Monday, July 18, 2016

Implementasi manajemen dalam dalam pengelolaan usaha bagian 1

Manajemen bahan baku dan fasilitas

A. MENGELOLA BAHAN BAKU

bahan adalah benda yang dapat dibuat sesuatu, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Perusahaan selalu menghendaki jumlah bahan (persediaan) yang cukup agar produksi tidak terganggu.

Tujuan pengendalian antara lain ;
  • > menjaga agar barang dagangan janga sampai kekurangan.
  • > menjaga agar perusahaan jangan sampai menghentikan kegiatan usahanya.
  • > Menjaga agar perusahaan jangan sampai mengecewakan langganannya.
  • > mengatur jangan sampai jumlah pengadaan barang dagangan kekurangan atau kelebihan

Persediaan bahan dalam jumlah besar mengandung banyak resiko danmasalah sepeti berikut ;
  • > risiko hilang dan rusak.
  • > biaya pemeliharaan dan pengawasan yang tinggi.
  • > resiko usang.
  • > uang yang tertanam di persediaan terlalu besar

Kelemaham jika persediaan bahan baku terlalu sedikit, antara lain :
  • > risiko kehabisan persediaan yng dapat merugikan perusahaan.
  • > menghambat kelancaran proses produksi dan mengakibatkan ketidakstabilan kuaitas dan kuantitas produk.
  • > frekuensi pembelian bahan baku sangat tinggi justru memboroskan dana pengadaannya.
  • > jarang mendapatkan diskon pembelian karena jumlah pembelian selalu kecil.

Pada umumnya wirausaha mengunakan cara tradisional dalam mengelola persediaan bahan, yaitu dengan memiliki persediaan minimal untuk mendukung kelancaran proses produksi.

Jenis usaha yang memproduksi barang (manufaktur), biasanya memiliki tiga jenis persediaan bahan baku yang dihitung berdasarkan tingkat perputarannya yaitu ;
  • > bahan baku (raw material), yaitu bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi.
  • > barang dalam proses (material in process), yaitu barang yang belum selesai dalam proses produksi. Barang-barang tersebut menunggu dalam antrian untuk diproses lebih lanjut.
  • > barang jadi (finished goods), yaitu barang yang telah menyelesaikan proses produksi, tapi belum dijual atau didistribusikan kepada konsumen

Untu memperlancar pengadaan bahan baku yang ideal, wirausahawan dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
  • > membuat daftar jenis-jenis bahan baku yang dibutuhkan, persyaratannya, dan jumlahnya.
  • > membuat jadwal, kapan bahan baku itu dibutuhkan oleh perusahaan.
  • > mencari bahan baku yang dibutuhkan perusahaan dengan caea penawaran umum,
  • > melaksanakan pembelian bahan baku sesuai jadwal dan program perusahaan.
  • > melaksanakan penyimpanan bahan baku didalam gudang milik perusahaan.
  • > menempatkan tenaga pelaksana proses produksi.
  • > menempatkan tenaga pengawas yang beratnggung jawab terhadap terlaksananya proses produksi yang sesuai dengan progra perusahaan

B. MENGELOLA FASILITAS

Perencanaan fasilitas adalah menentukan bagaimana suatu riset aset tetap perusahaan digunakan secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiaatan produksi

Tujuan perencanaan fasilitas, antara lain :
  • > meningkatkan pengadaan dan menyimpan bahan baku.
  • > menggunakan tenaga kerja, peralatan, ruang dan energi secara efektif.
  • > meminimalkan investasi modal.
  • > mempermudah pemeliharaan fasilitas.
  • > meningkatkan keselamatan dan kepuasan kerja

Perencanaan fasilitas produksi meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini :
  • > menetapkan jenis barang yang akan diproduksi.
  • > menentukan proses produksi yang diperlukan.
  • > menentukan hubungan antar departemen.
  • > menentukan kebutuhan ruangan untuk semua bagian dalam produksi.
  • > menyusun rencana fasilitas

Perencanaan fasilitas produksi dapat dibedakan menjadi yaitu ;

1. Perencanaan lokasi : tujuan perencanaan lokasi adalah untuk menentukan tempat pabrik sebaik mungkin agar dapat berproduksi dengan lancar, denan biaya operasi yang murah dan memungkinkan perluasan dimasa depan. Penentuan lokasi pabrik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut :
  • > mudah dijangkau oleh konsumen
  • > dekat dengan bahan baku
  • > keterseddiaan tenaga kerja
  • > ketersediaan tenaga listrik
  • > ketersediaan air
  • > ketersediaan alat transportasi
  • > memungkinkan perluasan di masa depan

2. Perencanaan tata letak pabrik : perencanaan tata letak merupakan salah satu tahap perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efektif dan efisien, sehingga mampu mencapai kapasitas optimal dan biaya produksi paling ekonomis.

Tujuan penyusun tata letak adalah :
  • > pemanfaatan peralatan pabrik secara optimal
  • > penggunaan jumlah tenaga kerja paling minimum
  • > aliran bahan baku dan produk yang lancar
  • > kebutuhan persediaan yang rendah
  • > pemakaian ruang yang efisien
  • > ruang gerak yang cukup untuk kegiaatan operasional dan pemeliharaan
  • > biaya produksi dan investasi yang rendah
  • > keselamatan kerja yang tinggi
  • > suasana kerja yang menyenangkan

Pengaturan tata letak mesin produksi

1. Tata letak proses (process layout) atau tata letak fungsional adalah penyusun tata letak dimana alat yang sejenis atau mempunyai fungsi yang sama ditempatkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok jika perusahaan membuat berbagai jenis produk yang berbeda atau suatu produk dasar yang diproduksi dalam berbagai macam variasi. Contoh : perusahaanpembuat roti, perusahaan mebel, dan bengkel.

Keuntungan model tata letak (layout mesin) antara lain :
  • > pemanfaatan mesin yang tinggi
  •  > memungkinkan penggunaan mesin yang multi guna sehingga cepat mengikuti perubahan produk
  • > investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi mesin
  • > sangat fleksibel dalam mengalokasikan mesin

Namun ada juga kelemahannya yaitu ;
  • > pengawasan produksi sulit, karena satu mesin bisa dipakai bermacam produk
  • > waktu produksi per unit lebih lama
  • > memerlukan skil yang tinggi
  • > tidak dapat digunakan model ban berjalan

2. Tata letak produk atau garis adalah pengaturan tata letak fasilitas pabrik berdasarkan aliran dari produk tersebut. Tipe layout produk/garis ini merupakan tipe paling populer dan sering digunakan untuk pabrik yang menghasilkan produk secara masal dengan tipe produk relatif kecil dan standar untuk jangka waktu relatif lama. Tujuan utama tata letak seperti ini adalah untuk memudahkan pengawasan dalam kegiatan produksi.

Contoh ; perusahaan mie instan, perusahaan pemintalan, perusahaan surat kabar, perusahaan semen, perusahaan minuman, dan sebagainya.

Keuntungan model tata letak produk adalah :
  • > aliran material yang simpel dan langsung
  • > total waktu produksi lebih cepat
  • > tidak memerlukan skill tenaga kerja yang tinggi
  • > pengawasan proses produksi mudah
  • > dapat digunakan mesin otomatis
  • > dapat digunakan model ban berjalan

Namun kelemahannya antara lain :
  • > kerusakan pada sebuah mesin tertentu dapat menghentikan produksi
  • > perubahan desain produk akan mengubah tata letak mesin
  • > memerlukan investasi yang besar
  • > proses yang monoton mengakibatkan kebosanan pada personel

Ciptakan sumber keamanan dari rasa takut “untuk menggapai mimpi”

Motifsi untuk maju juga dapat digali dari rasa takut yang kit miliki. Rasa takut ini merupakan makhluk yang diizinkan tuhan untuk ada di muka bumi ini, dan karena itu pastilah memiiki kegunaan.

Menyimak penjelasan agama, rasa takut ini adalah ujian dari tuhan. Semua manusia pasti punya rasa ini. Misalnya, rasa takut iskin atau rasa terhadap hal-hal yang berpotensi membhayakan atau merugikan.

Bedanya, ada orang yang bisa menggunakan rasa takutnya sebgai modal untuk memotivasi diri dan ada yang tidak begitu. Takut pada siksa neraka, lalu kita gunakan rasa itu untuk berbuatkebajikan, pasti ini positif. Takut kalah dalam pertandingan atau takut gagal dalam ujian, kemudian ketakutan itu kita gunakan untuk mengantisipasi kegagalan dengan cara menambah pengetahuan dan tindakan, tentu ini positif.

Rasa takut pernah digunakan Holyfield, petinju kelas berat dunia, untuk melawan Mike Tyson. Karena takut terkena pukulan tyson yang mematikan itu, ia kemudian berusaha keras untuk menemukan jurus agar tidak terkena pukulan tyson dari jarak dekat. Holyfield kemudian menang melawan tyson.

Rasa takut pada kegagaan akan sangat bagus apabila kita gunakan untuk menemukan berbagai langkah antisipatif. Tapi kalau tidak kita gunakan untuk melakukan apa-apa, rasa takut seperti inilah yang membahayakan. Bahkan ketakutan kita terhadap masadepan yang blank dan tidak bisa di prediksikan, akan sangat bagus apabila mendorong kita untuk bertaqwa danbertawakal sehingga kita tidak terlalu menggunakan rasio, lalu stres sendiri daan takut.
“hai orang yang beriman, bertakwalah kepada allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk esok hari dan bertakwalah kepada allah sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyir : 18)

KEGUNAAN RASA TAKUT

Berguna atau tidak, rasa takut sebetulnyabukan tergantung pada rasa itu. Sepenuhnya tergantung pada kita. Rasa takut telah digunakan orang-orang hebat untuk menciptakan keamanan (secure) atau menjadi motivator untuk menemukan keamanan.

Adakah keamanan sejati didunia ini? Kalau yang kita jadikan adalah sunatulah, tentu saja tidak ada. Semua yang ada di dunia ini akan hancur kecuali tuhan. Pekerjaan kita bisa hilang kapan saja. Orang yang kita ajak kerjasama bisa mundur kapan saja. Usaha kita bisa hancur kapan saja.

Bahkan, kematin sendiri jaraknya lebih dekat dibanding jarak antara kita dan anggota bada kita. Artinya, tidak ada jaminan yang hakiki di dunia ini. Karena tidak ada, maka mereka menggunakan rasa takutnya untuk selalu menemukan dan menambah sumber keamanan agar terhindar dari ancaman rasa takut.

Dengan cara seperti apa mereka mengusahakan dan menambah sumber keamanan? Yang mereka lakukan antara lain :
  • Menambah pengetahuan
  • Menambah pengalaman
  • Menambah keahlian
  • Menambah jaringan
  • Menambah peluang atau usaha
Karena mereka takut sumber keamanannya bisa hilang kapan saja tanpa minta izin lebih dulu, maka mereka menggunakan ketakutan itu untuk mengusahakan dan menambah. Henry ford yang kita kenal kaya raya itu malah mengatakan : sumber keamnan itu bukan uang karena ia bisa ludes, melainkan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian.

Dengan ketiganya ini, maka uang akan terus bertambah. Kalau kita tidak menambah ketiga hal itu, maka uang yang kita miliki akan berkurang. Andaikan rasa takut ini di cabut oleh tuhan dari seluruh manusia, tentulah tidak ada orang yang bergairah untuk menambah jaringan, pengetahuan, atau pengalaman.

Rasa takut juga telah dijadikan motivator untuk meningkatkan kematangan hidup. Semua orang di dunia ini sudah tahu : tidak ada manusia yang diberikan pengetahuan akurat tentang hari esok. Apa yang mereka lakukan hanyalah menganalisis, memprediksi, mempelajari, menebak-nebak, mengusahaan, dan semisalnya.

Karena tidak ada manusia yang punya pengetahuan akurat, sebetulnya semua orang berhak untuk takut. Mengapa? Tidak tahu merupakan sumber rasa takut (fear of unknown). Petuah kuno mengatakan, “kebodohan adalah yang membuat kita merasa takut.”

Meskipun pada dasarnya semua orang memiliki ketakutan terhadap hari esok, dari segi kualitasnya ada perbedaan. Orang-orang hebat menggunakan ketakutan itu untuk memedomani keyakinannya. Masa depan itu bisa di ibaratkan seperti pintu yang memiiki dua pegangan, yaitu kekhawatiran dan keyakinan. Mereka menjadikan ketakutannya sebagai pendorong untuk memedomani keyakinan.

Karena yang mereka pegang adalah keyakinan, maka langkahnya menjadi mantap. Mereka yakin bahwa mereka punya kemampuan untuk mewujudkan masa depan. Mereka yakin atas balasan tuhan atas usahanya, dan karena itu pula mereka melangkah dengan menyakinkan.

Ketakutan juga telah mereka jadikan dorongan untuk menciptakan keseimbangan dan mengontrol diri. Mereka takut akan bahaya yang ditimbulkan oleh diam tanpa melakukan apa-apa, tetapi mereka juga takut akan risiko apabila mereka melakukan sesuatu.

Ketakutan inilah yang kemudian dijadikan dorongan untuk melakukan sesuatu dengan keberanian yang beralasan dan punya perhitungan, yang bisa mengantisipasi munculnya risiko kebablasan atau berlebihan. Dengan begitu, keseimbangan dankontrol tetap terjaga.

Oleh krena itu, Mark Twin, seorang penulis dari irlandia, mengatkan : keberanian mereka itu bukan berarti tanpa ketakutan, melainkan mereka berani karena menguasai ketakutan. Karena mereka menguasai ketakutannya, maka mereka sanggup menggunakan ketakuta itu untuk mendorong dan tetap waspada sehinga keseimbangannya terjaga.

Kata motivasi :
“rasa takut pada kegagalan akan sangat bagus apabila kita gunakan untuk menemukan berbagai langkah antisipatif.”
“mereka yakin akan balasan tuhan atas usahanya, dan karena itu pula mereka melangkah dengan keyakinan.”

Sunday, July 17, 2016

Jangan sampai membuat kita semakin salah “dalam meraih sukses”

Meskipun kesalahan itu telah digunakann oleh orang-orang berprestasi untuk memperbaiki dirinya, tetapi kebanyakan orang tidak termotivasi untuk menjadikan kesalahan sebagai motivator atau malah menjadikannya sebagai demotivator.

Bahkan karena semakin takut salah, kita merealisasikannya dengan tidak melakukan apa-apa. Takut salah ini memang dimiliki dan perlu dimiliki oleh semua orang. Hanya saja, ada perbedaan yang cukup mendasar antara takut salah yang menjadi motivator dan takut saah yang menjadi demotivator.

Di manakah letak perbedaanya? Pertama, ketika takut salah ini kita munculkan pada saat tidak melakukan sesuatu, maka biasanya ketakutan demikian perlu kita waspadai sebagai demotivator. Kedua, ketika ketakutn itu malah membuat takut melakukan sesuatu (menghindari usaha untuk menjadi lebih bagus).

Takut salah merupakan musuh di daam batin kita yang benar-benar perlu disingkirkan. Praktik hidup mengajarkan : takut salah seperti ini telah membuat banyak orang menjadi “over caution”, terlalu hati-hati yang membuat jiwa kita kerdil, bakhil, dan enggan berusaha.

Tidak hanya itu. Ada hukum di dunia ini yang oleh para ahli disebut hukuk daya tarik (the law of attraction). Apa yang ada didalam batin kita, akan menarik sesuatu yang di luar diri kita supaya menjadi kenyataan dalam hidup kita.

Takut salah seperti di atas adalah energi negatif yang memiliki daya tarik lebih tinggi dari energi positif. Biasanya, hati-hati yang kita lakukan dengan ketakutan akan membuat kita salah. Pilih-pilih yang kita lakukan dengan ketakutan, sering kali membuat kita salah pilih. Biasanya, kurang percaya yang kita lakukan dengan ketakutan, membuat kita salah memilih orang kepercayaan.

Adapun takut salah yang bisa memberikan motivasi adalah takut salah yang muncul pada saat kita sedang melakukan sesuatu, lalu ketakutan itu kita gunakan sebagai dorongan untuk memperkecil, menghindari, dan memperbaiki. Karena takut akan munculnya kesalahan, maka ketakutan itulah yang mengajarkan kita supaya tidak terjadi kesalahan. Dengan ketakutan itu, maka kita berusaha lebih keras lagi, lebih bagus lagi, dan hati-hati lagi.

Apa perbedaan antara ketakutan yang kita butuhkan dan ketakutan yang perlu kita hilangkan. Dan ada perbedaan antara ketakutan yang menjadi demotivator dan ketakutan yang menjadi motivator. Untuk mengetahui perbedaan itu, cobalah saran berikut :
  • Berilah label perasaan anda
  • Berilah label akibat dri perasaan anda
  • Berilah label aksi batin yang perlu anda lakukan untuk mempertahankan perasaan positif dan berakibat positif.
Terkadang, ada pentingya juga kita merenungkan apa yang pernah di katakan Emmet Fox, tokoh spiritual, dalam puisinya yang isinya begini : “anda tidak bingung karena anda punya masalah, tetapi anda punya masalah karena anda bingung. Anda tidak bersyukur karena anda makmur tetapi anda makmur karena bersyukur.”

Memedomani pengalaman pribadi yang salah juga bisa menjadi demotivator. Ketika saya bekerja di perusahaan rekrutmen dan seleksi kru kapal pesiar, saya punya pedoman : kalau saya menelepon seseorang sebanyak tiga kali dan belum bisa bicara dengan orng yang saya maksudkan, saya lantas berkesimpulan bahwa antara saya dan orang itu tidak ada jodoh dalam bisnis yang saya tangani.

Kesimpulan ini saya sadari salah, dalam arti tidak cocok dengan seninya hidup. Saya telah terlalu “memasti-mastikan” kehidupan yang saya jalani, padahal hidup tidaklah seperti ilmu pasti. Beberapa bulan kemudian saya mencoba untuk menghubungi seorang yang dulunya pernah saya hubungu berkali-kali dan tidak pernah nyambung itu.

Dan ternyata hasilnya bagus. Dari sinilah kemudian saya menyimpulkan : pedoman hidup yang saya pegangi itu terlalu sempit. Saya rasa didunia ini banyak orang yang mempunyai pedoman sendiri yang didasarkan pada pola pikir untuk memasti-mastikan hidup dengan cara dan model yang sempit. Pedoman ini memang jarang kita ucapkan, jarang kita kaji, tetapi sering kita praktikkan. Pedoman jelas penting, tetapi jangan sampai kita terbelenggu dan terpenjara oleh pedoman kita sendiri.

Kita perlu mengeksplorasi, apakah pedoman kita itu dibatasi oleh pengalaman masa lalu atau diilhami oleh keinginan kita untuk mewujudkan masa depan? Kita harus melihat dan mengingat masa lalu, tetapi kita tidak boleh hidup di masa lalu. Kita harus hidup pada hari ini untuk mewujudkan masa depan yang kita inginkan.

Artinya, kita perlu menjdikan pengalaman pribadi dan pengalaman orang lain sebagai guru yang memberi pencerhan, petunjuk, dan pelajaran kepada kita, bukan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai belenggu yang membatasi diri kita.

Pilihan kedua inilah yang menjadi sumber demotivator. Ungkapan demotivtor yang paling masyhur antara lain, “dulu saya pernah melakukan itu tetapi hasilnya gagal.”kegagalan kita di masa lalu tak seberapa efeknya bagi angkah kita hari ini, tetapi kesimpulan kiya yang bernada putus asa itulah yang membahayakan kita.

Untuk itu, hati-hti dalam meminta nasihat, saran, masukan, pertimbangan, atau pendapat kepada orang lain. Orang lain akan memberikan pendapatnya sesuai dengan pengalaman masa lalunya juga.

Kalau yang di pedomani adalah pengalaman yang salah, maka apa yang keluar dari mulutnya juga berupa ungkapan-unkapan yang bernada demotivtor. Pepatah bijak berpesan agar kita tidak mengungkapkan keiginan kepada sembarang orang, kecuali kepada orang yang benar-benar bisa mencerahkanan kita.

Mark twin pernah juga berpesan agar kita menjauhi omongan-omongan yang membuat motivasi untuk maju menjadi down (anjlok). Biasanya, ini dikeluarj=kan oleh orang-orang yang berjiwa kerdil.

Solusinya, ia menyarankan agar kita menyempatkan diri bergaul dengan orang-orang yang berjiwa besar atau orang besar menurut versi kita bisa mendorong untuk menjadi orang besar atau berjiwa besar.

Pengalaman beberpa orang di lapangan juga punya kesimpulan serupa. Kalau anda ingin menjadi pengusaha, belajarlah kepada pengusaha yang berhasil. Dengarkanlah petuah mereka. Kalau anda ingin menjadi profesional yang berprestasi, cobalah belajar kepada mereka yang sudah berhasil menurut versi anda. Sampai pun mereka-mereka itu tidak memberi nasihat dalam bentuk kata-kata, tetapi anda bisa belajar langsung dari cara hidupnya.

Kata motivasi :
“orang yang bertobat setelah melakukan kesalahan, beriman dan beramal saleh, maka tuhan akan menggantinya dengan kebajikan."

Temukan perbaikan dari kesalahan “Untuk menggapai sukses”

Saya ingin mengawalai tulisan ini dengan kisahh seorang pengusaha muda yang pernah masuk ke jurang keterpurukan sangat dahsyat. Tapi, melalui pembelajaran yang sangat bagus, pengusaha ini akhirnya bangkit.

Pengusaha yang saya maksudkan adalah H. Asep Sabanda, pengusaha muda asal majalengka, yang kisah nya sudah di tulis oleh saudara luqman hakim arifin di majalah Be Entrepreniur dan beberapa media lain.

Bagi asep, menjadi entrepreniur adalah pilihan hidup. Berpedoman bahwa tujuan hidupnya menjadi “orang yang palling bermanfaat bagi manusia lainnya”, asep melihat entrepreniur adalah profesi yang memungkinkannya untuk mencapai tujuan hidup itu.

Selesai dari pendidikanya di pondok modern gontor, ponorogo tahun 1996, asap pulang kampung. Bapaknya, H. Shobur Tadjudin (almarhum), adalah peternak ayam binaan/plasma sejak tahun 1990. Ayamnya hanya 2.500 ekor.

Dua tahun belajar dan membantu bapaknya, asep baru benar-benar menekuni sendiri bisnis ayam broilr-nya tahun 1998. Mula-mula ia menyewa satu kandang ternak milik bapaknya. Pada fase pertama, asep untung sebesar Rp 10 juta, dengan nilai tukar dolar masih Rp 2500.

Senang dengan keuntungan sebesar itu, di usia yang sangat belia, asep memutuskan menyewa seluruh kandang bapaknya. Ada lima kandang dengan 60 ribu ekor ayam. Harapannya, ia bisa meraup untung senilai 60 juta. Tapi bukannya untung, asep malah buntung 70 juta.

Bukannya mundur, asep malah melakukan hal yang lebih gila. Ia beramsumsi kalau ruginya besar, harus di tutup dengan untung yang besar pula. Maka ia pun memelihara lebih banyak lagi ayam. Kali ini 80 ribu ekor. Ia kembali tekor Rp90 juta. Akhirnya, dalam 6 bulan, asep merugi Rp 160 juta.

Total, kata asep, pada usia kurang dari 20 tahun ia sudah punya utang Rp 180 juta setelah peristiwa itu, binis ayam asep langsung remuk. Ia bingung dan mmiih lari dari masalah. “saya tiba-tiba menjadi pemuda yang tidak punya apa-apa, tapi karena angan-angan, punya banyak utang. Saya bingung harus melakukan apa. Saya kabur,” kenangnya.

Untuk menghindari kejaran para kreditor, setiap hari lelaki kelahiran januari 1997 itu cabut dari rumah di pagi hari jdan pulang jam 22.00. Untunglah ada sang bapak, H. Shobur tadjudin. Inilah orang yang paling berpengaruh dalam bisnis dan perjalanan bisnis asep.

Melihat tingkah laku aneh asep, pada suatu hari di bulan Agustus 1998, H. Shobur “menginterogasi” anaknya. “mau kemana?” tanya hH. Shobur suatu pagi. ‘bisa, pak, main,” jawab asep waktu itu. Tapi dalam hati, asep sadar kali ini ia tidak bisa menghindar.

Ia akhirnya mengaku. “saya punya utang, pak. Banyak. Nggak cukup kekayaan bapak untuk membayarnya,” asep menegaskan. Mendengar anaknya punya hutang Rp 180 juta, H. Shobur bukannya kaget atau marah. Ia justru berkata, “segitu kamu bilang banyak.” sebaliknya aseplah malah kaget dengan respon bapaknya.

“lho, pak itukan besar sekali. Kekayaan bapak bisa habis buat bayar hutang saya,” tukas asep. “itu beti, kata H, Shobur, “ Rp180 juta sangat besar. Bapak mengumpulkan itu bertahun-tahun, tapi kamu menghabiskannya dalam enam bulan. Tapi dibanding dengan masa depan kamu, itu tidak ada artinya. Jangan kamu jual masa depanmu! Bahkan kalau semua kekayaan bapak ini habis, itu tetap tidak ada artinya di banding masa depan kamu.”

Jawaban bapak ini benar-benar membangkitkan kepercayaan diri asep asep yang menancap hingga sekarang. Setelah peristiwa itu, asep dibawah bapaknya untuk mempertanggung jawabkan utang-utangnya. Mereka menemui orang-orang yang selama ini mengejar-ngejar asep.

“mereka kaget. Orang dicari susah, kok malah datang. Disituah timbul kepercayaan diri saya. Meski akhirnya dari RP 180 juta itu hanya RP 11juta yang dibayar bapak saya, sisanya saya bayar sendiri. Tetapi kalau bapak tidak melakukan itu, tentu saya tidak bisa bangkit seperti ini,” ucap asep.

Asep membayar hutangnya dengan berbagai cara. Mulai dengan mencicil uang, membeli barang dari para kreditordengan melebihkan harganya, sampai dengan menyewakan kandangnya sebagai konpensasi pembayaran utang. “kalau harga ayam Rp 7.000 saya jual Rp 7.200 Rp 100 masuk kekantong saya, dan Rp 100 sisanya untuk bayar utang. Itu setiap hari saya transaksi. Alhamdulillah selesai,” ujar asep memberikan gambaran.

Nasihat bapaknya agar jangan menggadaikan masa depannya dengan uang Rp 180 juta, terbukti pada suatu hari senin di bulan juni 2004. Asep benar-benar menangis haru. Hari itu, ia mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 600 juta dalam satu hari. “baru saya tahu arti dari apa yang dikatakan bapak saya. Betul-betul tidak ada artinya Rp 180 juta itu,” ujarnya.

Setelah melunasi utangnya tahun 2001, bisnis ayam asep berkembang secara pesat. Di usia yang relatif muda, 30 tahun, bapak tiga anak ini sudah memiliki sebuah kelompok bisnis yang cukup besar : Santika Group. Total omzetnya mencapai rp 200 milliar pertahun.

Ada enam perusahaann dibawah bendera Santika Group ini. Setelah mantap di sektor produksi dan pasar ayam, masih di bawa payung PT. Santika Duta Nusantara, asep lalu merambah ke industri hulu dengan memproduksi pakan sendiri. Ia menamakan “Santika Feed Diamond”.

Santika duta nusantara di sokong dua perusahaan lain yang terkait. Pertama PT. Santika plastindo utama dan PT. Metrovet anugerah lestari. Yang pertama bergerak di bidang peralatan peternakan, plastik, dan kontruksi. Sedangkan yang kedua, bergerak di bidang obat hewan ternak.

Asep juga merambah binis travel dan haji, serta jual beli mobil dan alat-alat berat. Sedang PT. Aufa duta wisata bergerak di bisnis travel dan haji. Perusahaan yang kenam asep berada di brunai darusalam.

Untuk corporate social responibility-nya, asep mendirikan yayasan al-ihyaa’. Yayasan ini baru memiliki sekolah taman kanak-kanak dan madrasah, tapi semua biayanya di gratiskan. Untuk alokasi kegiatan sosial, asep mengambil kurang lebih lima persen dari total keuntungan perusahaannya.

Atas kerja kerasnya itu, tidak mengherankan jika pada akhir November 2006 lalu, asep di anugerahi penghargaan “young entrepreniur of the year 2006” dari ernst & young. Ia juga masuk finalis kategiri social entrpreneur.

Keterlibatan bapak dalam perjalanan bisnis asep subanda memang sangat vital. Dengan dorongan dan dukungan sang ayah, ia secara mental mejadi orang yang dihanyutkan oleh masalah. Ia menemukan perspektif baru yang kemudian memotivasinya untuk bangkit.

Menemukan perspektif baru, koreksi baru, dan jurus baru adalah hal-hal yang sangat mendasar untuk bangkit seteah kita melakukan kesalahan yang disengaja atau yang tidak, dimana kesalahan itu mengakibatkan berbagai kesengsaraan.

DIGANTI DENGAN KEBAJIKAN

Sumber motivasi yang bisa kita gali dari kesalahan. Adakah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan? Ada ungkapan yang mengatakan : orang yang tidak pernah melakukan kesalahan itu biasanya juga orang yang salah. Artinya, ia tidak pernah melakukan sesuatu demi ide, gagsan, dan keinginan untuk menjadi lebih baik.

Melakukan kesalahan merupakan tabiat dasar manusia yang tidak bisa dihindari. Nabi Muhammad pernah bepesan bahwa lupa dan salah merupakan dua hal yang tidak pernah bisa di pisahkan dari manusia. Orng salah yang masih benar adalah orang yang memperbaiki kesalahan dengan cara bertaubat.

Secara bahasa, tobat (taaba-yatuubu-taubatan), artinya kembali. Bukan kembali melakukan kesalahan, melainkan kembali ke titik normal. Dalam al-quran di jeaskan, orang yang kembali ke titik normal setelah melakukan kesalahan, beriman dan melakukan perbaikan (evaluasi, koreksi, improvisai), maka tuhan akan menggantinya dengan kebajikan. Ini bisa kita lihat dari penjelasan al-quran di bawah ini :

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, maka kejahatan mereka di ganti allah dengan kebajikan” (QS. Al-furqan : 70)

Kalau kita lihat sejarah orang-orang yang berprestasi di bidangnya, ternyata mereka punya kemampuan menggunakan kesalahan sebagai motivator untuk memperbaiki diri. Dengan cara ini, mereka mendapatkan ganti dari kesalahannya berupa prestasi atau berbagai kebaikan.

Saichiro Honda, pendiri pabrik honda misalnya, pernah mengatakan, rahasia keberhasilannya dalam memproduksi honda adalah keberanan untuk gagal dan introspeksi. Artinya, ia tidak menjadikan kesalahannya sebagai bahan untuk memperburuk diri, melainkan sebagai bahan introspeksi.

Dari kajian pakar psikologi olah raga juga di temukan : ada perbedaan antara atlet yang berprestasi tinggi dan atlet yang berprestasi rendah. Kelompok pertama melakukan sesuatu yang di sebut “contructive evaluation”, sedangkan kelompok kedua melakukan “destructive evaluation”.

Atlet pertama menjadikan kesalahan mereka sebagai motivator untuk maju kearah yang lebih bagus, dengan cara yang lebih bagus (contructive). Sedangkan atlet kedua menggunakan kesalahan mereka sebagai alasan untuk berhenti, mundur atau keluar dari arena (demotivator).

Dengan kata lain, karena melakukan kesalahan itu merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, maka bisalah kita sebut “atas izin Tuhan”. Kesalahan itu ada di muka bumi ini karena memang ada izin dari tuhan. Dan karena atas izin-nya itu, maka ia tidak ada hanya untuk ada, melainkan ia ada karena ada gunannya.

Kitalah yang diberi tawaran untuk memilih kegunaan itu dengan perangkat petunjuk yang sudah kita miliki. Kesalahan bisa kita gunakan sebagai motivator dan bisa pula kita gunakan sebagai demotivator, tergantung apa yang kita pilih.

Kata motivasi :
“Jangan kamu jual masadepanmu bahkan kalau semua kekayaan bapak ini habis, itu tetap tidak ada artinya dibanding masa depanmu.”

Meminimalisir kadar stres “motivasi dalam berbisnis”

Latihan lain yang perlu kita lakukan adalah belajar meminimalisir kadar stres. Kenapa perlu diminimalisir? Secara teori, stressor (sumber stres) itu memang selalu faktor eksternal, misalnya jbless akibat PHK.

Stres adalah tekanan dari luar yang bisa membuat seseorang merasatertekan jiwanya (canadian centre for ocupational health & safety : 1997). Dengan pengertian ini berarti wajarlah kalau kita stres saat jobless. Cuma, yang menentukan kadar rendah tingginya stres itu bukan faktor eksternal. Kitalah yang menentukan.

Karena itu, phillip L. Rice (1992) enyimpulkan : stres itu lebih merupakan produk dari proses kognitif di dalam diri seseorang yang terkait dengan bagaimana seseorang menilai dan mengevaluasi situasi.

Artinya, semakin sering kita memunculkan penilaian negatif terhadap situasi yang kita hadapi, maka kadar stres yang kita derita akan cenderung semakin meninggi. Stres yang kadarnya meninggi itu bisa di sebut depresi. Inilah yang perlu kita antisipasi (minimalisir).

Jangan ampai sudah jobless, depresi pula. Depresi adalah keadaan batin tertekan secara berkelanjutan. Depresii adalah stres berat yang belum berhasil teratasi secara positif. Depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental.

Ada beberapa cara yang bisa kita tempuh untuk meminimalisir stres antara lain :

Preventive (mencegah)

Sebagai langkah pencegahan, ada beberapa teknik yang bisa kita lakukan, antara lain adaptasi dengan keadaan (avoiding by adjustmen). Kita mulai menyadari dan menerima kenyataan secara konstruktif). Atau bissa juga dilakuka dengan cara mengurangi biaya kebutuhan hidup yang perlu dipangkas menurut keadaan dan kemampuan kita (adjusting demand level).

Teknik lain dlah dengan menciptakan sumber solusi baru atau menambah jumlah sumber solusi (avoiding by developing reseurces). Sumber solusi ini mungkin ada yang sifatnya sosial, psikologis, agama, atau finansial.

Anda bergabung dengan salah satu forum, klub, atau kelompok kajian, menjadi member lembaga pelayanan masyarakat, dan lain-lain, ternasuk solusi sosial. Anda membikin kesepakatan dengan pasangan untuk menghadapi keadaan yang sulit ini termasuk solusi psikologis. Anda mengunkan uang pesangon untuk membeli outlet di pusat perbelanjaan termasuk solusi finansial. Anda aktif di beberapa kegiatan keagamaan termasuk solusi agama.

Intinya, cara preventif adalah berbagai peyiasatan yang kita lakukan agar kita tidak kedatangan stres atau agar stres yang sudah datang ke kita tidak membesar skalanya menjadi depresi.

Secara teoretis, semu manusia sudah dibekali kapasitas untuk mengantisipasi apa pun yang berpotensi membahayakan dirinya asalkan tidak boleh nafsu (egoisme pribadi) atau kalah oleh godaan setan.

Combative (melawan)

Caranya adalah dengan teknik menyelesaikan masalah rill yang kita hadapi (problem solving), baik dalam bentuk mental atau fisik, baik melibatkan diri sendiri saja atau melibatkan orang lain.

Secara mental, kita harus menghentikan berbagai opini, emosi, atau unek-unek batin yang negativ. Secara fisik, kita bisa melakukan pekerjaan kecil-kecil yng sifatnya fun, membaca artikel atau buku yang relevan, mengurus uang pesangon, melakukan unjuk rasa, membikin kesepakatan dengan orang lain secara asertif, mengajukan surat lamaran keberbagai perusahaan, mulai merintis usaha sendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dan lain-lain.

Atau bisa juga dilakukan dengan teknik relaksasi dan meditasi. Teknik ini bisa dilakukan dengan instruktur aatau tanpa instruktur. Dasar relaksasi atau meditasi adalah kita membebaskan diri dari berbagai ancaman dan tekanan yang kita rasakan.

Kita berupaya menciptakan jarak antara kita dan masalah yang kita hadapi. Dengan teknik ini, kita merasakan diri kita bebas, kosong dan rileks, idealnya, teknik ini dilakukan di tempat yang sepi dari keramaian, katakanlah saat tengah malam di rumah.

Teknik ini bisa dilakukan dengan beribadah, berdoa, atau berbagai upaya untuk mendekatkan diri kepada tuhan. Secara jiwa, begitu kita memiliki rasa dekat dengan tuhan, rasa itu akan memunculkan kekuatan baru yang memungkinkan kita untuk berkesimpulan kita akan sanggup melawan stres, kita berada di bawah lindungannya, kita dekat dengan pertolongannya.

Sejauh rasa dekat dengan tuhan itu digunakan secara positif, pasti bagus. Misalnya kita merasa dekat dengan tuhan danrasa itu kita gunakan untuk mempertebal keyakinan dalam bertindak, tidak takut terhadap realitas, atau tidak merasa kosong (feeling of empty).

Tetapi jika hanya berhenti ada perasaan itu, apalagi kalau hanya kita gunakan untuk membangun arogansi keluar, pasti manfaatnya terlalu kecil dan lebih sering membahayakan. Jadi ledakan energi spiritual itu kedalam.

Selain dua hal di atas, di bawah ini adalah sejumlah hal yang perlu dihindari saat menghadapi stressor, antara lain :

Jangan membiarkan kemalasan.

Tetapi memiliki agenda positif saat bangun pagi, minimalnya membaca buku, membaca kitab suci, merapikan file, merapikan ruang kerja, atau merapikan kamar/rumah. Kemalasan malah mengundang “kesialan”. Lawanlah kemalasan dengan melakukan sesuatu.

Jangan larut ke asumsi umum yang negatif.

Meskipun BBM sedang naik, banyak uasaha yang tutup, banyak kantor yang mengurangi karyawannya, dan lain-lain, bukan berarti pintu solusi untuk masalah yang kita hadapi sudah terkunci. Pasti ada solusi tersendiri untuk kita.

Jangan menjauh dari orang-orang positif atau malah justru dekat dengan orang-orang negatif. Kalau perlu kontaklagi atau temukan lagi beberapa orang yang menurut anda positif.

Jangan terbawa nafsu untuk membeli rencana yang tingkat ketidakjelasannya tinggi, misalnya bisnis dengan uang pesangon di bidang yang anda sendiri blank atau setengah blank. Bermainlah di hal-hal yang tingkat kepastiannya tinggi.

Jangan larut ke berbagai aktifitas yang sifatnya fun namun berlebihan, misalnya main game seharian, nongkrong tidak jelas seharian, memancing seharian, dan lain-lain. Lakukan hal yang mendesak, penting, atau fun secara seimbang.

Jangan memancing konflik dengan orang lain, lebih-lebih dengan keluarga. Untuk sekali seumur hidup, tidak ada salahnya kita memaafkan orang yang kurang paham atau salah paham dengan kita.

Jangan membiarkan munculnya kesimpulan negatif terhadap realitas. Akan lebih baik kalau kita berpikir pasti akan ada yang disebut blessing in disguise. Ini lebih mencerakan batin. Jangan mencari atau mengharapkan sesuatu yang tidak ada saat ini. Gunakan pikiran untuk menemukan apa yang bisa kita lakukan untuk meperbaiki diri dari keadaan saat ini menggunakan yang sudah ada.

Jangan alah berjiwa kerdil dan pelit dengn kebaikan. Semua agama mengajarkan kita menjadi orang yang pemurah atau ringan menolong orang lain. Lebih-lebih pada saat terjepit oleh kepentingan. Perbanyak sedekah, baik dengan materi atau non materi esuai kemampuan.

Kata motivasi :
“ketika anda mulai bisa menerima diri, maka anda bisa memulai membangun kehidupan baru dengan kemungkinan baru yang belum pernah ada sebelumnay.”
“semua manusia sudah dibekali kapasitas untuk mengantisipasi apa pun yang berpotensi membahayakan dirinya asalkan tidak kalah oleh nafsu atau kalah oleh godaan setan.”

Tingkatkan memampuan anda menghadapi stressor “motivasi sukses berbisnis”

Jika kita kelola atau kita jalani dengan pilihan-pilihan positif, apa pun bentuk stressor-nya pasti akan membuahkan hasil positif. Kita bisa mengubahnya menjadi motivasi. Hanya saja, kita perlu meningkatkan kemampuan untuk mengelola stressor.

Misalnya, ketika kita merasa tertekan oleh pekerjaan karena skill kita tidak mencukupi. Jika ini dijadikan dorongan untuk menambah skill, maka ia menjadi motivasi positif. Tetapi kalau kita di jadikandorongan untuk meningkatkan skill, jadinya stressor negatif.

Contoh lagi, ada orang yang batinnya merasa tertekan dengan nasib hidupnya saat ini. Jika keadaan semacam itu dijadikan dorongan untuk berubah kearah yang lebih baik, maka tekanan batin yang ia rasakan menjadi motivasi positif.

Tapi bila hanya dirasakan atau tidak diolah menjadi apa pun, ya jadinya stressor negatif. Sudah banyak kan kita menjumpai orang yang akhirnya sanggub meraih kemajuan gara-gara hidupnya tertekan oleh kemiskinan, kegagalan, atau krisis.

Berdasarkan kasus-kasus yang saya jumpai di lapangan, stres akan positif apabila kadarnya proporsional. Dalam artian, tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan. Bisa kita bayangkan sendiri kalau misalnya hidup ini mulus-mulus saja, lancar-lancar saja, dan baik-baik saja.

Biasanya, semua ini sangat berpotensi membuat kita merasa terlalu nyaman. Perasaan terlalu nyaman ini kerap menjadi ancaman dinamika, progresivitas, dan kreativitas, sebaliknya juga begitu. Kalau hidu kita terlalu banyak tekanan, himpitan, dan masalah, ini pun mengancam. Terlalu banyak tekanan membuat pikiran kita tidak bisa mbekerja melihat celah yang mencerahkan. Terlalu banyak himpitan membuat kita merasa sudah pantas menyerah. Jika pikiran dan perasaan ini tidak bisa di atasi, maka muncullah yang disebut depresi. Jadi, terlalu sedikit stres itu sama buruknya dengan terlalu banyak stres.

Stres juga akan positif apabila ada penyikapan yang konstruktif. Biasanya terkait dengan apakah kita akan melihat tekanan itu sebagai tekanan, ataukah kita melihatnya sebagai tantangan (challange).

Tantangan adalah sesuatu yang mendorong kita untuk menjawabnya atau melangkah maju. Ini berbeda dengan tekanan. Tekanan adalah sesuatu yang menghimpit. Dengan melihat tekanan itu sebagai tantangan, berarti stres disitu positif buat perkembangan kita.

Stres juga akan positif apabila ada proses tranformasi yang kita tempuh. Yaitu, kemampuan untuk mengubah energi potensial yang semula negatif menjadi energi aktual yang positif. Max more (1993) mengatakan : transformasi adalah sebuah proses yang dapat meningkatkan “personal extropY” (kapasitas untuk berkembang).

Jika kegagalan itu kita terima sebagai kegagalan dan kita biarkan berlalu begitu saja, biasanya ini malah mendera kita dengan berbagai tekanan dan derita. Tapi bila peristiwa buruk itu kita jadikan materi untuk memperbaiki diri, maka hasilnya menjadi positif meskipun itu tidak langsung terasa dan terjadi.

Sudah banyak orang yang sanggup dan melakukan transformasi itu bisa kita jalankan? Beberapa langkah dibawah ini mudah-mudahan bisa membantu :

Pertama, menerima diri.

Menerima diri ini berbeda dengan menemptkan diri pada posisi pasrah terhadap realitas buruk. Menerima diri adalah sebuah tekad untuk mempersiapkan diri dalam melakukan perubahan kearah yang lebih baik, perbaikan, atau penyembuhan.

Menerimdiri adlah kemampuan untuk memahami dan menyadari bahwa anda perlu perubahan dan perlu perbaikan dari depresi yang melanda diri anda. Menerima diri adalah sebuah kesimpulan batin yang anda ciptkan bahwa anda bisa berubah dan bisa memperbaiki diri dengan apa yang sudah anda miliki hari ini.

Kenpa kita perlu memahami “peneriman diri” (self acceptance)? Karena, semua orang akan cenderung menolak atau mengingkari hal-hal buruk yang membuatnya tertekan. Penolakan dan pengingkaran ini kita lampiaskan melalui berbagai bentuk seperti kesal, kecewa,marah, frustasi, sedih, keluh kesah, dan lain-lain.

Penolakan dan pengingkaran ini tidak bisa dihapus atau dihilangkan dalam waktu sekejab. Penolakan dan pengingkaran ini dialami oleh semua manusia, terlepas adanya perbedaan tingkatan atau stadium. Lalu apa yang bisa dilakukan terhadap penolakan dan pengingkaran itu? Yang bisa dilakukann adlah mengelolanya.

Nah, mengelola berbagai ledakan emosi seperti penolakan dan pengingkaran agar tidak sampai mencelakakan diri sendiri atau agar bisa menjadi dorongan untuk berbuat positif pada diri sendiri itulah yang disebut menerima diri.

Jadi, menerima dir bukanlah pasrah apa adanya, melainkan menerima diri anda atau menerima segala bentuk kenyataan yang menimpa anda, lalu menjadikannya alasan untuk memperbaiki.

Kedua, mengajukan pertanyaan positif.

Untuk memudahkan menyebut, para ahli membagi model pertanyaan yang muncul dari benak kita menjadi dua yaitu :
  • > Pertanyaan positif
  • > Pertanyaan negatif
Pertanyaan positif adalah jenis pertanyaan, unek-unek, dan bisikan positif yang mendorong kita untuk memutuskan dan melakukan tindakan-tindakan positif, terlepas apakah kita saat ini sedang dalam keadaan buruk atau dalam keadaan baik.

Misalnya ; apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki diri saya, dari keadaan yang sudah berantakan seperti ini? Siapa saja yang bisa saya mintai tolong untuk membantu saya keluar dari kemelut akibat badai? Dan lain-lain yang bisa kita kembangkan sebanyak dan seluas mungkin.

Pertanyaan negatif adalah jenis pertanyaan, unek-unek, dan bisikan negatif yang mendorong kita untuk memutuskan dan melakukan tindakan negatif, mulai dari kemalasan, kepasrahan, kebrutalan, kesesatan, kesombongan, keminderan, dan seterusnya.

Misalnya : ada apa ini? Apa saah saya, apa dosa saya kok sampai sedemikian berat cobaan yang menimp saya? Dan lain-lain yang bisa kita kembangkan sebanyak dan seluas mungkin.

Intinya, pertanyaan negatif adalah tanda-tanda yang menjurus pada jawaban negatif, jawaban yang tidak mendorong kita melakukan sesuatu, jawaban yang memperkeruh keadaan. Pertanyaan positif disebut mukjizat (miracle), sedangkan pertanyaan negatif sering disebut killer (pembunuh).

Ketiga, melakukan aksi positif

Transformasi diri tidak cukup dengan hanya menerima diri secara positif dan tidak cukup dengan hanya mengajukan pertanyaan positif. Anda harus melakukan hal-hal positif untu diri anda.

Jika anda tidak melakukan apa pun, maka segala bentuk kenyataan buruk tentang diri anda akan mengalahkan kesimpulan tentang diri anda. Melakukan hal-hal positif akan memberikan perasaan positif pada diri sendiri. Inilah salah satu rahasia ajaran amal saleh.

Keempat, melawan opini negatif

Sudah pasti terkadang muncul unek-unek negatif dari dalam diri kita saat-saat depresi. Terkadang kita takut, merasa putus asa, dan membuat opini negatif bermacam-macam tentang diri sendiri. Karena itu, kita harus awas dan waspada. Para ahli menyarankan beberapa hal berikut :
  • > lakukan afirmasi positif. Afirmasi positif ini praktiknya sama seperti zikir. Jadi kita mengatakan sesuatu yang positif kepada diri kita itu saat kita sendirian, misalnya saja anda mengatakan kepada diri sendiri seperti :bangkitlah lawanlah dan seterusnya.
  • > lakukan substitusi. Subtitusi artinya mengganti langsung. Jika anda berkesimpulan bahwa hidup anda telah hancur, gantilah segera dengan yang sebaiknya.hidup anda masih berguna untuk diri anda dan orang lain yang membutuhkan anda.
  • > lakukan labelisasi. Labelisasi artinya memberi tanda. Anda memberi tanda dari berbagai opini atau kesimpulan atau unek-unek yang muncul dari diri anda agar segera dapat diketahui mana yang negatif dan mana yang positif. Labelisasi ini berguna untuk melakukan afirmasi dan substitusi.
Kelima, menemukan buku dan orang

Ada dua hal yang sangat penting selama proses tranformasi diri. Pertama, anda harus menemukan buku yang bisa membangkitkan anda. Terserah dari mana pun buku itu anda dapatkan, yang penting jangan melewatkan hari-hari anda tanpa membaca buku. Jangan melewatkan hari-hari anda dengan hanya merasakan penderitaan batin. Membaca adalah pintu untuk mendapatkan pencerahan.

Kedua, anda harus menemukan orang atau lingkungan yang positif, konstruktif atau yang mendukung keadaan anda. Jangan dekati orng-orang yang malah membuat hidup anda maki depresi. Jangan dekati orang-orang yang omongan, pendapat, atau ucapannya malah membuat batin anda sempit dan sakit.

Kata bijak ;
“Jadi, terlalu sedikit stres itu sama buruknya dengan terlalu banayk stres”

Wednesday, July 13, 2016

Implementasi manajemen dalam pengelolaan usaha bagian 3

Manajemen produksi dan proses reproduksi

A. Pengertian manajemen produksi

Manajemen produksi adalah suatu proses secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan. Manajeman produksi merupakan kegiatan manajemen yang berhubungan dengan pembuatan barang dan jasa.

Fungsi manajemen produksi antara lain :

1. Sebagai perencanaan, artinya penentuan peranan dari kegiatan produksi termasuk perencanaan produk, perencanaan fasilitas, dan perencanaan penggunaan sumberdaya produksi.

2. Sebagai pengorganisasian, artinya penentuan struktur organisasi dan kebutuhan sumberdaya yang diperlukan dibagian produksi untuk mencapai tujuan operasi serta mengatur wewenang dan tanggung jawab yang di perlukan dalam pelaksanaannya.

3. Sebagai penggerakan, artinya kegiaatan memotivasi karyawan bagian produksi untuk melaksanakan tugasnya.

4 .Sebagai kontrol, artinya kegiatan mengembangkan standar kualitas, standar waktu kerja, dan standar hasil kerja pada bagian produksi.

Adapun ruang lingkup dalam manajemen produksi antara lain :

1. Perencanaan sistem produksi, meliputi perencanaan lokasi pabrik, infrastuktur pabrik, sarana dan fasilitas produksi, lingkungan kerja, penentuan jenis barang yang diproduksi, jumlah barang yang akan diproduksi, desain produksi, bahan baku.

2. Pengendalian produksi, merupakan rangkaian prosedur yang diarahkan pada semua elemen dalam proses produksi, antara lain pengendalian bahan, harga beli bahan baku, proses produksi, standar kualitas produksi, tenaga kerja dan sebagainnya sehingga memberikan hasil dengan ongkos terendah dalam waktu tercepat.

3. Pengawasan produksi, untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, yaitu memproduksi dengan cara yang terbaik dan biaya yang serendah-rendahnya, serta tepat waktu.

B. Pengertian proses produksi

Proses produksi adalah suatu kegiatan yang mengombinasikan faktor-faktor produksi (man, money, material, method) yang ada untuk menghasilkan suatu produk, baik berupa barang atau jasa yang dapat diambil nilai lebihnya atau manfaatnya oleh konsumen. Sifat proses produksi adalah mengolah, yaitu mengolah bahan baku dan bahan pembantu secara manual dengan mengunakan peralatan, sehingga menghasilkan suatu produk yang nilainya lebih dari yang semula.

Produk atau barang adalan hasil kegiatan produksi yang mempunyai sifat-sifat fisik dan kimia, serta ada jangka waktu antara saat diproduksi denagan saat produk tersebut di konsumsi atau digunakan. Adapun jasa adalah hasil dari kegiatan produksi yang tidak mempunyai sifat-sifat baik fisik maupun kimia serta tidak ada jangka waktu antara saat produksi dengan saat dikonsumsi.

Dalam pengelolaan proses produksi terdapat beberapa karakteristik tertentu yaitu karakteristik dilihat dari :

1. Proses produksi.
  • > produksi langsung, yang meliputi produksi primer yaitu produksi dari alam langsung, misalkan perikanan, pertambangan, dan sebagainya. Produksi sekunder yaitu proses produksi yang memberikan nilai lebih dari barang yang sudah ada, misalkan kayu untuk membangun rumah, jembatan dan sebagainya.
  • > produksi tidak langsung, yaitu prses produksi yang hanya memberikan hasil dari keahlian atau produk dalam bentuk jasa, misalkan kesehatan olehh dokter, perbaikan mesin oleh montir dan sebagainya.

2. Sifat proses produksi
  • > proses ekstraktif, yaitu proses produksi dengan mengambil langsung dari alam.
  • > proses analitik, yaitu proses produksi yaitu proses produksi yang berupa kegiatan memisahkann suatu barang menjadi bermacam-macam barang yang hampir menyerupai bentuk aslinya.
  • > proses fabrikasi, yaitu proses mengubah suatu badan menjadi beberapa bentuk produk baru.
  • > proses sintetik, yaitu proses mengkombinasikan beberapa bahan kedalam suatu bentuk produk, proses ini disebut dengan proses perakitan.

3. Jangka waktu produksi
  • > proses produksi terus menerus, yaitu proses produksi yang menggunakan fasilitas-fasilitas produksi untuk menghasilkan produk yang dilakukan secara terus menerus tanpa terpengaruh kondisi musim atau cuaca dan waktu. Sifat produknya hanya beberapa jenis dan diproduksi dalam skala besar.
  • > produksi secara terputus-putus, yaitu proses produksi yang kegiatan produksinya berjalan tidak setiap saat, tetapi tergantung beberapa hal, misalkan produksi berdasarkan pesanan, produksi berdasarkanmusim tertentu, dan sebagainya.

C. Perencanaan produk dan perencanaan produksi

Sebelum seseorang pengusaha melakukan kegiatan atau proses produksi, terlebih dahulu harus dijawab, yaitu “what” atau barang apa yang dihasilkan serta “how” atau bagaimana cara produksinya dan berapa banyak yang akan dihasilkan.

Perencanaan produk bersifat lebih luas daripada perencanaan produksi, karena perencanaan produk menunjukkan kebijakan perusahaan yang bersifat jangka panjang dan umum, sedangkan perencanaan produksi bersifat taktis dan jangka pendek.

Perencanaan produk dan perencanaan produksi tidak sama antara perusahaan yang baru dengan perusahaan yang telah ada dan memiliki pengalaman. Perusahaan/wirausaha baru, yaitu perusahaan /wirausaha yang baru pertama kali melakukan proses produksi dan belum memiliki pengalaman mengenai produk/jasa yang dihasilkannya.

D. Aspek-aspek perencanan produk dan produksi

Aspek perencanaan produk dan produksi terkait dengan dua pertanyaan mendasar, yaitu “what” dan “how”. Oleh karena itu, ada tiga aspek dalam perencanaan produk yaitu :

1). Aspek produk yang akan dibuat (what). Aspek ini menuntut perusahaan atau wirausaha untuk dapat memilih salah satu dari dua caea yakni :
  • > market-pull, yaitu memproduksi dan menjual produk atas dasar pertimbangan membuat apa yang dapat di jual. Jenis produk yang akan dihasilkan ditentukan berdasarkan permintaan pasar. Dengan kata lain cara ini dilandasi filosofi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • > technologi-push, yaitu memproduksi dan menjual produk atas dasar pertimbangan menjual apa yang dapat dibuat. Jenis produk yang akan dihasilkan ditentukan berdasarkan teknologi yang dimiliki dan dikuasai perusahaan. Dengan perkataan lain, cara ini dilandasi filosofi untuk menciptakan kebutuhan masyarakat.

2). Aspek volume produk (how). Aspek ini adalah aspek yang berhubungan dengan jumlah produk yang akan dihasilkan/diproduksi. Umumnya dikenall dua cara atau teknik untuk menentukan jumlah produk yang akan diproduksi yaitu :
  • > teknik nonstatitiska atau teknik pertimbangan yakni penentuan volume atau jumlah produk yang harus dibuat dan dijual yang didasarkan atas pendapat/pertimbangan seseorang atau sekelompok orang, baik dalam manajemen perusahaan maupun dari luar perusahaan.
  • > teknik statitiska atau teknik analisis atau kuantitatif yakni penentuan volume produksi berdasarkan atas analisis kuantitatif terhadap data-data masa lalu dan proyeksi masa yang akan datang dengan menggunakan rumus-rumus statitiska terntentu. Teknik ini biasanya membutuhkan data-data kuantitatif mengenai produksi dan penjualan sebelumnya untuk dapat menentukan atau membuat peramalan bagi produksi dan penjualan yang akan datang.

3). Aspek kombinasi produk. Aspek kombinasi produk adalah aspek yang berhubungan dengan masalah jumlah jenis produk yang akan diproduksi, yaitu perusahaan akan memproduksi dan menjual lebih dari satu jenis produk (misalnya produk X dan Y). Karena sumberdaya yang dimiliki perusahaan terbatas, maka harus ditentukan kombinasi produksi yang tepat, berapa jumlah X yang diproduksi dan berapa jumlah Y yang akan diproduksi. Untuk menjawab kombinasi yang tepat tersebut biasanya mengunakan teknik linier programing.

E. Proses dan langkah-langkah perencanaan produksi.

Sebelum menetapkan langkah-langkah perencanaan produksi, setiap perusahaan dalam hal ini produksi selayaknya mempertimbangkan hal-hal yang berkenaan dengan perencanaan produksi antara lain :
  • > jumlah kebutuhan produksi per produk selama periode tertentu.
  • > kebijakan persediaan terhadap jumlah persediaan bahan baku/penolong, bahan setengah jadi dan bahan jadi.
  • > kebijakan kapasitas mesin atau kapasitas produksi.
  • > tersedianya fasilitas produksi, seandainya terjadi penambahan atau pengurangan kapasitas produksi.
  • > tersedianya bahan baku dan bahan penolong serta tenaga kerja.
  • > jumlah produksi atau lot produksi yang ekonomis.
  • > jadwal produksi dalam satu periode anggaran tertentu.
  • > skala produksi dan karakteristik proses produksi.

Tahap-tahap perencanaan produksi dimulai dari ide produk meliputi berikut.

1). Ide produk ; ide produk disusun berdasarkan dorongan pasar yaitu kebutuhan konsumen, dorongan teknologi yaitu kemampuan perusahaan dalam riset dan pengembangan, dan koordinasi antar fungsi manajemen yaitu keuangan, pemasaran dan personalia.

2). Seleksi ide produk ; seleksi ide produk disusun berdasar atas evaluasi dari pasar tentang kebutuhan konsumen untuk menyerap hasil produksi. Seleksi ide produk juga didasarkan pada keadaan keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan hasil yang diperoleh akan menguntungkan atau tidak.

3). Desain awal ; desain awal atau rancang bangun awal mempertimbangkan manfaat produk, fungsi barang apakah fungsi utama atau sekunder, style, seni atau keindahan barang denganmelihat keseimbangan biaya, kualitas, dan performance produk.

4). Prototype ; pada tahap ini perusahaan mengadakan percobaan kemampuan dan kekuatan produk, kemudian dicari kelemahan dan dianalisis keindahan bentuknya

5). Testing ; hasil prototype dicoba fungsinya dalam berbagai keadaan yang mungkin terjadi apakah memenuhi syarat atau tidak.

6). Desain akhir ; pada tahap desain akhir, produk yang telah melewati tahap testing disempurnakan sesuai dengan hasil uji yang telah dilakukan.

7). Implementasi ; tahap ini adalah tahap terakhir pembuatan produk. Pada tahap ini, perusahaan memulai proses produksi, dilihat masadepan pemasarannya (bagaimana reaksi konsumen an kemantapan di pasar).