mengusahaan, dan semisalnya.

Karena tidak ada manusia yang punya pengetahuan akurat, sebetulnya semua orang berhak untuk takut. Mengapa? Tidak tahu merupakan sumber rasa takut (fear of unknown). Petuah kuno mengatakan, “kebodohan adalah yang membuat kita merasa takut.”

Meskipun pada dasarnya semua orang memiliki ketakutan terhadap hari esok, dari segi kualitasnya ada perbedaan. Orang-orang hebat menggunakan ketakutan itu untuk memedomani keyakinannya. Masa depan itu bisa di ibaratkan seperti pintu yang memiiki dua pegangan, yaitu kekhawatiran dan keyakinan. Mereka menjadikan ketakutannya sebagai pendorong untuk memedomani keyakinan.

Karena yang mereka pegang adalah keyakinan, maka langkahnya menjadi mantap. Mereka yakin bahwa mereka punya kemampuan untuk mewujudkan masa depan. Mereka yakin atas balasan tuhan atas usahanya, dan karena itu pula mereka melangkah dengan menyakinkan.

Ketakutan juga telah mereka jadikan dorongan untuk menciptakan keseimbangan dan mengontrol diri. Mereka takut akan bahaya yang ditimbulkan oleh diam tanpa melakukan apa-apa, tetapi mereka juga takut akan risiko apabila mereka melakukan sesuatu.

Ketakutan inilah yang kemudian dijadikan dorongan untuk melakukan sesuatu dengan keberanian yang beralasan dan punya perhitungan, yang bisa mengantisipasi munculnya risiko kebablasan atau berlebihan. Dengan begitu, keseimbangan dankontrol tetap terjaga.

Oleh krena itu, Mark Twin, seorang penulis dari irlandia, mengatkan : keberanian mereka itu bukan berarti tanpa ketakutan, melainkan mereka berani karena menguasai ketakutan. Karena mereka menguasai ketakutannya, maka mereka sanggup menggunakan ketakuta itu untuk mendorong dan tetap waspada sehinga keseimbangannya terjaga.

Kata motivasi :
“rasa takut pada kegagalan akan sangat bagus apabila kita gunakan untuk menemukan berbagai langkah antisipatif.”
“mereka yakin akan balasan tuhan atas usahanya, dan karena itu pula mereka melangkah dengan keyakinan.”

Sunday, July 17, 2016

Jangan sampai membuat kita semakin salah “dalam meraih sukses”

Meskipun kesalahan itu telah digunakann oleh orang-orang berprestasi untuk memperbaiki dirinya, tetapi kebanyakan orang tidak termotivasi untuk menjadikan kesalahan sebagai motivator atau malah menjadikannya sebagai demotivator.

Bahkan karena semakin takut salah, kita merealisasikannya dengan tidak melakukan apa-apa. Takut salah ini memang dimiliki dan perlu dimiliki oleh semua orang. Hanya saja, ada perbedaan yang cukup mendasar antara takut salah yang menjadi motivator dan takut saah yang menjadi demotivator.

Di manakah letak perbedaanya? Pertama, ketika takut salah ini kita munculkan pada saat tidak melakukan sesuatu, maka biasanya ketakutan demikian perlu kita waspadai sebagai demotivator. Kedua, ketika ketakutn itu malah membuat takut melakukan sesuatu (menghindari usaha untuk menjadi lebih bagus).

Takut salah merupakan musuh di daam batin kita yang benar-benar perlu disingkirkan. Praktik hidup mengajarkan : takut salah seperti ini telah membuat banyak orang menjadi “over caution”, terlalu hati-hati yang membuat jiwa kita kerdil, bakhil, dan enggan berusaha.

Tidak hanya itu. Ada hukum di dunia ini yang oleh para ahli disebut hukuk daya tarik (the law of attraction). Apa yang ada didalam batin kita, akan menarik sesuatu yang di luar diri kita supaya menjadi kenyataan dalam hidup kita.

Takut salah seperti di atas adalah energi negatif yang memiliki daya tarik lebih tinggi dari energi positif. Biasanya, hati-hati yang kita lakukan dengan ketakutan akan membuat kita salah. Pilih-pilih yang kita lakukan dengan ketakutan, sering kali membuat kita salah pilih. Biasanya, kurang percaya yang kita lakukan dengan ketakutan, membuat kita salah memilih orang kepercayaan.

Adapun takut salah yang bisa memberikan motivasi adalah takut salah yang muncul pada saat kita sedang melakukan sesuatu, lalu ketakutan itu kita gunakan sebagai dorongan untuk memperkecil, menghindari, dan memperbaiki. Karena takut akan munculnya kesalahan, maka ketakutan itulah yang mengajarkan kita supaya tidak terjadi kesalahan. Dengan ketakutan itu, maka kita berusaha lebih keras lagi, lebih bagus lagi, dan hati-hati lagi.

Apa perbedaan antara ketakutan yang kita butuhkan dan ketakutan yang perlu kita hilangkan. Dan ada perbedaan antara ketakutan yang menjadi demotivator dan ketakutan yang menjadi motivator. Untuk mengetahui perbedaan itu, cobalah saran berikut :
  • Berilah label perasaan anda
  • Berilah label akibat dri perasaan anda
  • Berilah label aksi batin yang perlu anda lakukan untuk mempertahankan perasaan positif dan berakibat positif.
Terkadang, ada pentingya juga kita merenungkan apa yang pernah di katakan Emmet Fox, tokoh spiritual, dalam puisinya yang isinya begini : “anda tidak bingung karena anda punya masalah, tetapi anda punya masalah karena anda bingung. Anda tidak bersyukur karena anda makmur tetapi anda makmur karena bersyukur.”

Memedomani pengalaman pribadi yang salah juga bisa menjadi demotivator. Ketika saya bekerja di perusahaan rekrutmen dan seleksi kru kapal pesiar, saya punya pedoman : kalau saya menelepon seseorang sebanyak tiga kali dan belum bisa bicara dengan orng yang saya maksudkan, saya lantas berkesimpulan bahwa antara saya dan orang itu tidak ada jodoh dalam bisnis yang saya tangani.

Kesimpulan ini saya sadari salah, dalam arti tidak cocok dengan seninya hidup. Saya telah terlalu “memasti-mastikan” kehidupan yang saya jalani, padahal hidup tidaklah seperti ilmu pasti. Beberapa bulan kemudian saya mencoba untuk menghubungi seorang yang dulunya pernah saya hubungu berkali-kali dan tidak pernah nyambung itu.

Dan ternyata hasilnya bagus. Dari sinilah kemudian saya menyimpulkan : pedoman hidup yang saya pegangi itu terlalu sempit. Saya rasa didunia ini banyak orang yang mempunyai pedoman sendiri yang didasarkan pada pola pikir untuk memasti-mastikan hidup dengan cara dan model yang sempit. Pedoman ini memang jarang kita ucapkan, jarang kita kaji, tetapi sering kita praktikkan. Pedoman jelas penting, tetapi jangan sampai kita terbelenggu dan terpenjara oleh pedoman kita sendiri.

Kita perlu mengeksplorasi, apakah pedoman kita itu dibatasi oleh pengalaman masa lalu atau diilhami oleh keinginan kita untuk mewujudkan masa depan? Kita harus melihat dan mengingat masa lalu, tetapi kita tidak boleh hidup di masa lalu. Kita harus hidup pada hari ini untuk mewujudkan masa depan yang kita inginkan.

Artinya, kita perlu menjdikan pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain sebagai guru yang memberi pencerhan, petunjuk, dan pelajaran kepada kita, bukan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai belenggu yang membatasi diri kita.

Pilihan kedua inilah yang menjadi sumber demotivator. Ungkapan demotivtor yang paling masyhur antara lain, “dulu saya pernah melakukan itu tetapi hasilnya gagal.”kegagalan kita di masa lalu tak seberapa efeknya bagi angkah kita hari ini, tetapi kesimpulan kiya yang bernada putus asa itulah yang membahayakan kita.

Untuk itu, hati-hti dalam meminta nasihat, saran, masukan, pertimbangan, atau pendapat kepada orang lain. Orang lain akan memberikan pendapatnya sesuai dengan pengalaman masa lalunya juga.

Kalau yang di pedomani adalah pengalaman yang salah, maka apa yang keluar dari mulutnya juga berupa ungkapan-unkapan yang bernada demotivtor. Pepatah bijak berpesan agar kita tidak mengungkapkan keiginan kepada sembarang orang, kecuali kepada orang yang benar-benar bisa mencerahkanan kita.

Mark twin pernah juga berpesan agar kita menjauhi omongan-omongan yang membuat motivasi untuk maju menjadi down (anjlok). Biasanya, ini dikeluarj=kan oleh orang-orang yang berjiwa kerdil.

Solusinya, ia menyarankan agar kita menyempatkan diri bergaul dengan orang-orang yang berjiwa besar atau orang besar menurut versi kita bisa mendorong untuk menjadi orang besar atau berjiwa besar.

Pengalaman beberpa orang di lapangan juga punya kesimpulan serupa. Kalau anda ingin menjadi pengusaha, belajarlah kepada pengusaha yang berhasil. Dengarkanlah petuah mereka. Kalau anda ingin menjadi profesional yang berprestasi, cobalah belajar kepada mereka yang sudah berhasil menurut versi anda. Sampai pun mereka-mereka itu tidak memberi nasihat dalam bentuk kata-kata, tetapi anda bisa belajar langsung dari cara hidupnya.

Kata motivasi :
“orang yang bertobat setelah melakukan kesalahan, beriman dan beramal saleh, maka tuhan akan menggantinya dengan kebajikan."

Temukan perbaikan dari kesalahan “Untuk menggapai sukses”

Saya ingin mengawalai tulisan ini dengan kisahh seorang pengusaha muda yang pernah masuk ke jurang keterpurukan sangat dahsyat. Tapi, melalui pembelajaran yang sangat bagus, pengusaha ini akhirnya bangkit.

Pengusaha yang saya maksudkan adalah H. Asep Sabanda, pengusaha muda asal majalengka, yang kisah nya sudah di tulis oleh saudara luqman hakim arifin di majalah Be Entrepreniur dan beberapa media lain.

Bagi asep, menjadi entrepreniur adalah pilihan hidup. Berpedoman bahwa tujuan hidupnya menjadi “orang yang palling bermanfaat bagi manusia lainnya”, asep melihat entrepreniur adalah profesi yang memungkinkannya untuk mencapai tujuan hidup itu.

Selesai dari pendidikanya di pondok modern gontor, ponorogo tahun 1996, asap pulang kampung. Bapaknya, H. Shobur Tadjudin (almarhum), adalah peternak ayam binaan/plasma sejak tahun 1990. Ayamnya hanya 2.500 ekor.

Dua tahun belajar dan membantu bapaknya, asep baru benar-benar menekuni sendiri bisnis ayam broilr-nya tahun 1998. Mula-mula ia menyewa satu kandang ternak milik bapaknya. Pada fase pertama, asep untung sebesar Rp 10 juta, dengan nilai tukar dolar masih Rp 2500.

Senang dengan keuntungan sebesar itu, di usia yang sangat belia, asep memutuskan menyewa seluruh kandang bapaknya. Ada lima kandang dengan 60 ribu ekor ayam. Harapannya, ia bisa meraup untung senilai 60 juta. Tapi bukannya untung, asep malah buntung 70 juta.

Bukannya mundur, asep malah melakukan hal yang lebih gila. Ia beramsumsi kalau ruginya besar, harus di tutup dengan untung yang besar pula. Maka ia pun memelihara lebih banyak lagi ayam. Kali ini 80 ribu ekor. Ia kembali tekor Rp90 juta. Akhirnya, dalam 6 bulan, asep merugi Rp 160 juta.

Total, kata asep, pada usia kurang dari 20 tahun ia sudah punya utang Rp 180 juta setelah peristiwa itu, binis ayam asep langsung remuk. Ia bingung dan mmiih lari dari masalah. “saya tiba-tiba menjadi pemuda yang tidak punya apa-apa, tapi karena angan-angan, punya banyak utang. Saya bingung harus melakukan apa. Saya kabur,” kenangnya.

Untuk menghindari kejaran para kreditor, setiap hari lelaki kelahiran januari 1997 itu cabut dari rumah di pagi hari jdan pulang jam 22.00. Untunglah ada sang bapak, H. Shobur tadjudin. Inilah orang yang paling berpengaruh dalam bisnis dan perjalanan bisnis asep.

Melihat tingkah laku aneh asep, pada suatu hari di bulan Agustus 1998, H. Shobur “menginterogasi” anaknya. “mau kemana?” tanya hH. Shobur suatu pagi. ‘bisa, pak, main,” jawab asep waktu itu. Tapi dalam hati, asep sadar kali ini ia tidak bisa menghindar.

Ia akhirnya mengaku. “saya punya utang, pak. Banyak. Nggak cukup kekayaan bapak untuk membayarnya,” asep menegaskan. Mendengar anaknya punya hutang Rp 180 juta, H. Shobur bukannya kaget atau marah. Ia justru berkata, “segitu kamu bilang banyak.” sebaliknya aseplah malah kaget dengan respon bapaknya.

“lho, pak itukan besar sekali. Kekayaan bapak bisa habis buat bayar hutang saya,” tukas asep. “itu beti, kata H, Shobur, “ Rp180 juta sangat besar. Bapak mengumpulkan itu bertahun-tahun, tapi kamu menghabiskannya dalam enam bulan. Tapi dibanding dengan masa depan kamu, itu tidak ada artinya. Jangan kamu jual masa depanmu! Bahkan kalau semua kekayaan bapak ini habis, itu tetap tidak ada artinya di banding masa depan kamu.”

Jawaban bapak ini benar-benar membangkitkan kepercayaan diri asep asep yang menancap hingga sekarang. Setelah peristiwa itu, asep dibawah bapaknya untuk mempertanggung jawabkan utang-utangnya. Mereka menemui orang-orang yang selama ini mengejar-ngejar asep.

“mereka kaget. Orang dicari susah, kok malah datang. Disituah timbul kepercayaan diri saya. Meski akhirnya dari RP 180 juta itu hanya RP 11juta yang dibayar bapak saya, sisanya saya bayar sendiri. Tetapi kalau bapak tidak melakukan itu, tentu saya tidak bisa bangkit seperti ini,” ucap asep.

Asep membayar hutangnya dengan berbagai cara. Mulai dengan mencicil uang, membeli barang dari para kreditordengan melebihkan harganya, sampai dengan menyewakan kandangnya sebagai konpensasi pembayaran utang. “kalau harga ayam Rp 7.000 saya jual Rp 7.200 Rp 100 masuk kekantong saya, dan Rp 100 sisanya untuk bayar utang. Itu setiap hari saya transaksi. Alhamdulillah selesai,” ujar asep memberikan gambaran.

Nasihat bapaknya agar jangan menggadaikan masa depannya dengan uang Rp 180 juta, terbukti pada suatu hari senin di bulan juni 2004. Asep benar-benar menangis haru. Hari itu, ia mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 600 juta dalam satu hari. “baru saya tahu arti dari apa yang dikatakan bapak saya. Betul-betul tidak ada artinya Rp 180 juta itu,” ujarnya.

Setelah melunasi utangnya tahun 2001, bisnis ayam asep berkembang secara pesat. Di usia yang relatif muda, 30 tahun, bapak tiga anak ini sudah memiliki sebuah kelompok bisnis yang cukup besar : Santika Group. Total omzetnya mencapai rp 200 milliar pertahun.

Ada enam perusahaann dibawah bendera Santika Group ini. Setelah mantap di sektor produksi dan pasar ayam, masih di bawa payung PT. Santika Duta Nusantara, asep lalu merambah ke industri hulu dengan memproduksi pakan sendiri. Ia menamakan “Santika Feed Diamond”.

Santika duta nusantara di sokong dua perusahaan lain yang terkait. Pertama PT. Santika plastindo utama dan PT. Metrovet anugerah lestari. Yang pertama bergerak di bidang peralatan peternakan, plastik, dan kontruksi. Sedangkan yang kedua, bergerak di bidang obat hewan ternak.

Asep juga merambah binis travel dan haji, serta jual beli mobil dan alat-alat berat. Sedang PT. Aufa duta wisata bergerak di bisnis travel dan haji. Perusahaan yang kenam asep berada di brunai darusalam.

Untuk corporate social responibility-nya, asep mendirikan yayasan al-ihyaa’. Yayasan ini baru memiliki sekolah taman kanak-kanak dan madrasah, tapi semua biayanya di gratiskan. Untuk alokasi kegiatan sosial, asep mengambil kurang lebih lima persen dari total keuntungan perusahaannya.

Atas kerja kerasnya itu, tidak mengherankan jika pada akhir November 2006 lalu, asep di anugerahi penghargaan “young entrepreniur of the year 2006” dari ernst & young. Ia juga masuk finalis kategiri social entrpreneur.

Keterlibatan bapak dalam perjalanan bisnis asep subanda memang sangat vital. Dengan dorongan dan dukungan sang ayah, ia secara mental mejadi orang yang dihanyutkan oleh masalah. Ia menemukan perspektif baru yang kemudian memotivasinya untuk bangkit.

Menemukan perspektif baru, koreksi baru, dan jurus baru adalah hal-hal yang sangat mendasar untuk bangkit seteah kita melakukan kesalahan yang disengaja atau yang tidak, dimana kesalahan itu mengakibatkan berbagai kesengsaraan.

DIGANTI DENGAN KEBAJIKAN

Sumber motivasi yang bisa kita gali dari kesalahan. Adakah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan? Ada ungkapan yang mengatakan : orang yang tidak pernah melakukan kesalahan itu biasanya juga orang yang salah. Artinya, ia tidak pernah melakukan sesuatu demi ide, gagsan, dan keinginan untuk menjadi lebih baik.

Melakukan kesalahan merupakan tabiat dasar manusia yang tidak bisa dihindari. Nabi Muhammad pernah bepesan bahwa lupa dan salah merupakan dua hal yang tidak pernah bisa di pisahkan dari manusia. Orng salah yang masih benar adalah orang yang memperbaiki kesalahan dengan cara bertaubat.

Secara bahasa, tobat (taaba-yatuubu-taubatan), artinya kembali. Bukan kembali melakukan kesalahan, melainkan kembali ke titik normal. Dalam al-quran di jeaskan, orang yang kembali ke titik normal setelah melakukan kesalahan, beriman dan melakukan perbaikan (evaluasi, koreksi, improvisai), maka tuhan akan menggantinya dengan kebajikan. Ini bisa kita lihat dari penjelasan al-quran di bawah ini :

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, maka kejahatan mereka di ganti allah dengan kebajikan” (QS. Al-furqan : 70)

Kalau kita lihat sejarah orang-orang yang berprestasi di bidangnya, ternyata mereka punya kemampuan menggunakan kesalahan sebagai motivator untuk memperbaiki diri. Dengan cara ini, mereka mendapatkan ganti dari kesalahannya berupa prestasi atau berbagai kebaikan.

Saichiro Honda, pendiri pabrik honda misalnya, pernah mengatakan, rahasia keberhasilannya dalam memproduksi honda adalah keberanan untuk gagal dan introspeksi. Artinya, ia tidak menjadikan kesalahannya sebagai bahan untuk memperburuk diri, melainkan sebagai bahan introspeksi.

Dari kajian pakar psikologi olah raga juga di temukan : ada perbedaan antara atlet yang berprestasi tinggi dan atlet yang berprestasi rendah. Kelompok pertama melakukan sesuatu yang di sebut “contructive evaluation”, sedangkan kelompok kedua melakukan “destructive evaluation”.

Atlet pertama menjadikan kesalahan mereka sebagai motivator untuk maju kearah yang lebih bagus, dengan cara yang lebih bagus (contructive). Sedangkan atlet kedua menggunakan kesalahan mereka sebagai alasan untuk berhenti, mundur atau keluar dari arena (demotivator).

Dengan kata lain, karena melakukan kesalahan itu merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, maka bisalah kita sebut “atas izin Tuhan”. Kesalahan itu ada di muka bumi ini karena memang ada izin dari tuhan. Dan karena atas izin-nya itu, maka ia tidak ada hanya untuk ada, melainkan ia ada karena ada gunannya.

Kitalah yang diberi tawaran untuk memilih kegunaan itu dengan perangkat petunjuk yang sudah kita miliki. Kesalahan bisa kita gunakan sebagai motivator dan bisa pula kita gunakan sebagai demotivator, tergantung apa yang kita pilih.

Kata motivasi :
“Jangan kamu jual masadepanmu bahkan kalau semua kekayaan bapak ini habis, itu tetap tidak ada artinya dibanding masa depanmu.”