Tuesday, June 28, 2016

Motivasi dan prestasi meraih sukses berbisnis

Motivasi atau gairah berprestasi sangat menentukan tinggi rendahnya prestasi seseorang di tempat kerja atau di kehidupan secara umum. Untuk melihat tinggi-rendahnya gairah anda, bisa dilihat dari beberapa indikator di bawah ini :

1.Anda tidak memiliki target prestasi dengan jelas. Anda hanya mengerjakan apa yang ditugaskan.

2.Anda sudah termotivasi untuk mengerjakan pekerjaan dengan baik dan benar, dan terkadang memprotes penyimpangan atau pemborosan.

3.Anda selalu berusaha untuk menyamai standar oranglain atau berprestasi menurut standar rata-rata.

4. Anda terus berusaha memperbaiki performa dengan menciptakan perubahan dan belajar menganalisis tindakan berdasarkan untung rugi, manfaat-biaya.

5.Anda sudah memiliki jiwa entrepreniur : berani mengambil risiko dengan pertimbangan untuk meraih keuntungan atau kemasalhatan.

Melihat hasil kajian para ahli di dunia kerja, ternyata skala gairah di atas punya hubungan dengan hal yang lain. Hubungan itu antara lain dijelaskan sebagai berikut :

1. Pertama, gairah terkait dengan tingkat perhatian seseorang terhadap tugas atau pekerjaan (concern for order).

Yang dimaksud dengan perhatian disini adalah kemampuan seseorang dalam mengurangi ketidakpastian di lingkungan kerjanya, terutama yang terkait dengan aturan kerja, instruksi, informasi, dan data.

Contoh-contohnya bisa anda lihat di tempat kerja. Orang yang gairah untuk berprestasinya rendah, umumnya sering lupa terhadap aturan kerja, sering melakukan kesalahan, dan sering menangani pekerjaan asal-asalan. Istilahnya dalam dunia karier disebut finishing. Finishing ini beda dengan completing.

Orang yang gairahnya rendah hanya akan mengakhiri pekerjaan (finishing), tanpa memperhatikan kualitasnya. Sedangkan orang yang gairahnya tinggi umumnya tidak mau hanya asal finishing. Mereka menginginkan completing atau menyempurnakan pekerjaan sampai pada tingkat yang benar-benar sempurna, baik, dan menyenangkan.

2.Kedua, gairah berprestasi berkaitan dengan inisiatif dan kreativitas.

Inisiatif yang dimaksudkan disini adalah kemampuan seseorang untuk bertndak melebihi yang dibutuhkan atau yang dituntut pekerjaan.

Inisiatif adalah kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu tanpa menunggu perintah terlebih dahulu, dengan tujuan meningkatkan hasil pekerjaan, menghindari timbulnya masalah, atau menciptakan peluang baru. Inisiatif juga merupakan kemampuan menciptakan solusi yang lebih bagus.

Ada tiga sopir truk yang masing-masing menghadapi persoalan sama. Apa persoalan mereka? Mereka bertiga datang dari luar kota pada saat gudang mau ditutup dalam beberapa menit lagi. Kala itu, pintu gerbang bagian depan sudah dituttp oleh satpam.

Di sisi lain, muatan truk melebihi ketinggian pintu gerbang. Kelebihan diperkirakan mencapai lima sampai sepeluh senti meter. Masalah buat mereka lagi, jika memasukkan muatan truk esok hari, jelas akan kena sanksi denda. Apa yang dilakukan oleh masing-masing sopir?

Sopir pertama memutuskan untuk meninggalkan truk di pinggir gerbang lalu pulang. Ia memilih didenda atas keterlambatanya. Sopir kedua memutuskan untuk mencari jalan alternatif. Ia berputar-putar mengelilingi kawasan gudang dengan waktu yang sangat terbatas.

Ternyata, dia memang menemukan jalan alternatif yang tidak dipasang pintu gerbang. Tetapi persoalanya, gudang sudah dututup. Sopir kedua ini hanya mampu membawa muatan truk di depan gudang. Muatan truk tetap di bongkar karena keterlambatanya masih pada hari yang sama.

Lain lagi dengan sopir ketiga. Karena kelebihan muatan truk hanya lima sampai sepuluh senti meter, sementara waktu sudah mendesak, maka cara yang ia tempuh adalah mengempeskan ban-ban truk. Ternyata cara itu tepat. Truk bisa melewati pintu gerbang dan bisa memasukkan muatan truk ke gudang. Meskipun tinggal beberapa menit lagi gudang di tutup, tetapi waktu yang tersedia masih cukup.

Secara inisiatif dan kreatifitas, sopir pertama memiliki tingkat yang paling rendah. Ia lebih memilih dihukum atau rugi sebelum berusaha menciptakan siasat untuk mengatasi masalah yang muncul. Sopir kedua punya tingkatan yang lebih bagus dari sopir pertama. Ia sudah berusaha, namun belum menghasilkan solusi seperti yang di inginkan. Sedangkan yang paling tinggi adalah sopir yang ketiga. Ia memunculkan inisiatif dan kreativitas untuk menciptakan solusi yang efektif dan efisien.

Yang membuat sopir ketiga menjadi kreatif adalah karena dia punya motivasi tinggi untuk menyelesaikan masalah. Seandainya motifasinya lemah, pasti kreativitasnya tidak muncul.

Selain motivasi, yang membuat kreativitas seseorang menjadi kuat adalah keahlian yang diperoleh dari jam terbang atau pengalaman. Untuk orang yang baru memegang kendaraan, mungkin otaknya tidak nyampe untuk mengempeskan ban supaya bisa melewati tantangan.

“jurus” semacam ini hanya dimiliki orang yang punya jam terbang tinggi di bidangnya. Makanya, kalau melihat orang-orang yang berhasil meluncurkan produk-produk kreatif, umumnya mereka adalah yang sudah terjun bertahun-tahun di bidang itu.

Pengusaha yang kreatif dengan bisnisnya adalah pengusaha yang sudah terjun bertahun-tahun di bidangnya. Sebagaimana guru yang menemukan cara mengajar kreatif adalah guru yang sudah bertahun-tahun mengajar.

Selain keahlian, yang membuat orang kreatif adalah mengaktifkan fikiran-fikiran kreatif atau menguasai teknik bagaimana memunculkan jurus-jurus kreatif (creative thinking skill). Misalnya, tidak mau mengikuti cara orang lain, memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang kreatif, atau memfasilitasi munculnya ide kreatif.

No comments:

Post a Comment